Usul dalam Debat

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
17/1/2017 05:00
Usul dalam Debat
(Ilustrasi)

SIAPA bilang politik melulu soal perbedaan dan ketegangan? Politik juga bisa lucu dan menghibur.

Itu sebabnya, dalam kemacetan Jakarta yang menguras kesabaran, saya tertawa terpingkal-pingkal ketika seorang kawan mengirim video kompilasi berbagai gambar tentang Agus Harimurti Yudhoyono ketika bicara soal mengatasi banjir Jakarta dengan konsep kota terapung.

Solusi sang calon Gubernur DKI Jakarta ini menjadi viral berhari-hari di media sosial. Tentu banyak orang terhibur.

Yang jadi lucu karena video ini penuh kompilasi berbagai gambar dari banyak tokoh, yang tentu diambil dari aneka peristiwa berbeda, seperti Presiden Joko Widodo, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Ani Yudhoyono.

Joko Widodo, misalnya, tertawa terbahak-bahak ketika mendengar penjelasan Agus yang dinilai muskil itu.

Sang ayah dan ibu Agus--lagi-lagi diambil dari peristiwa berbeda--tertawa dengan ekspresi bijak menunggu apa yang diuacapkan sang anak.

Juga ada pemusik Ahmad Dhani dan Anang Hermansyah yang terlihat bingung mendengar Agus.

Inilah pernyataan Agus.

"Apakah memang penggusuran itu the only solution? Kalau tidak harus menggusur tapi banjir tetap bisa diselesaikan, saya rasa itu lebih baik. Banyak kota di dunia, sekali lagi kita ilustrasi ya, itu juga di atas dia, ngapung dia. Artinya, tanpa harus digeser jauh-jauh, begitu ya, bisa dibangun lokasinya, kemudian mencegah banjir juga, begitu. Tentunya, saya akan terus mempelajari ini semua, tapi yang saya ketahui sekarang, karena banyaknya sedotan air, tanah begitu, itu yang menyebabkan menurunnya permukaan tanah.... Itu juga yang membuat semakin memperburuk situasi kemungkinan terjadi banjir di Jakarta."

Tentu sang pembuat video ingin memberi kesan, Agus, pendatang baru dalam dunia politik, masih anak bawang.

Terlebih lagi Agus ogah menghadiri undangan dua stasiun televisi.

Ramailah orang bercakap dan berspekulasi.

Wajar jika video soal kota terapung masih pula diparodikan dan muncul dalam banyak meme, lucu.

Inilah sisi lain politik yang sesungguhnya banal. Inilah ruang katarsis dalam politik.

Karena itu, debat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk yang pertama, Jumat pekan silam, sungguh ditunggu.

Agus, misalnya, ia dinilai 'anak bawang' (pensiun dari TNI dengan pangkat mayor yang dinilai selevel danramil), mangkir ke undangan dua stasiun televisi, pernyataan rumah terapung, dan anak mantan presiden.

Bagi para pendukungnya, bisa jadi mereka khawatir hal buruk terjadi pada jagoannya.

Bagi para lawannya, hal buruk pada Agus sesuatu yang ditunggu.

Sementara itu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditunggu karena ia tengah menghadapi problem amat berat; terdakwa penistaan agama.

Sifatnya yang terbuka, nada bicaranya yang lugas, sifatnya yang temperamental, tanpa kompromi, spontanitasnya yang tinggi, pasti amat dinanti.

Para pendukungnya berharap, ia tak mengumbar amarah.

Sebaliknya para lawannya berharap Ahok tergelincir lagi.

Adapun Anies Rasyid Baswedan yang baru beberapa bulan dicopot sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan, juga relasi barunya dengan FPI yang menjadi perbincangan ramai di media sosial, dan tutur katanya yang 'membius', wajar ia ditunggu. Publik ingin tahu.

Para pendukungnya tentu tak khawatir dengan Anies.

Anies jago dalam 'dunia kata-kata', tapi para lawannya menilai ia miskin aplikasi.

Semuanya tampil 'selamat', meski tak ada yang istimewa.

Ada yang bilang, inilah debat calon gubernur rasa pilpres.

Bukan saja karena ada Ani Yudhoyono dan Hatta Radjasa hadir, melainkan juga karena di belakang mereka dan bisa jadi dari para calon sendiri mungkin akan maju menjadi calon presiden/wapres pada Pemilu 2019.

Sayang pertanyaan hanya berkutat pada program kerja, yang teramat formal.

Padahal, pertanyaan di luar program kerja, misalnya bagaimana aktivitas atau hubungan para calon di dalam keluarga?

Ke mana hiburan mereka?

Atau pertanyaan menyangkut kejujuran, misalnya pada Agus: apakah Anda maju sebagai calon gubernur karena dipaksa orangtua atau apa?

Untuk Ahok: apa pelajaran berharga dari kasus yang mendera Anda sekarang ini?

Untuk Anies: bagaimana perasaan Anda ketika dicopot sebagai menteri, dan apa alasan Anda merapat ke FPI?

Untuk ketiganya: apa yang menjadi kelemahan Anda yang harus diperbaiki?

Bagaimana jika Anda terbukti melakukan korupsi?

Program kerja bisa dikerjakan tim dan cara bicara bisa dilatih.

Namun, hal-hal yang saya usulkan di atas, hanya bisa dijawab kalau para calon mempunyai integritas tinggi.

Hal-hal ini tidak saja menarik, tetapi juga bisa menjadi 'benteng' bagi yang bersangkutan.

Publik juga akan terus mencatatnya. Masih ada dua debat lagi untuk pilkada Jakarta, yakni pada 27 Januari dan 10 Februari.

Tentu pertanyaan itu bisa juga untuk debat-debat pilkada lain yang berjumlah 101.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima