Relaksasi Moneter

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
23/5/2015 00:00
Relaksasi Moneter
(Grafis/SENO)
CHALLENGE and response, itu sikap yang harus dimiliki setiap bangsa. Arnold Toynbee mengatakan setiap bangsa akan memberi respons terhadap tantangan yang dihadapi. Kita juga harus bisa bangkit menjawab tantangan yang datang. Kita hargai langkah pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjawab situasi resesi yang kita hadapi. Perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di kuartal I 2015 tidak boleh dibiarkan. Harus ada langkah cepat untuk membawa kita keluar dari situasi krisis.

Relaksasi moneter yang dikeluarkan BI untuk mendorong konsumsi masyarakat akan bermanfaat bagi perbaikan ekonomi. Peningkatan rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) dari 92% menjadi 94% akan membuat ruang gerak bank menjadi lebih lebar. Apalagi BI memperkenalkan loan to value (LTV) yang memberi kelonggaran bagi kredit properti dan kendaraan  bermotor. Harus kita akui, dua sektor itulah yang selama ini menjadi pendorong ekonomi nasional.

Hanya, kita melihat ekses ketika properti dijadikan ajang spekulasi sehingga BI terpaksa mengeluarkan pengetatan terhadap pembelian yang ketiga atau keempat. Hal yang sama dilakukan untuk kendaraan bermotor. Permintaan untuk motor dan mobil sudah di luar kewajaran sehingga menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Sekarang pelonggaran dilakukan karena kita membutuhkan perbaikan ekonomi untuk mengembalikan kepercayaan pasar. Optimisme terhadap pemerintahan baru tiba-tiba meredup menyusul kegaduhan politik yang dibiarkan berlarut-larut. Presiden Joko Widodo menyadari kesalahannya.

Setelah pemilihan umum berakhir, seluruh konsentrasi harus ditujukan kepada pembangunan. Kita tidak boleh larut dalam kegaduhan politik karena tugas utama pemerintah dalam lima tahun ke depan ialah memperbaiki kesejahteraan rakyat. Kita selalu mengatakan, dalam situasi resesi pemerintah bisa berperan sebagai katalisator. Hal yang bisa dilakukan pemerintah ialah mempercepat pembangunan proyek infrastruktur. Tidaklah mungkin ekonomi akan berjalan secara optimal apabila kita tidak memiliki fasilitas jalan yang baik, kereta api yang diandalkan, dan angkutan laut yang efisien.

Penyerapan anggaran yang baru mencapai 15% pada kuartal I terlalu rendah. Pemerintah harus mempercepat penyerapan anggaran tanpa harus menjadi bancakan korupsi. Kita menilai tepat rapat kabinet terbatas secara khusus membahas soal pembangunan infrastruktur dan investasi. Kedua hal itu perlu mendapat perhatian karena kita tidak mungkin hanya bertumpu kepada relaksasi moneter untuk memperbaiki perekonomian nasional. Bauran dengan kebijakan fiskal diperlukan agar respons yang kita berikan terhadap tantangan yang dihadapi bisa menyeluruh.

Apalagi langkah pembangunan infrastruktur dan investasi tidak seperti relaksasi moneter yang bisa langsung dirasakan dampaknya. Kita membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan investasi. Apabila pemerintah konsisten menjalankan kebijakan ekonomi ini, dampaknya positif bagi perbaikan ekonomi ke depan. Yang terpenting jangan terlalu banyak melakukan kejutan. Namun, pemerintah jangan mudah untuk berubah arah karena hanya membingungkan pasar. Terutama di semester II kita sangat berharap ekonomi akan kembali ke jalurnya. Apabila pemerintah bisa menjamin hal itu terjadi, kita pantas optimistis melihat arah ekonomi 2015.


Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.