S&P

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
20/5/2017 05:31
S&P
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

STANDART and Poor Global Rating mengeluarkan hasil kajian terbaru mereka. Peringkat Indonesia naik dari BB+ menjadi BBB-dengan outlook stable. Dengan kenaikan itu, Indonesia masuk kelompok investment grade, peringkat tertinggi pertama yang diberikan S&P kepada kita. Dampak penaikan peringkat itu langsung terlihat di pasar. Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia naik 3,2% menjadi 5.825,2.

Dengan kenaikan itu, IHSG sudah naik 10% sepanjang 2017. Hal yang sama terjadi di pasar uang. Nilai tukar rupiah menguat 0,3%, atau menguat 1% sepanjang tahun ini. Penilaian positif terhadap perekonomian Indonesia terutama disebabkan pengelolaan anggaran yang dianggap baik. Di tengah keinginan pemerintah untuk membangun infrastruktur, pemerintah dinilai positif ketika akhir tahun lalu berani untuk memotong juga anggaran.

Akibatnya defisit anggaran bisa dikendalikan di bawah 2,5% dari produk domestik bruto. Selain itu, amnesti pajak dianggap berhasil karena membuat pemerintah bisa memperoleh penerimaan tambahan lebih dari Rp140 triliun. Akibat lebih lanjut cadangan devisa Indonesia bisa mencapai tingkat tertinggi, yakni sekitar US$123 miliar. Penilaian yang hampir sama terhadap kemampuan Indonesia untuk mengelola keuangan negara sebelumnya diberikan lembaga pemeringkat Fitch dan Moody.

Indonesia dianggap berhasil mengendalikan defisit anggaran sehingga keberlanjutan pengelolaan utang dianggap positif. Hasil pemeringkatan terbaru itu tentunya menjadi modal yang baik bagi kita untuk mendorong pertumbuhan. Itulah momentum yang seharusnya dimanfaatkan Presiden Joko Widodo untuk fokus pada pengelolaan ekonomi dan meminggirkan terlebih dahulu persoalan politik.

Terlalu lama sudah pemerintah terjebak kepada isu-isu politik. Padahal, ukuran politik sering kali serbatidak jelas. Semua pihak bisa memberikan interpretasi atas dasar kemauan sendiri dengan justifikasi yang bisa mereka buat. Akibatnya, persepsi yang ditimbulkan bisa menjadi multiinterpretasi. Lihat saja pernyataan Presiden di depan para pemimpin redaksi media massa untuk menindak tegas siapa pun yang bertindak di luar konstitusi.

Istilah 'gebuk' yang dipakai Presiden di satu sisi dinilai sebagai sebuah sikap tegas, tetapi di sisi lain dianggap otoriter. Mulai muncul komentar bahwa Presiden harus menggunakan jalur hukum ketika hendak bersikap tegas. Pada ekonomi ukuran keberhasilan bisa dilihat secara lebih pasti. Kalau pemerintah bisa menggerakkan ekonomi, bahkan manfaatnya bisa langsung dirasakan karena kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.

Sekarang ini begitu banyak modal yang ingin masuk ke Indonesia. Dari Jepang saja ada sekitar US$5 miliar dana yang siap untuk masuk. Tinggal seberapa sigap kita menyambut datangnya rencana investasi tersebut. Dari dalam negeri keinginan pengusaha untuk mengembangkan usaha juga demikian besarnya. Star Energy milik pengusaha Prajogo Pangestu, misalnya, tahun lalu mengambil alih pembangkit listrik panas bumi milik Chevron yang ada di Indonesia dan Filipina.

Nilai pembeliannya mencapai US$3,2 miliar. Kemampuan perusahaan nasional untuk mengambil alih aset perusahaan raksasa dunia bisa menjadi indikasi bahwa kualitas perusahaan nasional sudah sejajar perusahaan asing. Lebih dari itu, kepercayaan perbankan internasional untuk memberikan kredit skala besar kepada perusahaan dalam negeri menunjukkan perekonomian Indonesia bisa mereka percayai.

Di sinilah kita ingin mengajak semua pihak untuk kembali fokus kepada tujuan utama berbangsa dan bernegara. Kita sepakat untuk membentuk Republik Indonesia bukan untuk membuat kita terus berseteru. Tujuan utama kita ialah menciptakan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita ingin kembali mengingatkan pidato politik yang disampaikan Jokowi ketika membentuk pemerintah, yakni 'kerja, kerja, kerja'.

Sekarang ini kita sudah terlalu banyak omong jika dibandingkan dengan kerja. Kita lebih banyak berdebat dan saling menyalahkan daripada membangun negeri ini. Kesempatan emas untuk meraih kemajuan sekarang ada di depan mata. Jangan sia-siakan kepercayaan yang diberikan masyarakat dunia kepada kita. Mari kita bersama-sama memajukan negeri ini demi kesejahteraan kita bersama.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.