Bangkitnya Populisme

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
08/12/2016 05:31
Bangkitnya Populisme
(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

POPULISME sebagai paham kian perkasa di berbagai negara. Terakhir, hal itu terbukti di Italia, Minggu (4/12). Warga Italia dengan 59,1% suara menolak perubahan konstitusi yang ditawarkan PM Matteo Renzi. Akibatnya, Renzi mengundurkan diri. Pemilu kelak diprediksi bakal dimenangi kalangan populis radikal, Five Star Movement, yang dipimpin komedian Beppe Grillo. Bila berkuasa, Grillo akan mengadakan referendum untuk meninggalkan euro, menghidupkan mata uang lira, bahkan Italia sangat berkemungkinan menyusul Inggris keluar dari Uni Eropa.

Substansi pokok populisme ialah untuk mendapatkan dukungan dari warga biasa, populisme memberi apa yang mereka inginkan. Sesungguhnya, tidak ada riwayat Trump sebagai populis. Ia kapitalis dan elitis seasli-aslinya. Namun, faktanya kelas pekerja dan kalangan taat beragama memercayai populisme yang dijanjikannya. Dua per tiga warga kulit putih tak bergelar sarjana dan 80% evangelis kulit putih memilih Trump menjadi presiden.

Sebuah statistik kiranya cukup menggugah, sebagian besar pekerjaan pria Amerika menjadi sopir mobil, bus, atau truk. Lebih dari tiga juta orang Amerika sopir truk profesional. Delapan tahun AS dipimpin Presiden Barack Obama, elite cerdas dari Partai Demokrat, tidak membuat hidup warga biasa menjadi lebih baik. Pendapatan kelas pekerja merosot. Populisme pun laku keras sekalipun digaungkan capres norak dan instan menjadi populis. Di Italia dan Prancis, populisme itu kiranya berkaitan dengan tingginya pengangguran.

Sejak 2012, angka pengangguran di Italia di atas 10%, yaitu 10,7% (2012), 12,2% (2013), 12,7% (2014), dan 11,9% (2015). Di Prancis, pada tahun yang sama, pengangguran naik terus, yaitu 9,4% (2012), 9,9% (2013), 10,3% (2014), dan 10,4% (2015). Namun, di Inggris, yang terjadi sebaliknya, pengangguran terus berkurang dari 8,0% pada 2012 menjadi 7,9% (2013), 6,1% (2014), bahkan 5,3% (2015). Akan tetapi, 2016, Brexit yang menang.

Benarkah populisme yang bangkit di AS? Paul Krugman, peraih Nobel ekonomi, mematahkan tesis tersebut. Kata dia, untuk kelas pekerja, Partai Demokrat mengusung kebijakan yang lebih baik daripada partai mana pun. Contohnya kawasan timur Kentucky, sangat kulit putih. Ambil kasus Clay County, yang beberapa tahun lalu disebut tergolong tempat paling sulit untuk hidup. Pada 2013, sebanyak 27% warga tidak punya asuransi kesehatan, turun tinggal 10% pada 2016.

Hillary Clinton berjanji melanjutkan program Obama yang populis itu, sedangkan Trump menghentikannya. Hasilnya? Di Clay County, Trump yang menang dengan meraih 87% suara. Bila bukan karena bangkitnya populisme, isme apa yang membuat Trump menang? Ada yang menjawab kebangkitan nasionalisme baru, yang ditandai teriakan Trump, "Make America great again!" Grillo dan Le Pen mengagumi Trump, tentu juga 'teriakan' mereka untuk negara masing-masing.

Jawaban lain diajukan Mark Lilla, profesor kemanusiaan di Columbia. Kata dia, pilpres AS menandai berakhirnya identitas liberalisme. Hillary sangat bagus berbicara soal kepentingan AS di dunia dan bagaimana hal itu berkaitan dengan pemahaman demokrasi. Akan tetapi, ketika bicara perihal rumah sendiri, dia cenderung kehilangan visi besar dan tergelincir pada retorika kebinekaan, dengan menyebut eksplisit African-American, Latino, LGBT, dan pemilih perempuan.

"Itu kesalahan stategis," kata Mark Lilla. Perihal kelompok-kelompok di Amerika, lebih baik katakan semua mereka. Jika tidak, mereka yang tidak disebut merasa 'dikeluarkan'. Itulah yang terjadi dengan kelas pekerja kulit putih dan evangelis. Kita bukan penganut liberalisme. Kita penganut Pancasila. Menyebut anak bangsa kiranya lebih baik, mencakup semuanya, apa pun suku dan agamanya, tak ada yang merasa 'ditinggalkan' atau 'dikeluarkan'.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima