Ekspor

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
19/11/2016 05:31
Ekspor
(ANTARA FOTO/ Dewi Fajriani)

LAPORAN bulanan yang disampaikan Badan Pusat Statistik pantas membuat kita tersadar. Begitu lemahnya produk ekspor yang kita miliki sehingga ketika harga komoditas terpuruk seperti sekarang, ekspor kita pun ikut terjerembap. Nilai ekspor kita tahun ini mencapai titik terendah. Hingga akhir Oktober, total ekspor kita tercatat US$140 miliar. Kalaupun dua bulan terakhir kita bisa mendorong ekspor hingga US$12 miliar per bulan, secara total nilai ekspor hanya akan berada pada kisaran US$160 miliar.

Itu terlalu rendah untuk ukuran negeri seperti Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan penduduk yang mencapai 250 juta jiwa. Berulang kali kita sampaikan, sulit dipahami apabila nilai ekspor kita bisa lebih rendah ketimbang Malaysia. Apalagi jika kita melihat Korea Selatan atau Jepang yang boleh dikatakan tidak memiliki sumber daya alam apa pun, tetapi ekspor mereka bisa di atas US$200 miliar.

Semua itu terjadi karena kita tidak cukup kuat mendorong lahirnya industri yang mempunyai nilai tambah tinggi. Kita setengah hati untuk menyambut datangnya investasi. Kita takut untuk memberikan insentif karena merasa sudah cukup memberikan kemudahan. Padahal, kenyataannya tidak banyak kemudahan yang diberikan. Salah satu contohnya ialah dalam pengembangan otomotif. Toyota Motor Corporation (TMC) telah memutuskan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan serbaguna (multipurpose vehicle).

Kita bisa melahirkan banyak perusahaan pemasok kalau kita sungguhsungguh menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dunia. Thailand sudah merasakan itu ketika dijadikan basis produksi TMC untuk sedan. Pertanyaannya, apakah kita bersungguhsungguh membuat TMC nyaman di Indonesia? Meski sudah triliunan rupiah investasi ditanamkan di Indonesia, pihak TMC masih meragukan kesungguhan Indonesia. Paling mudah saja dalam pengembangan bahan bakar minyak ramah lingkungan.

Ketika dunia sudah sampai standar Euro6, kita masih Euro2. Akibatnya, untuk tes mesin bagi keperluan ekspor, pihak TMC harus mengimpor BBM dari luar negeri. Ketidakjelasan arah kebijakan industri membuat para pengusaha tidak memiliki pegangan dalam mengembangkan usaha mereka. Investasi yang dilakukan cenderung bersikap jangka pendek. Akibatnya, sulit untuk bisa membuat kita memiliki produk unggulan.

Dalam hal ini, Malaysia dan Thailand jauh lebih agresif. Bahkan Vietnam muncul sebagai kekuatan baru yang mengancam Indonesia. Semua itu bisa terjadi karena arah kebijakan pembangunan industri mereka lebih jelas dan pemerintah mereka memberikan semua yang dibutuhkan bagi terba ngunnya industri yang bisa dibanggakan. Kita masih ingat bagaimana ketika Panasonic ingin menjadikan Indonesia sebagai basis industri elektronik di Asia Tenggara.

Perdana Menteri Malaysia Mathathir Mohamad sampai terbang langsung ke Osaka untuk menemui pimpinan Matsushita. Ia menanyakan kemudahan yang diberikan Indonesia dan Mahathir memberikan kemudahan yang jauh lebih baik agar Panasonic mau memin dahkan rencana investasi mereka ke Malaysia. Kita harus memiliki cara kerja get things done seperti itu apabila ingin membuat Indonesia menjadi negara industri baru. Kita tidak perlu takut investor akan untung karena dengan mendapatkan untung, mereka semakin betah di Indonesia.

Mereka akan semakin bersemangat berinvestasi di sini. Kita pun ikut mendapatkan untung karena banyak warga masyarakat yang bisa mendapatkan pekerjaan, banyak pengusaha lokal yang bisa menjadi pemasok, dan negara mendapatkan pajak perusahaan 25% dari keuntungan itu. Indonesia pasti jauh lebih menarik daripada negara tetangga karena sumber daya alamnya yang jauh lebih kaya. Pasar kita pun besar karena ada 250 juta penduduk. Sekarang tinggal kita lebih cerdas untuk membangun industri yang memiliki nilai tambah agar ekspor kita tidak terus terpuruk seperti sekarang.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima