Transportasi

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
01/2/2017 05:31
Transportasi
(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

KALAU mau melihat peradaban sebuah bangsa, lihat saja perilakunya di jalan raya. Kita bukan saja bisa melihat dari cara berlalu lintas, melainkan juga moda transportasi yang disediakan. Negara yang berperadaban tinggi pasti menyediakan transportasi yang manusiawi, aman, dan nyaman bagi warganya. Kita masih jauh untuk mencapai transportasi yang lebih berperadaban itu. Memang seperti di moda kereta api, kita melihat transformasi yang sudah dilakukan. Kita tidak melihat lagi penumpang yang berdiri di depan lokomotif atau di atas gerbong.

Namun, untuk angkutan laut masih terjadi penumpang yang tidak terdaftar dalam manifes. Ketua Komisi V DPR Fary Djemis Francis menilai perbaikan dalam sistem transportasi belum berjalan secara berkesinambungan. Pada 2016, misalnya, tingkat pelayanan angkutan laut dan udara lebih jelek jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Itu termasuk jumlah kecelakaan yang cenderung meningkat.

Kita tentu mendukung upaya perbaikan yang dilakukan seperti terjadi di PT Pelindo I. Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan pihaknya sedang membangun terminal penumpang di Pelabuhan Kuala Tanjung yang tidak kalah bagusnya dari bandar udara. Dengan berbagai fasilitas teknologi informasi yang disediakan, Bambang berharap tercipta budaya baru pada angkutan laut.

Direktur Utama PT Pelni Elfien Goentoro percaya perbaikan dermaga penumpang seperti dilakukan Pelindo I akan menciptakan budaya baru di angkutan laut. Pelni sendiri terus meningkatkan kualitas pelayanan di dalam kapal, termasuk dalam hal keselamatan penumpang. Membangun peradaban memang harus dimulai dengan membangun budaya. Mulai operator hingga pengguna harus menjalankan budaya dengan baik. Operator harus disiplin dan tidak mengenal kompromi dalam menegakkan aturan.

Jumlah penumpang harus sesuai dengan jumlah yang ada dalam manifes. Bahkan untuk angkutan udara, berat badan dan bawaan harus ditimbang dengan benar. Sebaliknya, penumpang pun harus taat pada aturan yang diterapkan operator. Mereka harus memiliki budaya sabar sehingga mau mengantre ketika hendak naik atau turun moda angkutan. Penumpang harus bisa mendisiplinkan diri untuk datang tepat waktu. Mereka pun harus memiliki budaya bersih dan bertenggang rasa kepada sesama penumpang.

Direktur Utama Mass Rapid Transit Jakarta William P Sabadar mengatakan pihaknya mulai memperkenalkan budaya menggunakan MRT kepada masyarakat. Harapannya ketika MRT sudah dioperasikan pada 2019 kelak, masyarakat sudah paham cara menggunakan moda transportasi itu. Pengalaman banyak negara, budaya menggunakan transportasi bisa diajarkan. Hanya, itu memang harus dilakukan secara konsisten dan secara terus-menerus. Singapura bahkan memaksa masyarakatnya untuk berbudaya dengan menerapkan sanksi yang keras.

Hasilnya, fasilitas umum di negara itu terawat baik dan mereka akhirnya kita melihat kehidupan masyarakat berperadaban. Sebagai negara yang sudah 71 tahun merdeka, ke sana pulalah kita harus menuju. Tidak mungkin kita terus seperti ini. Negara yang berperadaban tinggi sangat menghargai yang namanya kehidupan. Transportasi harus dibuat aman dan nyaman agar tidak ada nyawa yang terbuang secara sia-sia.

Apalagi sekarang dengan dukungan teknologi, dibuat moda angkutan yang bisa meminimalisasi angka kecelakaan. Kota pun dibangun lebih cerdas sehingga bisa mencegah terjadinya kecelakaan. Kita pantas prihatin dengan jumlah korban dalam bertransportasi. Jumlah korban kecelakaan motor merupakan yang tertinggi. Setiap hari ada beberapa orang tewas karena kecelakaan di jalan raya.

Semua ini terjadi karena kita melupakan faktor budaya. Moda transportasi hanya dilihat sebagai kepentingan bisnis semata. Akibatnya, orientasi yang dikembangkan lebih berupaya menekan biaya sekecil mungkin dan pendapatan sebesar-besarnya. Kita pun tidak kritis kepada persoalan keamanan dan kenyamanan. Kalaupun kemudian menjadi korban transportasi, kita melihatnya sebagai takdir.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima