Presiden Berkicau

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
26/12/2016 05:31
Presiden Berkicau
(AFP PHOTO / Leon Neal)

TWITTER kayaknya bakal menjadi saluran resmi Presiden AS Donald Trump berkomunikasi dengan publik dalam negeri, ataupun dunia. Hingga saat ini, baginya tak ada beda suasana berkicau melalui Twitter saat berkampanye sebagai capres dengan kini sebagai presiden terpilih. Tidak berlebihan untuk mengatakan setelah 20 Januari 2017, resmi bersinggasana di Gedung Putih, Presiden Trump akan melanjutkan kegemarannya berkicau via Twitter.

Melalui media sosial itu, seluruh dunia dapat mengikuti kicauan aneh dari presiden aneh itu. Diperlukan 'ketenangan' tersendiri membacanya karena kicauannya besar kemungkinan berisi kebijakan yang bisa bikin panas hati pemerintah di belahan dunia lain, terlebih buat publik AS sendiri.

Kicauan paling panas bagi publik AS ialah pujian Trump terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengecam Hillary Clinton dan partainya, Demokrat. Dalam sebuah konferensi pers, Putin bilang Demokrat kalah di semua front dan mencari orang untuk disalahkan di mana saja. "Mereka perlu belajar untuk kalah dengan bermartabat."

Gendang bersambut, pada 24 Desember 2016, Trump mencicit pernyataan Putin itu dengan eksplisit menyebut nama Hillary dan menambahkan pujian, "So true!" Alias Putin benar banget! Kritik lalu berhamburan terhadap Trump, antara lain membalikkan perihal martabat (dignity) kepadanya. Master KGB bakal masuk ke pertahanan AS dan Trump bangga akan hal ini?

"Have you no dignity whatsoever?" Ada yang dengan nada kurang ajar bilang, "This is your leader America. Merry fucking Christmas." Maaf, dalam suasana kesucian Natal, saya mengutipnya. Patut diantisipasi bahwa jari jemari Trump bakal kian ringan dan lincah menyentuh keyboard mengirim pesan apa saja, terutama berisi kebijakannya, melalui Twitter. Contohnya, perihal bom nuklir.

Pada 22 Desember 2016, dia mengatakan AS harus dengan hebat memperkuat dan melanjutkan kapabilitas nuklir. Hanya dengan satu kalimat, 118 karakter di Twitter, Trump meluluhlantakkan kebijakan nuklir para pemimpin AS, mulai dari Richard Nixon, Jimmy Carter, Ronald Reagan, George HW Bush, Bill Clinton, George W Bush, hingga Barack Obama, yang telah bersusah payah mengempeskan senjata nuklir Rusia.

Melalui Twitter pula Trump menyampaikan keputusannya kepada Boeing, pabrik pesawat terbang terbesar AS, untuk membatalkan order pembelian pesawat kepresidenan Air Force One yang baru. Trump menuduh biayanya di luar kendali, lebih dari US$4 miliar. Katanya, kita ingin Boeing bikin uang, tetapi tidak sebanyak itu.

"Cancel order!" perintahnya di Twitter. Sebelumnya, presiden terpilih Trump lebih dulu menyebarluaskan hasil perbincangannya dengan pimpinan puncak pabrik mobil Ford, bahwa Ford membatalkan rencana mereka memindahkan pabrik dari Kentucky ke Meksiko.

Padahal, tidak benar Ford akan menutup pabriknya di AS itu. Julian Assange, pendiri Wikileaks, berpendapat Presiden Trump bakal membawa perubahan yang terburuk dan lebih baik sekaligus. Assange bekerja sama dengan Rusia membocorkan e-mail Hillary Clinton, yang menjadi salah satu faktor kekalahan Hillary.

Ia membahasakan pembocoran e-mail itu atas nama demokrasi dan telah dilakukannya sejak Hillary menjadi Menlu AS. Sejauh ini yang terbaca ialah Trump lebih baik bagi Rusia, terburuk bagi Tiongkok. Bahkan, kebijakan luar negeri hanya ada satu Tiongkok yang selama ini dijalani sebagai status quo, naga-naganya bakal diobrak-abrik Trump, dengan mengakui Taiwan.

Kebijakan membawa perubahan yang lebih baik dan terburuk itu dilansir melalui Twitter. Media sosial yang satu itu bakal menjadi-jadi di genggaman Trump. Bahkan, ada profesor komunikasi yang menyebutnya sebagai tweeter in chief. pakah komunikasi presiden melalui media sosial dapat dipertanggungjawabkan?

Apakah itu sehat bagi demokrasi yang selama ini hidup bersama kebebasan pers sebagai pilar keempat? Bukankah Twitter, Facebook, dan lain-lain itu bukan pers, melainkan mesin, bahkan mesin bisnis? Pertanyaan itu salah alamat karena Trump percaya media sosial, khususnya Twitter, di jari jemarinya telah menjadi kekuatan kelima.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima