Big Bang

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
18/2/2017 05:02
Big Bang
(ANTARA)

SATU setengah bulan 2017 sudah kita lewati.

Harapan kita ada perbaikan ekonomi yang lebih signifikan pada tahun ini.

Namun belum ada big bang yang bisa dirasakan untuk membuat kita lebih percaya diri melewati 2017 ini.

Angka ekspor dan impor Januari memang lebih tinggi dibandingkan Januari tahun lalu.

Namun dibandingkan dengan Desember terjadi penurunan.

Kenaikan dibandingkan tahun lalu pun, menurut Badan Pusat Statistik lebih dominan disebabkan oleh kenaikan harga komoditas daripada volume.

Semua ini disebabkan karena kita masih berkutat pada persoalan politik.

Perhatian pemerintah pun masih kepada politik dan agak melupakan persoalan ekonomi.

Apalagi untuk pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta masih ada putaran kedua, sehingga fokus pemerintah pasti masih akan tersedot ke sana.

Meski Presiden Joko Widodo berulangkali menyatakan dirinya netral dalam pilkada serentak, tetapi kenyataannya tidak bisa melepaskan diri dari isu pilkada.

Agar pembangunan ekonomi tidak kehilangan momentum, ada baiknya Presiden mengambil jarak dengan isu pilkada.

Fokus ekonomi penting karena hanya itulah yang bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Tidak mungkin masyarakat diberi makan politik.

Hanya kegiatan ekonomi yang memungkinkan rakyat bisa memperoleh pendapatan dan dengan itulah kemudian menghidupi keluarganya.

Kegiatan ekonomi dalam negeri masih mengalami kelesuan.

Para pengembang perumahan misalnya, setengah mati untuk bisa menjual unit propertinya.

Hal yang sama berlaku untuk industri otomotif.

Yang masih menunjukkan geliat hanyalah industri makanan dan minuman karena manusia tidak mungkin menghentikan makan dan minum.

Kelesuan itu berdampak ke sektor perbankan. Bank Mandiri mengalami penurunan keuntungan tahun lalu, karena harus meningkatkan pencadangan untuk mengantisipasi kredit macet.

Bank Rakyat Indonesia keuntungannya hanya tumbuh sekitar 3% karena juga harus menambah dana pencadangan.

Berulangkali kita diingatkan, tahun ini bukan tahun yang mudah. Optimisme yang ada disertai dengan kehati-hatian karena faktor ketidakpastian global yang masih tinggi.

Inilah yang membuat kita harus bekerja keras dan terus mendorong kegiatan masyarakat yang produktif.

Apalagi kalau Presiden menginginkan terjadinya pengurangan kesenjangan.

Itu hanya bisa terjadi kalau kita melakukan pembangunan yang inklusif.

Hal itu hanya bisa tercapai apabila kita mendorong tumbuhnya industri manufaktur, bukan sekadar mengandalkan komoditas seperti sekarang ini.

Untuk mendorong tumbuhnya industri manufaktur dibutuhkan investasi.

Dan investasi hanya akan masuk kalau ada kestabilan politik, keamanan, ketenangan, serta iklim usaha yang baik.

Kalau yang sudah puluhan tahun investasi di Indonesia saja tidak bisa kita layani dengan baik, jangan harap investor baru mau menanamkan modalnya di Indonesia.

Kita ingin ingatkan lagi peran yang harus dijalankan pemerintah.

Ada empat hal yang menjadi tanggung jawab utama pemerintah yakni menciptakan keamanan dan ketertiban, memperbaiki kesejahteraan rakyat, melindungi hak setiap warganegara, dan terakhir menjadikan setiap warga bangsa untuk bisa mandiri.

Semua itu menegaskan pentingnya pemerintah untuk memperhatikan ekonomi.

Semua negara berupaya untuk memisahkan politik dan ekonomi. Sekeras apa pun perdebatan politik yang terjadi tidak boleh sampai mengganggu kegiatan ekonomi.

Kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang ada karena ia tidak bisa diputar lagi ke belakang.

Satu setengah bulan yang sudah kita lewati sudah menjadi sejarah.

Kita tidak bisa lagi menyesali ketidakmampuan untuk memanfaatkan periode waktu yang sudah berlalu.

Sekarang kita tinggal memikirkan 10,5 bulan yang masih tersisa.

Kita butuh hasil besar yang bisa membuat kita terpacu untuk semakin bergiat membangun negeri ini.

Ruang untuk itu terbuka lebar, karena masih banyak modal ekonomi yang kita miliki.

Tinggal kemauan untuk mengkapitalisasi modal ekonomi dengan memanfaatkan modal sosial yang tersedia.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima