Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK dibentuk Presiden Soeharto, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki tugas, salah satunya, menjadikan BUMN sebagai perusahaan besar berkelas dunia. Untuk itu, BUMN harus mampu memperkuat modal tanpa harus negara menyetor modal tambahan. Langkah yang bisa dilakukan ialah menggabungkan atau merger beberapa BUMN menjadi satu BUMN besar. Atau, cara yang lain, membuat perusahaan induk atau holding company.
Menteri BUMN saat itu, Tanri Abeng, memilih cara kedua. Resistensi atas pembentukan perusahaan induk jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan merger karena tidak harus membuat banyak orang kehilangan jabatan. Namun, semua rencana tersebut tidak bisa berjalan mulus karena kabinet terakhir Presiden Soeharto hanya berumur tiga bulan. Ketika Presiden BJ Habibie menggantikan, fokus perhatian lebih tertuju pada persoalan politik ketimbang mengurusi ekonomi.
Pembentukan perusahaan induk baru bisa dilakukan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara bertahap dengan menggabungkan perusahaan pupuk dan semen. Sekarang ini sudah ada empat perusahaan induk BUMN dengan digabungkannya perusahaan konstruksi dan perkebunan. Ide pembentukan perusahaan induk baik karena sebagai negara yang masuk kelompok 20 negara kekuatan ekonomi terbesar di dunia, kita harus memiliki perusahaan kelas dunia. Di bidang perkebunan, misalnya, kita sebenarnya memiliki 13 PT Perkebunan Nusantara. Namun, karena lahannya terbagi-bagi, PTPN kita akhirnya menjadi kecil-kecil. Untuk perkebunan kelapa sawit, contohnya, luasan lahan milik PTPN kalah jika dibandingkan dengan Sinar Mas atau Astra Agro Lestari. Padahal, kalau ditotal, luas lahan milik PTPN bisa mencapai 2,5 juta hektare. Itulah yang oleh Tanri Abeng dikatakan, kita seharusnya bisa mempunyai BUMN yang luas la hannya terbesar di dunia.
Dengan luasan seperti itu, leverage-nya ke sektor keuangan dunia akan semakin besar. Kalau kemudian itu ditopang manajemen yang bagus, kita akan memiliki BUMN terhebat di dunia. Konsep inilah yang sekarang hendak dilanjutkan Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno. Ia akan membuat tujuh perusahaan induk yang baru. Ke depan diharapkan, Indonesia memiliki antara lain BUMN perbankan yang terbesar di ASEAN, BUMN minyak dan gas yang disegani di dunia. Memang sudah muncul penentangan terhadap ide tersebut. Ada yang melihat rencana itu sebagai upaya melepas aset BUMN kepada swasta tanpa melalui DPR. Peraturan presiden yang menaungi pembentukan perusahaan induk BUMN dianggap bertentangan dengan undang-undang.
Menteri BUMN menepis anggapan pembentukan perusahaan induk mengecilkan BUMN. Itu justru memperkuat BUMN. Rini mencontohkan pembentukan perusahaan induk minyak dan gas yang menggabungkan PT Pertamina dengan Perusahaan Gas Negara.
Tidak ada pengurangan aset negara, Pertamina yang 100% sahamnya dimiliki negara justru bertambah kaya karena menguasai 57% saham PGN. Dengan penggabungan dua BUMN tersebut, otomatis equity perusahaan induk menjadi lebih besar. Maka ketika hendak membutuhkan modal untuk pengembangan investasi, potensinya juga semakin besar. Menteri BUMN menjamin tidak akan ada pengerdilan dari perusahaan negara. Ia juga menjamin tidak ada kewenangan DPR yang dilangkahi. Sepanjang kepemilikan negara di BUMN sudah terdaftar sebagai kekayaan negara, tidak akan ada pengurangan saham yang bisa dilakukan Kementerian BUMN tanpa izin dari DPR.
Sudah saatnya kita mengubah paradigma tentang BUMN. Kita membutuhkan cara berpikir yang besar agar kita bisa menjadi bangsa yang besar. Terlalu lama BUMN hanya menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Lebih ironis kerajaan itu bukan dipakai untuk menjadi motor pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, melainkan lebih dipakai untuk kepentingan direksi dan kelompok kepentingannya.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved