Zahro Express

Suryopratomo/Dewan Redaksi Media Group
04/1/2017 05:31
Zahro Express
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

SEBUAH musibah mengenaskan harus kita terima di awal tahun. Sekitar 184 orang yang ingin menikmati liburan pergantian tahun justru mengalami malapetaka. Kapal Zahro Express yang mereka tumpangi dari Muara Karang ke Pulau Tidung terbakar di perairan Kepulauan Seribu. Sampai sejauh ini tercatat 48 orang meninggal dalam musibah tersebut.

Identifikasi masih terus dilakukan karena jumlah penumpang tidak sama dengan manifes yang ada di Syahbandar Muara Karang. Musibah yang terjadi pagi hari berlangsung cepat. Sayangnya tidak cukup cepat bantuan yang diberikan, padahal kebakaran kapal ibaratnya terjadi di depan mata. Tidak ada kapal pemadam kebakaran yang dikirimkan, demikian pula kapal untuk menyelamatkan para penumpang yang melompat ke laut. Begitu terbatas kapal bantuan yang datang ke lokasi kebakaran.

Di tengah keinginan kita untuk tidak lagi memunggungi laut, kemampuan kita untuk menguasai laut begitu terbatas. Apa yang terjadi di perairan Kepulauan Seribu hanya satu dari sekian banyak musibah di tengah laut. Setiap kali itu terjadi kita pun selalu tidak berdaya.

Kesalahan sepertinya terus berulang. Tidak pernah ada pembelajaran yang kita petik. Kita tidak pernah bergegas untuk memperbaiki diri. Seakan kita pasrah dan menerima semua itu sebagai sebuah takdir. Ini sebuah ironi karena kultur kita seharusnya tidak seperti itu. Pada abad VII Sriwijaya besar karena berjaya di laut. Kapal-kapal Sriwijaya bisa menguasai seluruh wilayah Asia Tenggara. Itu tidak mungkin dilakukan kalau Sriwijaya tidak memiliki orang yang paham bagaimana membuat dan memelihara kapal dengan baik.

Pada abad XIV Majapahit mampu mengulangi kejayaan Sriwijaya. Bahkan dengan armada lautnya yang lebih kuat, wilayah Majapahit jauh lebih besar. Lagi-lagi semua itu bisa terjadi karena Majapahit mempunyai ahli yang bukan hanya membuat kapal, melainkan juga merawat kapal dengan baik. Banyak yang mengatakan, kalau periode kejayaan tujuh abad itu ada, Indonesia akan berjaya di abad XXI ini. Namun, jika kita tidak memiliki orang-orang yang mampu menguasai kemaritiman, tidak mungkin kejayaan itu bisa diraih.

Benar apa yang dikatakan Prof Djisman Simanjuntak bahwa tantangan yang kita hadapi ialah pada sisi manusia. Tugas kita bersama untuk membangun manusia yang memiliki etos kerja, punya disiplin, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembangunan infrastruktur yang kita lakukan tidak akan banyak manfaatnya apabila kita tidak memiliki orang yang bisa menjalankannya dengan baik.

Etos kerja dan disiplin harus dimulai dari yang kecil-kecil. Bagaimana kita mematuhi aturan yang sudah dibuat. Dalam transportasi laut, kapal yang dipakai harus menjalani perawatan secara berkala. Awak kapal yang menjalankan harus memiliki keterampilan dan tanggung jawab. Kalau jumlah maksimal penumpang hanya 10, ya 10 orang saja yang diperkenankan naik. Peralatan keselamatan harus dijamin sesuai dengan penumpang yang ada. Kapten kapal harus disiplin menjadi orang terakhir yang meninggalkan kapal kalau terjadi musibah.

Kita harus menerapkan betul aturan ketika berkaitan dengan transportasi massal. Tidak boleh ada toleransi karena kita harus bersiap pada kondisi terburuk yang terjadi. Tidak bisa kita menganggap semua akan berjalan seperti biasanya. Mentalitas seperti itu tidak bisa dibangun dengan sekali jadi. Kita harus terus-menerus mengingatkan agar kemudian menjadi sebuah kebiasaan.

Tanpa ada kultur baik yang dibangun, tidak mungkin kita akan menjadi bangsa yang hebat seperti nenek moyang kita di masa lalu. Ujian kita sekarang ialah bagaimana musibah kapal Zahro Express itu tidak terulang esok hari. Kalau kita selalu melakukan kesalahan yang sama, kita hanya akan menjadi bangsa pecundang, bukan bangsa pemenang.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima