Pertamina

03/6/2015 00:00
Pertamina
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

KETIKA menjabarkan visi Pertamina ke depan kepada para pemimpin redaksi, salah satu yang ditekankan Direktur Utama PT Pertamina (persero) Dwi Soetjipto ialah penguatan di sektor hulu.

Kontribusi Pertamina yang sekarang hanya sekitar 15% dari produksi minyak nasional akan ditingkatkan minimal jadi 40%. Pertamina ingin menjadi perusahaan minyak nasional yang sesungguhnya seperti national oil company (NOC) negara lain.

Petronas yang bisa dijadikan patokan mampu menghasilkan minyak sekitar 40% dari kebutuhan minyak Malaysia. Untuk itu, tentu Pertamina tidak bisa berjalan sendirian.

Harus jelas sosok Pertamina seperti apa yang dimaui pemerintah. Tanpa arahan jelas, sulit bagi BUMN perminyakan itu untuk melangkah. Kini kita melihat arah jelas dari pemerintah tentang apa yang dimaui dari Pertamina.

Kementerian ESDM menegaskan Pertamina mendapat prioritas mengelola blok-blok minyak ke depan. Langkah itu sudah dimulai dengan menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam yang akan habis kontraknya dari Total, Prancis, pada 2017, kepada Pertamina.

Selama ini sulit bagi pemerintah memercayakan pengelolaan blok minyak yang habis masa kontraknya kepada Pertamina dengan alasan belum siap. Lalu diberikan perpanjangan kepada pengelola lama.

Tercium adanya aroma kick-back ketika masa perpanjangan itu diberikan. Akibatnya, ketika sekarang pengalihan dilakukan, muncul perasaan bahwa Indonesia 'tidak bersahabat'. Hal itu tentunya perlu dikomunikasikan dengan lebih baik agar tidak muncul salah persepsi. Bahkan selanjutnya pemerintah harus konsisten.

Semua pengelolaan blok minyak yang habis masa kontraknya sebaiknya diserahkan ke Pertamina agar tidak muncul perasaan pilih kasih. Sekaligus kita memperkuat Pertamina sebagai NOC.

Tantangan selanjutnya berada di tangan Pertamina. Sejauh mana mereka mampu mengelola blok-blok minyak. Sumur-sumur tua bukan berarti sumur yang tidak bisa dimanfaatkan.

Teknologi enhanced oil recovery (EOR) memungkinkan mengangkat sisa minyak dan volume yang bisa diangkat tidak bisa dikatakan kecil.

Kementerian ESDM sudah menetapkan Pertamina tidak hanya akan diserahi pengelolaan blok minyak yang habis masa kontraknya, tetapi juga blok minyak baru. Hanya, untuk itu, Pertamina harus melakukan eksplorasi terlebih dulu sebelum bisa mengeksploitasinya.

Persoalan terbesar dalam industri minyak ialah pendanaan. Pertamina membutuhkan suntikan modal sekitar US$47 miliar untuk investasi di sektor hulu dan peningkatan kapasitas kilang lima tahun mendatang.

Dari sisi pengilangan, Pertamina menargetkan bisa memproduksi 2,3 juta barel per hari dari 1 juta barel sekarang. Itu modal yang tidak sedikit, tetapi tidak bisa dihindari untuk terjaganya keamanan energi.

Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya kedaulatan energi. Itu hanya bisa dicapai bila kita memiliki perusahaan minyak kuat.

Pertamina bisa diandalkan untuk menggapai kedaulatan dan keamanan energi. Syaratnya, jangan lagi Pertamina dijadikan sapi perah, tetapi harus korporasi modern dan profesional.

Upaya membangun Pertamina yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme sudah dimulai. Pembubaran Petral sebagai pemasok minyak tunggal Pertamina merupakan bukti awal. Tinggal konsisten menjaga agar jangan ada badan baru yang memainkan praktik lama.

Cukup sudah menjadikan Pertamina sapi perah. Saatnya kini menjadikan mereka perusahaan andal.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.