Disruption

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
22/2/2017 05:01
Disruption
(MI/PANCA SYURKANI)

AKHIR pekan lalu Profesor Rheinald Kasali meluncurkan buku baru. Judulnya Disruption. Ia menuliskan tentang fenomena yang tengah terjadi. Siapa yang tidak mampu menyesuaikan diri atau menciptakan sesuatu yang baru siap-siap untuk tertinggal dan bahkan punah. Sekarang ini kita hidup di era yang bergerak dan berubah dengan cepat. Tidak boleh lagi merasa mapan dan seakan-akan tidak ada yang bisa menggantikan. Kalau kita cepat berpuas diri, siap-siap saja untuk dilupakan.

Fenomena itu sudah dialami Nokia. Perusahaan telepon seluler dari Finlandia yang pernah begitu berjaya itu sekarang tinggal sejarah. Tidak ada kesalahan bisnis yang dilakukan, hanya saja mereka lupa untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman. Apple dan Samsung hadir untuk mendestruksi dan menciptakan produk yang sesuai kebutuhan konsumen. Apakah produk kedua perusahaan yang dikatakan mendisrupsi Nokia?

Bukan hanya produknya yang lebih sesuai kebutuhan zaman, melainkan juga aplikasi yang ada di dalamnya. Apple menawarkan tempat penyimpanan data yang disebut iCloud. Masih ada lagi yang namanya App Store, iTunes Store, iWatch, dan berbagai varian aplikasi lainnya. Semua aspek kehidupan bisa didisrupsi sekarang ini. Perusahaan taksi terpuruk oleh kehadiran Uber dan Go-Jek.

Untuk bisa bertahan, Blue Bird, misalnya, melakukan penyesuaian dengan menggabungkan pelayanan mereka dengan Go-Jek. Teknologi memungkinkan siapa pun yang semula bukan apa-apa untuk menjadi seseorang yang harus diperhitungkan. Kuncinya kreavitas untuk menghasilkan inovasi baru. Inovasi itu tidak hanya harus lebih bagus, lebih murah, dan lebih cepat, tetapi juga secara bisnis bisa feasible.

Selain Go-Jek, disrupsi apa yang bisa dihasilkan anak Indonesia? Malam itu Rhenald Kasali mengundang anak muda bernama Kevin Kumala. Anak muda ini prihatin dengan kebiasaan orang Indonesia menggunakan kantong plastik. Sampah yang dihasilkan bisa berton-ton dan itu sangat tidak ramah lingkungan. Kevin muncul dengan ide kantong plastik yang bisa diurai. Ia membuat kantong plastik yang bahannya dari singkong.

“Plastik ini tidak hanya akan bisa diurai di tanah, tetapi juga bisa dimakan sapi,” kata Kevin sambil mempertontonkan kantong plastik buatannya yang dilarutkan di dalam air panas dan kemudian ia minum. Ada banyak anak Indonesia yang inovatif dan mengaplikasikan inovasi mereka. Yang pantas membuat kita percaya diri, disrupsi itu juga dilakukan banyak pejabat di daerah. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil merupakan salah satu contohnya.

Dengan memanfaatkan aplikasi KitaBisa.com yang dirancang anak muda Alfatih Timur, ia sedang melakukan disrupsi sosial. Ia mencoba mempertemukan 75 ribu keluarga miskin untuk diberdayakan 75 ribu keluarga yang berkecukupan. Kang Emil demikian dia biasa dipanggil percaya banyak orang Indonesia yang memiliki kepedulian sosial. Sebagai pejabat pemerintah, ia hanya mencoba mempertemukan orang yang peduli itu dengan mereka yang kekurangan.

Dengan cara itu pasti kemiskinan akan bisa lebih cepat dientaskan. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara melihat faktor teknologi dan kepemimpinan merupakan kunci untuk bisa melakukan disrupsi. Indonesia sangat memungkinkan melakukan itu karena orang Indonesia sangat akrab dengan teknologi. Jumlah telepon seluler di Indonesia lebih banyak daripada jumlah penduduknya.

Kalau pemimpinnya bisa mengoptimalkan teknologi, masyarakat akan diuntungkan. Contohnya, dalam pelayanan kesehatan. Dengan cara yang tradisional, orang sakit membutuhkan waktu sampai 4,5 jam untuk mendapatkan pelayanan. Dengan menggunakan aplikasi teknologi, baik untuk konsultasi maupun membeli obat, waktu pelayanan bisa dipotong tak lebih dari 30 menit. Era yang disebut Rhenald Kasali sebagai ‘peradaban Uber’ ada di depan kita. Kita tidak mungkin bisa menghindar. Pilihannya tinggal berubah diri atau ikut menciptakan.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.