Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI
ini merupakan hari terakhir 2016.
Seperti perjalanan waktu yang pernah kita lalui, tidak ada yang berjalan linier.
Selalu ada tantangan yang membuat perjalanan kita mengalami pasang surut.
Banyak catatan menarik sepanjang tahun ini, yang bisa kita petik sebagai pembelajaran untuk menghadapi tahun menjelang.
Terpuruknya harga komoditas membuat banyak perusahaan terhuyung.
Namun, bagi mereka yang cepat melakukan penyesuaian, menjadi kesempatan untuk berkembang.
Salah satu yang terpukul ialah perusahaan-perusahaan minyak raksasa dunia.
Harga minyak yang turun dari di atas US$100 menjadi di bawah US$40 per barel membuat arus kas mereka terganggu.
Pilihan yang terpaksa mereka lakukan ialah memangkas jumlah pegawai dan melepas aset yang nilainya masih bagus.
Chevron, misalnya, memilih melepas tiga pembangkit listrik panas bumi mereka yang ada di Indonesia dan Filipina.
Perusahaan Indonesia Star Energy milik pengusaha Prajogo Pangestu mengambil alih aset Chevron tersebut.
Star Energy menjadi pemegang saham hampir 70% dari pembangkit listrik panas bumi yang nilainya lebih dari US$2 miliar atau sekitar Rp27 triliun.
Kita tentu bangga ada perusahaan Indonesia yang menjadi pemain kelas dunia.
Apalagi, panas bumi bukan hanya energi yang ramah lingkungan, melainkan potensi yang ada begitu besar.
Dari 29 ribu Mw potensi yang ada di Indonesia saja, baru sekitar 1.400 Mw yang kita manfaatkan.
Tidak bosan-bosan kita mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak sekadar menjadi penonton di era globalisasi.
Kita harus menjadi bangsa pemenang. Untuk itu kita harus mendukung perusahaan nasional agar bisa berbicara dalam tataran yang lebih tinggi.
Salah satu yang bisa kita lakukan untuk membuat perusahaan nasional memiliki daya saing ialah memberi kesempatan mereka terlibat dalam proyek pembangunan nasional.
Berbagai pembangunan infrastruktur dan pengadaan barang harus mendahulukan perusahaan nasional.
Kalau sekarang kita mempertanyakan pe ngadaan helikopter Augusta Westland 101 untuk Angkatan Udara misalnya karena kita memiliki industri dirgantara yang mampu membuat helikopter sejenis.
Kalau TNI-AU memaksakan membeli helikopter buatan Inggris, itu bukan hanya membuat devisa negara terbuang, tetapi kesempatan bagi putra-putra Indonesia untuk membuat helikopter menjadi hilang.
Tantangan kita bukan hanya pertumbuhan ekonomi dunia yang masih tertekan, tetapi kecenderungan semua negara untuk lebih inward looking.
Kita tentu bukan harus juga menjadi seperti 'katak dalam tempurung', tetapi kita harus mendahulukan kepentingan nasional, yaitu memajukan kemampuan anak-anak bangsa.
Persoalan kita untuk maju seringkali lebih terhambat oleh perilaku segelintir orang yang mementingkan diri sendiri.
Keinginan Presiden membuat harga daging di bawah Rp80 ribu per kg misalnya, hanya melahirkan pemburu rente baru.
Bahkan aturan berat maksimal sapi bakalan impor 350 kg coba diubah menjadi 500 kg.
Kalau sapi impor bisa langsung dipotong, lalu apa pekerjaan yang bisa didapat para peternak?
Kita tidak boleh lupa tiga tantangan ekonomi yang kita hadapi, yakni kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan.
Pada 2017, pemerintah sudah menetapkan tingkat kemiskinan 10,5%, tingkat pengangguran 5,6%, dan rasio gini 0,39.
Semua itu hanya bisa dicapai apabila lebih banyak warga bangsa ini terlibat dalam pembangunan.
Resolusi yang perlu kita tetapkan bersama pada 2017, marilah kita hentikan sikap merugikan bangsa dan negara.
Buang jauh-jauh sikap untuk mengambil untung bagi diri sendiri saja.
Tugas konstitusional yang melekatkan pada kita semua ialah menciptakan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Semoga 2017 bisa lebih baik daripada 2016.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved