Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RIYANTO kini seperti hidup kembali. Belasan tahun pemuda pemberani ini memang nyaris dilupakan. Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) itu gugur saat membantu polisi mengamankan misa Natal di Gereja Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur, 16 tahun silam. Dengan tanggung jawabnya yang tinggi, di tengah misa Natal jemaat yang khusyuk, ia amankan benda yang mencurigakan yang diletakkan seseorang di depan pintu gereja.
Nahas, bom meledak dalam pelukannya sebelum ia lempar ke tempat jauh. Ia tewas untuk menyelamatkan banyak nyawa dalam gereja yang tengah berdoa. Gus Dur ketika itu, sebagai presiden, merasa bangga Indonesia punya pemuda muslim seperti Riyanto yang mengorbankan nyawanya demi orang lain, yakni saudara kristiani yang tengah beribadah. “Riyanto telah menunjukkan diri sebagai umat beragama yang kaya nilai kemanusiaan.
Semoga dia mendapatkan imbalan sesuai pengorbanannya,” katanya. Pemuda 25 tahun itu memang layak dikenang sebagai simbol toleransi dan kerukunan umat beragama. Namanya pun terukir sebagai nama jalan di Prajurit Kulon, juga gapura megah di Kota Mojokerto. Natal kali ini yang damai, selain kultur kerukunan yang kuat sejak lama di banyak kota, pastilah juga karena spirit Riyanto yang terus menjadi inspirasi di negeri ini.
Di Gereja Kristen Protestan Silo, Kota Ambon, Maluku, misalnya, puluhan pemuda muslim berbaju koko dan berkopiah menjaga misa Natal. Mereka sibuk mengatur kendaraan dan bahkan membantu jemaat gereja menyeberang jalan. Mereka tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Maluku. Mereka pula dengan sukarela menjaga misa Natal di beberapa masjid di provinsi yang pernah dilanda kerusuhan bernuansa SARA pada 1999 itu.
Konflik panjang dengan korban jiwa yang tak sedikit, kota yang hancur, trauma yang dalam, telah menjadi pelajaran yang amat berharga. Sejak beberapa tahun lalu, semangat Pela Gandong (ikatan persatuan dengan saling mengangkat saudara) pun dihidupkan kembali. Mereka membuktikan bersatu jauh lebih bermartabat daripada berseteru. Di Semarang, Cirebon, Tasikmalaya, Simalungun, Timika, Manokwari, Minahasa, dan berbagai kota lain, misa Natal juga penuh penjagaan pemuda muslim.
Tentu, selain semangat tolerasi yang tinggi, ini tak lepas dari kerja polisi, khususnya Datasemen Khusus 88 (Densus 88). Densus 88 telah menangkap terduga teroris di Bekasi, Tasikmalaya, Payakumbuh, Deli Serdang, dan Tangerang selatan. Di Hari Natal, Densus 88 bahkan masih melumpuhkan rencana mereka di Purwakarta. Kita tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika polisi kita tak sigap bekerja.
Kapolri Tito Karnavian memang tegas menjamin keamanan Natal. Jaminan Kapolri menjadi amat penting karena kekhawatiran publik memang tinggi. Selain tensi politik menjelang pilkada DKI yang meninggi, 53 anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Suriah asal Indonesia yang pulang kampung juga menjadi rasa cemas. Terlebih Desember ini aksi terorisme melanda beberapa negara seperti Jerman, Turki, dan Mesir.
Dalam pesan Natalnya Paus Fransiskus juga mengatakan aksi brutal teroris telah mamatrikan rasa takut luar biasa. Namun, Paus juga mengingatkan betapa Yesus atau Isa yang ditolak saat lahir, kini masih berlanjut. Kata Paus, pengabaian itu kini terjadi, yakni ketika cahaya komersialisasi mendominasi dan cahaya Tuhan menjadi bayang-bayang. Manusia begitu peduli pada meteri, tapi tak peduli pada mereka yang terpinggirkan.
“Keduniawian ini telah menyandera Natal. Ini harus dibebaskan,” kata Paus. Karena itu, ‘menghadirkan kembali’ Riyanto kali ini menjadi punya tali relasinya sendiri. Ia menjadi penanda cahaya Tuhan masih menyala. Kita bersyukur, meski ada upaya menegasi, toleransi sesungguhnya masih punya tempat yang tinggi di negeri ini.***
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved