Mengacum

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
13/12/2016 05:31
Mengacum
(MI/Susanto)

DI hari kahirannya kisah Nabi Muhammad SAW dihidupkan kembali. Peringatan kelahiran sang Nabi menggema di banyak tempat (ibadah), meski ada yang berpendapat peringatan serupa itu bid'ah. Ucapan selamat memeperingati Maulid Nabi, khususnya di media sosial, juga lebih ramai, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seperti ada ghirah baru 'menapaktilas' jejak Nabi terakhir penyebar agama samawiu. Status facebook umumnya juga berisi tentang Muhammad. Saya kutip status facebook intelektual Komaruddin Hidayat, kemarin (12-12).

"Riwayat hidup Nabi Muhammad paling komplit dibaca ketimbang nabi-nabi sebelumnya....Yang paling monumental adalah mushaf Alqur'an yang tersebar dan dipelajari di seluruh dunia. Semua warisannya dijaga dari generasi ke generasi. Jika terjadi perbedaan penafsiran bisa ditelusuri mata rantai sejarahnya dan asal usul mazhab dengan metode tafsirnya. Penafsiran itu relatif, namun sumbernya absolut dan sakral. Meminjam frase Hussein Nashr, produk penafsiran itu relatively absolut, absolutely relative. Tapi tidak setiap orang punya otoritas menafsirkan karena mensyaratkan kedalaman dan keluasan ilmu," tulis mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah itu..

Mereka mengangkat keteladanan Rasulullah diberi predikat al-amin (jujur), adil, penyabar, dan pemaaf. Ini agaknya karena belakangan hubungan kita agak menegang karena perbedaan pendapat dalam kasus Ahok. Kisah Sang Nabi diharapkan bisa mendinginkan suasana. Sebab, ghibah (menjelekkan orang lain), naminah (menghasut) atau mengacum, bahkan ajujah (fitnah), sepert menjadi sisi paradoks kita yang paling nyata. Mengacum para pengikut yang mudah digerakkan tanpa akal sehat, memang seperti kegemaran baru bangsa ini.

Padahal, di banyak ceramah dan khotbah para pendakwah selalu mengingatkan agar kita selalu menjauh dari seluruh perkara yang tercela; melakukan tabayun untuk perkara-perkara yang belum jelas. Tetapi, media sosial telah menjadi 'tong sampah raksasa' yang menampung apa saja: sumpah serapah, caci maki, kebencian, amarah. Nabi yang adil dan pemaaf itulah yang juga 'diperebutkan' dalam kasus Ahok. Ia telah meminta maaf berkali-kali, tetapi jalan hukum telah ditetapkan menjadi pembuktian siapa salah dan siapa yang benar. Hari ini kasusnya pun mulai disidangkan.

Ghibah dan fitnah memang hidup di segala zaman. Di masa Nabi ada sosok bernama Abdullah ibn Ubay yang tak pernah berhenti mengacum kaum Anshar dan Muhajirin. Para sahabat Nabi geram, bahkan ingin membunuh ibn Ubay, tetapi Muhammad justru memafkannya. Orang ini pula yang kemudian bersama Misthah ibn Utsatsah, Hassan ibn Tsabit, Hamna bin Yahsy, berkomplot untuk membuat fitnah yang lebih keji pada istri Nabi, yakni Aisyah. Dalam buku Sejarah Hidup Muhammad (2015) yang ditulis sejarawan kenamaan Mesir, Muhammad Husain Haekal, diceritakan mereka menfitnah Aisyah berzinah dengan pemuda tampan, Shafwan.

Inilah fitnah keji yang membuat penduduk Madinah gempar dan hubungan Muhammad dan Aisyah pun nyaris beku. Mereka kemudian dihukum dera setelah turun wahyu Surat Al-Nur yang salah satu ayatnya mengatakan orang yang menuduh wanita baik-baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka.... Namun, setelah menjalani hukuman, Muhammad menerima kembali mereka dengan hangat. Tak ada benci, tak ada dendam.

Ada pula pemanah bernama Suraqah bin Malik al-Madlaji. Ia peserta sayembara membunuh Muhammad untuk mendapatkan bayaran 100 unta betina yang siap beranak. Tetapi, setelah Suraqah gagal menjalankan misinya, Nabi justru memaafkannya. Begitu banyak teladan Muhammad yang menjadi pemandu dan obor penerang umat. Mestinya momen peringatan hari kelahirannya menjadi oasis bagi jiwa-jiwa kita yang penuh kebencian dan prasangka. Saatnya berhenti mengacum, adu domba, dan ajujah.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima