Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ANTASARI Azhar dan SBY berperang di ranah hukum. Yang satu mengejar kebenaran, yang lain menangkis tuduhan telah memanipulasi kebenaran. Antasari Azhar ialah ketua KPK yang ke-2. Ia menduduki jabatan itu sekitar 2 tahun. Dia berkarier selaku jaksa bertahun-tahun. Jelaslah bahwa Antasari tahu benar perihal hukum. Dalam usia 64 tahun, ia tentu tahu pula apa artinya mengejar kebenaran dalam sisa hidupnya.
Siapa tak kenal SBY, Presiden RI 10 tahun? Ia bergelar doktor, pernah menjadi menteri pertambangan dan energi, menko polkam, serta Ketua Umum Partai Demokrat. Dia jenderal TNI-AD yang pernah menjadi komandan korem, pangdam, dan kepala staf sosial politik ABRI. Jelaslah pula bahwa SBY tahu benar makna penegakan hukum. Dalam usia 67 tahun, ia pun tahu betul apa artinya menangkis tuduhan memanipulasi kebenaran dalam sisa hidupnya.
Antasari menuding bahwa SBY merupakan inisiator kriminalisasi terhadap dirinya yang dihukum penjara berkaitan dengan pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Sebelumnya, KPK yang kala itu dipimpin Antasari menangkap Aulia Pohan, besan SBY, yang kala itu presiden RI (2009). SBY membantah tudingan Antasari itu dan menyebutnya sebagai fitnah. Masing-masing melapor ke Bareskrim Polri, dan pecahlah perang di ranah hukum.
Perang mengejar kebenaran itu kiranya menyenangkan hati publik dengan satu tujuan kebajikan, yakni siapakah yang berbuat jahat? Kehebatan pertanyaan itu bertambah-tambah, karena di situ diasumsikan, tepatnya disangkakan, kekuasaan berperan. Dari sisi Antasari, SBY sebagai presiden menggunakan kekuasaannya untuk menjadikan Antasari sebagai penjahat.
Dari sisi SBY, Antasari menuduhnya sebagai penjahat karena didukung yang berkuasa sekarang, yang memberi grasi kepada Antasari. Mencari kebenaran biasanya hak orang lemah. Mereka mencari karena tak punya napas panjang untuk mengejar. Pencarian kebenaran itu kerap berakhir dengan ketidakberdayaan, keputusasaan, atau kepasrahan bahwa Tuhan tidak tidur. Menjadi ketua KPK bukan orang lemah, apalagi menjadi presiden RI 10 tahun. Di level mereka, bukan lagi mencari kebenaran, melainkan 'adu napas' mengejar kebenaran hingga tertangkap.
Puncaknya, terbuktilah di muka hukum siapakah yang sesungguhnya dan senyatanya benar-benar penjahat. Kepastian di muka hukum itu menjadi kepedulian publik karena publik tidak tahu siapakah di antara Antasari dan SBY yang mendengarkan hatinya kepada kebenaran.
Antasari menuntut kejujuran SBY, sebaliknya SBY pun menguji kejujuran Antasari dengan saling membawa perkara ke Bareskrim Polri. Siapakah yang mengintai orang yang tidak bersalah? Siapakah yang berbuat jahat? Kebenaran tidak hilang, tidak pula bersembunyi. Karena itu urusan bukan mencari kebenaran. Kebenaran kiranya berlari kencang, amat kencang, sehingga perlu dikejar sampai ngos-ngosan.
Siapa yang habis-habisan mengejar kebenaran bila bukan orang benar? Antasari dan SBY telah menjadi kakek. Mengutip nasihat orang suci, mewariskan kebenaran kepada anak cucu merupakan mahkota orangtua. Siapakah di antara mereka yang punya mahkota itu? SBY Presiden RI 10 tahun. Apakah ia mewariskan kebenaran untuk rakyatnya? Apakah ia bermahkota sebagai orangtua rakyat? Kejarlah kebenaran hingga ke ujung dunia.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved