Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI

SIAPA bilang politik melulu soal perbedaan dan ketegangan? Politik juga bisa lucu dan menghibur.
Itu sebabnya, dalam kemacetan Jakarta yang menguras kesabaran, saya tertawa terpingkal-pingkal ketika seorang kawan mengirim video kompilasi berbagai gambar tentang Agus Harimurti Yudhoyono ketika bicara soal mengatasi banjir Jakarta dengan konsep kota terapung.
Solusi sang calon Gubernur DKI Jakarta ini menjadi viral berhari-hari di media sosial. Tentu banyak orang terhibur.
Yang jadi lucu karena video ini penuh kompilasi berbagai gambar dari banyak tokoh, yang tentu diambil dari aneka peristiwa berbeda, seperti Presiden Joko Widodo, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Ani Yudhoyono.
Joko Widodo, misalnya, tertawa terbahak-bahak ketika mendengar penjelasan Agus yang dinilai muskil itu.
Sang ayah dan ibu Agus--lagi-lagi diambil dari peristiwa berbeda--tertawa dengan ekspresi bijak menunggu apa yang diuacapkan sang anak.
Juga ada pemusik Ahmad Dhani dan Anang Hermansyah yang terlihat bingung mendengar Agus.
Inilah pernyataan Agus.
"Apakah memang penggusuran itu the only solution? Kalau tidak harus menggusur tapi banjir tetap bisa diselesaikan, saya rasa itu lebih baik. Banyak kota di dunia, sekali lagi kita ilustrasi ya, itu juga di atas dia, ngapung dia. Artinya, tanpa harus digeser jauh-jauh, begitu ya, bisa dibangun lokasinya, kemudian mencegah banjir juga, begitu. Tentunya, saya akan terus mempelajari ini semua, tapi yang saya ketahui sekarang, karena banyaknya sedotan air, tanah begitu, itu yang menyebabkan menurunnya permukaan tanah.... Itu juga yang membuat semakin memperburuk situasi kemungkinan terjadi banjir di Jakarta."
Tentu sang pembuat video ingin memberi kesan, Agus, pendatang baru dalam dunia politik, masih anak bawang.
Terlebih lagi Agus ogah menghadiri undangan dua stasiun televisi.
Ramailah orang bercakap dan berspekulasi.
Wajar jika video soal kota terapung masih pula diparodikan dan muncul dalam banyak meme, lucu.
Inilah sisi lain politik yang sesungguhnya banal. Inilah ruang katarsis dalam politik.
Karena itu, debat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk yang pertama, Jumat pekan silam, sungguh ditunggu.
Agus, misalnya, ia dinilai 'anak bawang' (pensiun dari TNI dengan pangkat mayor yang dinilai selevel danramil), mangkir ke undangan dua stasiun televisi, pernyataan rumah terapung, dan anak mantan presiden.
Bagi para pendukungnya, bisa jadi mereka khawatir hal buruk terjadi pada jagoannya.
Bagi para lawannya, hal buruk pada Agus sesuatu yang ditunggu.
Sementara itu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditunggu karena ia tengah menghadapi problem amat berat; terdakwa penistaan agama.
Sifatnya yang terbuka, nada bicaranya yang lugas, sifatnya yang temperamental, tanpa kompromi, spontanitasnya yang tinggi, pasti amat dinanti.
Para pendukungnya berharap, ia tak mengumbar amarah.
Sebaliknya para lawannya berharap Ahok tergelincir lagi.
Adapun Anies Rasyid Baswedan yang baru beberapa bulan dicopot sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan, juga relasi barunya dengan FPI yang menjadi perbincangan ramai di media sosial, dan tutur katanya yang 'membius', wajar ia ditunggu. Publik ingin tahu.
Para pendukungnya tentu tak khawatir dengan Anies.
Anies jago dalam 'dunia kata-kata', tapi para lawannya menilai ia miskin aplikasi.
Semuanya tampil 'selamat', meski tak ada yang istimewa.
Ada yang bilang, inilah debat calon gubernur rasa pilpres.
Bukan saja karena ada Ani Yudhoyono dan Hatta Radjasa hadir, melainkan juga karena di belakang mereka dan bisa jadi dari para calon sendiri mungkin akan maju menjadi calon presiden/wapres pada Pemilu 2019.
Sayang pertanyaan hanya berkutat pada program kerja, yang teramat formal.
Padahal, pertanyaan di luar program kerja, misalnya bagaimana aktivitas atau hubungan para calon di dalam keluarga?
Ke mana hiburan mereka?
Atau pertanyaan menyangkut kejujuran, misalnya pada Agus: apakah Anda maju sebagai calon gubernur karena dipaksa orangtua atau apa?
Untuk Ahok: apa pelajaran berharga dari kasus yang mendera Anda sekarang ini?
Untuk Anies: bagaimana perasaan Anda ketika dicopot sebagai menteri, dan apa alasan Anda merapat ke FPI?
Untuk ketiganya: apa yang menjadi kelemahan Anda yang harus diperbaiki?
Bagaimana jika Anda terbukti melakukan korupsi?
Program kerja bisa dikerjakan tim dan cara bicara bisa dilatih.
Namun, hal-hal yang saya usulkan di atas, hanya bisa dijawab kalau para calon mempunyai integritas tinggi.
Hal-hal ini tidak saja menarik, tetapi juga bisa menjadi 'benteng' bagi yang bersangkutan.
Publik juga akan terus mencatatnya. Masih ada dua debat lagi untuk pilkada Jakarta, yakni pada 27 Januari dan 10 Februari.
Tentu pertanyaan itu bisa juga untuk debat-debat pilkada lain yang berjumlah 101.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved