Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA tak ada aral melintang, 1 Maret ini hari dimulainya lawatan Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud ke Indonesia. Inilah rangkaian lawatan ningrat utama Arab Saudi ke Timur, tidak ke Barat lagi. Indonesia, negeri luas membentang, dengan penduduk muslim terbesar, sekitar 220 juta orang dari 250 juta penduduk, ialah negeri kedua yang dikunjungi rombongan baginda raja kaya minyak itu.
Inilah rombongan superjumbo Kerajaan Arab Saudi. Ada sekitar 1.500 orang, 10 di antaranya menteri kerajaan, 25 pangeran, dan keluarga kerajaan. Raja Salman akan mengadakan kunjungan resmi kenegaraan hingga 3 Maret. Mereka akan berlibur ke Bali hingga 9 Maret. Setelah itu hingga akhir bulan mereka akan melanjutkan perjalanan ke Brunei Darussalam, Jepang, Tiongkok, Maladewa, dan terakhir Yordania. Inilah lawatan Arab Saudi ke Timur selama satu bulan, setelah puluhan tahun menjadikan Barat sebagai kiblat.
Enam pesawat Boeing dari berbagai tipe siap mengangkut orang-orang penting itu dari Timur Tengah itu. Total penerbangan 39 kali untuk mengangkut berbagai perlengkapan khusus seberat 459 ton. Gedung DPR, Masjid Istiqlal, dan berbagai tempat yang akan dikunjungi sang raja telah pula bersolek.
Dari lamanya waktu kunjungan, Indonesia termasuk yang terlama, hampir 10 hari. Inilah pula kunjungan resmi pertama Raja Arab Saudi sejak 1970. Pada awal Orde Baru itu Raja Faisal melawat ke Indonesia tidak dengan rombongan jumbo. Waktu itu harga minyak bumi belum menjadi berkah luar biasa bagi negeri yang menjadi kerajaan pada 1932 itu. Negeri itu baru mendapat kemakmuran luar biasa setelah harga minyak naik berlipat-lipat pasca-Perang Arab-Israel pada 1973.
Salman bin Abdul Aziz lahir pada 31 Desember 1935. Ia anak ke-25 Abdul Aziz bin Saud yang menikah dengan Hassa al-Sudairi. Ternyata anak Abdul Aziz yang berjumlah tujuh orang dari klan Al-Sudairi mewarisi karakter kepemimpinan kaumnya. Mereka pun menyebut klan ini sebagai ‘Saudairi Seven’. Salman naik takhta pada 23 Januari 2015 setelah Raja Abdullah bin Abdul Aziz mangkat. Ia mendapat tanggung jawab sebagai ‘Penjaga Dua Tanah Suci (Mekah dan Madinah)’.
Salman yang mantan Gubernur Riyadh selama berpuluh tahun itu memang sosok yang dinilai cerdas, moderat, dan mempunyai modal kepemimpinan yang matang. Kunjungan resmi Presiden Jokowi ke Arab Saudi pada September 2015 mendapat sambutan yang sungguh istimewa. Raja Salman menjemput langsung Jokowi di pintu pesawat. Jokowi mendapat penghargaan Star of the Order of King Abdul Aziz Al-Saud Medal. Inilah penghargaan tertinggi bagi pemimpin negara sahabat. Penghargaan serupa pernah diberikan kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Perdana Menteri Inggris David Cameron, serta Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
Meski seperti punya kedekatan emosional, hubungan Indonesia-Arab Saudi tidaklah seistimewa yang kita bayangkan. Peringkat investasi Arab Saudi menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal pada 2016 berada pada posisi buncit, yakni 57. Bandingkan dengan Singapura dengan investasi US$2,9 miliar, Jepang US$1,6 miliar, Hong Kong US$597 juta, Tiongkok US$ 549 juta, dan Belanda sebesar US$300 juta. Kabarnya, tak lama lagi, Tiongkok bakal menjadi investor terbesar di Indonesia. Entah berapa fulus yang dibawa Raja Salman yang hendak diinvestasikan di Indonesia kali ini. Adakah seperti yang digosipkan di media sosial, Rp300 triliun?
Menurut pengamat Timur Tengah, Yon Machmudi, walaupun Indonesia-Arab Saudi secara historis memiliki hubungan khusus karena kesamaan agama, hubungan bilateral kedua negara ini tidaklah sekuat sebagaimana sering diasumsikan banyak kalangan. Indonesia tak menjadi mitra strategis bagi Arab Saudi. Sementara itu, Indonesia juga cenderung berkiblat ke Barat. Arab Saudi juga dinilai tak ramah pada tenaga kerja wanita. ‘Sejak era Orde Baru sikap pemerintah Indonesia terhadap negara-negara di Timur Tengah kurang positif karena isu-isu radikalisme. Timur Tengah, termasuk Saudi Arabia, dicurigai sebagai pusat penyebaran gerakan-gerakan Islam radikal di Indonesia’, tulis Yon seperti dimuat kantor berita Antara.
Saya kira lawatan ini momentum terbaik untuk memperbaiki hubungan Indonesia-Arab. Justru ketika Amerika di bawah Donald Trump tak lagi menganggap Arab Saudi sekutu istimewa. Juga ketika harga minyak mentah jatuh dan Arab Saudi tak lagi menjadikan minyak sebagai andalan utama membangun ekonomi. Lawatan ke Timur ini juga tanda bahwa Arab Saudi tengah menyadari kekeliruan mereka dalam memperlakukan minyak. Indonesia bisa melakukan bargaining untuk hal-hal yang selama ini mengganjal itu, terutama menyangkut radikalisme, yang disebut Jokowi sebagai demokrasi kebablasan itu.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved