Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia mengambil sikap tegas terhadap Bank Investasi JP Morgan Chase Co, yang dinilai tidak memberikan penilaian akurat dan kredibel kepada produk equity Indonesia. JP Morgan Chase Bank dinilai dapat mengganggu perekonomian Indonesia dengan menurunkan dua tingkat rekomendasi investasi di Indonesia dari overweight menjadi underweight.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah memutuskan kerja sama dengan JP Morgan Chase Bank mulai 1 Januari 2017. JP Morgan Chase Bank tidak lagi menjadi agen penjual surat utang negara, peserta lelang surat berharga syariah negara, joint lead underwriter global bonds, dan bank persepsi untuk penerimaan negara seperti amnesti pajak.
Menurut Menkeu, sikap ini diambil bukan karena pemerintah tidak mau dinilai dan dikritik. Pemerintah terbuka terhadap segala masukan. Namun, semua itu harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menjadi informasi yang menyesatkan.
Pemerintah melihat, jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, perekonomian Indonesia dikelola secara profesional dan akuntabel. Capaian ekonomi yang diraih Indonesia sepanjang 2016 menunjukkan itu. Namun, JP Morgan Chase Bank menurunkan peringkat Indonesia lebih dalam jika dibandingkan dengan Brasil misalnya, yang anggaran negaranya lebih morat-marit.
Sikap tegas Indonesia merupakan hak yang seharusnya dipergunakan sebagai sebuah negara yang berdaulat. Indonesia harus menjaga kepentingan nasional, apalagi ketika penilaian itu dilakukan tanpa dasar yang bisa dipertanggungjawabkan.
Kita masih ingat peristiwa 2011 ketika Standard & Poor’s menurunkan rating kemampuan membayar utang luar negeri Amerika Serikat dari AAA menjadi AA+. Pemerintah Barack Obama bereaksi keras atas penurunan rating yang dianggap bisa membawa AS masuk ke krisis ekonomi kedua.
Langkah yang ditempuh pemerintah AS bukan hanya meminta CEO Standard & Poor’s Deven Sharma untuk dipecat, dua tahun kemudian Jaksa Agung AS mengajukan tuntutan hukum kepada lembaga rating ternama dunia itu. Standard & Poor’s didakwa membuat penilaian yang keliru atas produk derivatif pada 2007 sehingga menjadi salah satu pemicu krisis keuangan AS 2008. Standard & Poor’s sampai meminta maaf dan memilih untuk menyelesaikan persoalan di luar pengadilan. Mereka akhirnya harus membayar denda sampai US$1,45 miliar kepada pemerintah AS.
Kita sering terpukau kepada orang asing. Awal pekan ini Presiden Joko Widodo misalnya, sempat menyampaikan keinginan agar beberapa badan usaha milik negara kita dipimpin bule. Alasannya, mereka lebih profesional sehingga bisa membuat BUMN lebih cepat besar. Buktinya BUMN di Uni Emirat Arab bisa besar setelah dipegang orang bule.
Cara pandang seperti itu tidak sepenuhnya benar. Tidak semua bule itu hebat, sama juga tidak semua bule itu jelek. Semua tergantung pada orangnya dan kondisi besar yang bisa kita ciptakan. Kalau kondisinya kondusif dan orang yang diberi kesempatan untuk mengambil keputusan secara profesional, orang Indonesia pun banyak yang mampu membuat turnaround perusahaan dan melakukan transformasi besar.
Krisis keuangan 2008 membuktikan bahwa bule itu tidak selalu hebat. Mereka membuat kekeliruan yang lebih fatal daripada apa yang kita lakukan pada 1997. Padahal, ketika mereka datang ke Indonesia, mereka mengatakan krisis keuangan di Asia Timur terjadi karena kita tidak menerapkan prinsip kehati-hatian.
Kali ini kita merasakan lagi penilaian yang tidak kredibel dari perusahaan asing. Hanya, karena dua kali demonstrasi besar 4 November dan 2 Desember, Indonesia dianggap tidak nyaman sebagai tujuan investasi. Padahal, JP Morgan Chase Bank menikmati keuntungan dari berbisnis produk equity Indonesia.
Tepatlah kalau kita mengambil sikap yang tegas. Kita ingin membangun bisnis yang saling menguntungkan dengan siapa pun. Jangan biarkan ada pihak yang menangguk keuntungan dari kesulitan yang harus ditanggung Indonesia.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved