Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KALAU mau melihat peradaban sebuah bangsa, lihat saja perilakunya di jalan raya. Kita bukan saja bisa melihat dari cara berlalu lintas, melainkan juga moda transportasi yang disediakan. Negara yang berperadaban tinggi pasti menyediakan transportasi yang manusiawi, aman, dan nyaman bagi warganya. Kita masih jauh untuk mencapai transportasi yang lebih berperadaban itu. Memang seperti di moda kereta api, kita melihat transformasi yang sudah dilakukan. Kita tidak melihat lagi penumpang yang berdiri di depan lokomotif atau di atas gerbong.
Namun, untuk angkutan laut masih terjadi penumpang yang tidak terdaftar dalam manifes. Ketua Komisi V DPR Fary Djemis Francis menilai perbaikan dalam sistem transportasi belum berjalan secara berkesinambungan. Pada 2016, misalnya, tingkat pelayanan angkutan laut dan udara lebih jelek jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Itu termasuk jumlah kecelakaan yang cenderung meningkat.
Kita tentu mendukung upaya perbaikan yang dilakukan seperti terjadi di PT Pelindo I. Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan pihaknya sedang membangun terminal penumpang di Pelabuhan Kuala Tanjung yang tidak kalah bagusnya dari bandar udara. Dengan berbagai fasilitas teknologi informasi yang disediakan, Bambang berharap tercipta budaya baru pada angkutan laut.
Direktur Utama PT Pelni Elfien Goentoro percaya perbaikan dermaga penumpang seperti dilakukan Pelindo I akan menciptakan budaya baru di angkutan laut. Pelni sendiri terus meningkatkan kualitas pelayanan di dalam kapal, termasuk dalam hal keselamatan penumpang. Membangun peradaban memang harus dimulai dengan membangun budaya. Mulai operator hingga pengguna harus menjalankan budaya dengan baik. Operator harus disiplin dan tidak mengenal kompromi dalam menegakkan aturan.
Jumlah penumpang harus sesuai dengan jumlah yang ada dalam manifes. Bahkan untuk angkutan udara, berat badan dan bawaan harus ditimbang dengan benar. Sebaliknya, penumpang pun harus taat pada aturan yang diterapkan operator. Mereka harus memiliki budaya sabar sehingga mau mengantre ketika hendak naik atau turun moda angkutan. Penumpang harus bisa mendisiplinkan diri untuk datang tepat waktu. Mereka pun harus memiliki budaya bersih dan bertenggang rasa kepada sesama penumpang.
Direktur Utama Mass Rapid Transit Jakarta William P Sabadar mengatakan pihaknya mulai memperkenalkan budaya menggunakan MRT kepada masyarakat. Harapannya ketika MRT sudah dioperasikan pada 2019 kelak, masyarakat sudah paham cara menggunakan moda transportasi itu. Pengalaman banyak negara, budaya menggunakan transportasi bisa diajarkan. Hanya, itu memang harus dilakukan secara konsisten dan secara terus-menerus. Singapura bahkan memaksa masyarakatnya untuk berbudaya dengan menerapkan sanksi yang keras.
Hasilnya, fasilitas umum di negara itu terawat baik dan mereka akhirnya kita melihat kehidupan masyarakat berperadaban. Sebagai negara yang sudah 71 tahun merdeka, ke sana pulalah kita harus menuju. Tidak mungkin kita terus seperti ini. Negara yang berperadaban tinggi sangat menghargai yang namanya kehidupan. Transportasi harus dibuat aman dan nyaman agar tidak ada nyawa yang terbuang secara sia-sia.
Apalagi sekarang dengan dukungan teknologi, dibuat moda angkutan yang bisa meminimalisasi angka kecelakaan. Kota pun dibangun lebih cerdas sehingga bisa mencegah terjadinya kecelakaan. Kita pantas prihatin dengan jumlah korban dalam bertransportasi. Jumlah korban kecelakaan motor merupakan yang tertinggi. Setiap hari ada beberapa orang tewas karena kecelakaan di jalan raya.
Semua ini terjadi karena kita melupakan faktor budaya. Moda transportasi hanya dilihat sebagai kepentingan bisnis semata. Akibatnya, orientasi yang dikembangkan lebih berupaya menekan biaya sekecil mungkin dan pendapatan sebesar-besarnya. Kita pun tidak kritis kepada persoalan keamanan dan kenyamanan. Kalaupun kemudian menjadi korban transportasi, kita melihatnya sebagai takdir.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved