Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEINGINAN untuk membangun yang kita miliki sungguh luar biasa. Kita i ngin membangun puluhan bendungan. Kita sudah mencanangkan pembangunan pelabuhan dan bandar udara. Tol yang dibangun dalam lima tahun ditetapkan 1.500 km, sedangkan pembangkit listrik yang akan dibangun dalam lima tahun 35 ribu Mw. Memang kita harus punya mimpi yang besar. Tantangan selanjutnya ialah bagaimana merealisasikan mimpi itu.
Keinginan membangun infrastruktur jangan sekadar untuk memiliki prasarana, tetapi harus juga kita pakai untuk membangun manusia Indonesia. Dalam sarasehan 100 ekonom pekan lalu, setidaknya pandangan itu dilontarkan Djisman Simanjuntak dan Mudrajad Kuncoro.
Keduanya mengingatkan pembangunan agar tidak melupakan modal manusia yang kita miliki. Sayang sekali kalau kita tidak memberikan kesempatan kepada putra-putra Indonesia menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Selama ini terlalu sering kita membiarkan bangsa kita hanya menjadi penonton.
Dalam pembangunan pembangkit tenaga listrik, misalnya, terlalu banyak proyek dengan model turnkey. Memang karena proyek didanai dengan kredit ekspor, seluruh pelaksanaan proyek akhirnya ditentukan negara pemberi kredit. Bukan hanya teknologinya yang mereka tentukan, tenaga pelaksana pun didatangkan dari negara mereka.
Negara yang paling agresif mengekspor teknologi dengan kredit ekspor ialah Tiongkok. Banyak proyek pembangkit tenaga listrik di Indonesia kini yang dikerjakan sepenuhnya oleh tenaga kerja Tiongkok. Tidak usah heran apabila bangsa Tiongkok kemudian cepat berkembang karena mereka banyak melakukan praktik.
Sementara itu, kita tidak pernah bisa menguasai teknologi mereka karena hanya menjadi penonton. Walaupun belum serapi produk Jepang, produk Tiongkok terus berkembang. Sama seperti Jepang, bangsa Tiongkok sudah menguasai teknologi ultra-supercritical untuk pembangkit listrik tenaga uap. Bahkan dalam kunjungan saya ke Shanghai pekan lalu, Tiongkok mampu mengembangkan teknologi PLTU paling efisien di dunia.
Mereka bisa membuat turbin dan boiler yang cukup membutuhkan 276 gram batu bara kalori sedang untuk menghasilkan 1 kilowatt-hour listrik. Yang menarik, Tiongkok melakukan hal itu dari pengembangan teknologi yang sebelumnya diberikan lisensi oleh Siemens, Jerman, untuk turbin dan Alstom, Prancis, untuk boiler. Karena putra-putra Tiongkok diberi kepercayaan mengembangkan ilmu pengetahuan, akhirnya mereka tidak hanya menguasai teknologi itu, tetapi bahkan bisa lebih maju.
Kita sering kali tidak berani memberikan kesempatan kepada putra-putra Indonesia mencoba. Selalu ada kekhawatiran mahal atau takut gagal sehingga modal manusia yang kita miliki dibiarkan tidak termanfaatkan. Padahal, tidak ada kemajuan tanpa pernah mencoba. Bagi banyak negara, kegagalan dianggap sebagai biaya pembelajaran. Justru dari kegagalan itu orang kemudian belajar dan berupaya untuk tidak sampai gagal dua kali.
Pepatah lama kita pun mengajarkan, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Saat pertemuan dengan Presiden Harbin Electric International Company Limited Qu Aimin di Tianjin, Tiongkok, dikatakan, pihaknya membawa seluruh tenaga kerja dari Tiongkok dalam mengerjakan berbagai proyek di Indonesia.
Namun, jika Indonesia meminta untuk tidak menggunakan model turnkey, pihaknya tidak keberatan. Harbin menggunakan model kerja sama dengan perusahaan lokal dalam membangun proyek tenaga listrik di India. Kini terpulang kepada kita, apa yang ingin kita dapatkan dari berbagai proyek infrastruktur yang hendaknya kita lakukan? Apakah kita hanya ingin memiliki infrastruktur ataukah kita juga ingin agar para insinyur kita mempunyai kemampuan membangun infrastruktur?
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved