Pilihan Jalan

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
25/2/2017 05:03
Pilihan Jalan
(ANTARA)

PRESIDEN Joko Widodo angkat bicara soal Freeport.

Jokowi menegaskan, dirinya membiarkan dulu menteri untuk menyelesaikan persoalan.

Kalau tidak kunjung tuntas, baru ia akan mengambil alih masalah.

Satu yang diingatkan agar solusi Freeport menguntungkan semua pihak.

Pesan Presiden menunjukkan, penyelesaian persoalan Freeport harus dilakukan secara elegan. Masalah kedaulatan jangan sampai juga membuat kita melupakan penghormatan kepada kontrak.

Cara hostile take over akan membuyarkan upaya pemerintah untuk menarik investasi.

Kerja keras untuk melahirkan 14 paket kebijakan ekonomi akan menjadi tidak ada artinya.

Kita bisa belajar dari pengalaman negara lain dalam menegakkan kedaulatan.

Tiongkok pernah menyewakan Hong Kong selama 100 tahun kepada Inggris.

Di akhir tahun 1970-an, Hong Kong berkembang menjadi pusat perdagangan dan keuangan dunia.

Pemerintah Beijing kemudian ingin menjadikan wilayahnya itu sebagai pusat pertumbuhan.

Namun, cara yang mereka tempuh tidak serta merta menggunakan pendekatan kedaulatan.

Pada 1984 dilakukan perundingan Sino-Inggris untuk pengembalian wilayah Hong Kong.

Waktu 13 tahun dipergunakan Pemerintah Tiongkok untuk menyiapkan pengambilalihan.

Termasuk dipikirkan bentuk pemerintahan yang akan diterapkan di Hong Kong.

Beijing tidak ingin pengembalian Hong Kong menimbulkan masalah dan akhirnya merusak kemajuan yang sudah dicapai.

Kita melihat bagaimana ketika Hong Kong dikembalikan pada 30 Juni 1997, transisinya berjalan mulus.

Bahkan Beijing memutuskan untuk mempertahankan otonomi wilayah itu.

Hong Kong pun tetap gemerlap sebagai daerah administrasi khusus dengan menerapkan prinsip 'satu negara, dua sistem.'

Ada contoh lain yang lebih ekstrem dilakukan sebuah negara dalam menegakkan kedaulatan. Itu dilakukan Venezuela ketika dipimpin oleh Hugo Chavez.

Sebagai tokoh gerakan revolusioner Bolivarianisme, Chavez menggunakan jalan nasionalisasi terhadap perusahaan asing yang ada di negara ketika 1999 terpilih menjadi presiden.

Langkah revolusioner selalu memancing tepuk tangan.

Bukan hanya rakyat Venezuela, tetapi banyak pemimpin dunia memuji langkah berani Chavez.

Apalagi Pemimpin Venezuela itu berani mencaci maki Presiden AS George W Bush yang disebutnya sebagai keledai dan iblis.

Namun, pengambilalihan aset perusahaan harus di sertai kesiapan untuk mengelolanya.

Harus dipersiapkan transisi yang memungkinkan semua aset itu bisa lebih baik.

Tidak cukup pengambilalihan dilakukan dengan bermodalkan semangat.

Hanya, saat euforia perekonomian Venezuela tampak berkilau.

Dengan berjalannya waktu, persoalan ekonomi membelit negeri itu.

Presiden Nicolas Maduro kini harus berjuang mengatasi inflasi supertinggi yang dihadapi negerinya.

Rakyat Venezuela dihadapkan kepada rasa frustrasi, karena untuk membeli kebutuhan bahan pokok pun harus pergi ke negara tetangga.

Dua pelajaran itu tentunya bisa menjadi pilihan tentang jalan mana yang hendak kita pilih.

Satu caveat yang bisa kita ambil, semua keputusan itu ada risikonya.

Namun, yang paling utama semua itu harus dipersiapkan secara matang.

Apalagi yang namanya pemimpin, tidak bisa mengambil keputusan hanya berdasarkan sikap emosional.

Semua aspek harus dikaji secara matang.

Terutama yang harus menjadi perhatian apa yang disebut sebagai unintended consequences atau konsekuensi yang tidak diinginkan.

Dalam kasus Freeport, kita pasti menginginkan aset yang sudah 50 tahun itu bisa dikelola oleh kita sendiri.

Namun, bisnis itu tidak pernah ada yang berjalan linier.

Harus ada kemampuan manajerial yang dimiliki, investasi yang harus ditanamkan, jaringan pemasaran yang harus dikuasai, dan risiko merugi yang satu saat harus dihadapi.

Satu lagi yang harus dipertimbangkan, dampak sosial yang akan terjadi.

Kita harus mencegah jangan sampai ada sedikit pun potensi gejolak sosial yang terjadi, khususnya di Timika dan Papua.

Masyarakat harus dijamin bahwa kehidupan mereka akan berjalan normal, ketika masa transisi itu berlangsung.

Inilah yang diingatkan oleh Presiden Jokowi.

Jangan sampai ingar-bingar operasi Freeport ini menimbulkan ketidakpastian dan terutama merugikan masyarakat yang tinggal di Papua.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.