Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI

APAKAH indahnya menebar ujaran kebencian? Hanya orang 'sakit' yang menjawab betapa indahnya menebar kebencian. Benarkah pernyataan itu?
Pernyataan itu hiperbolis karena realitas menunjukkan betapa menebar kebencian tidak berhubungan dengan 'sakit' atau 'waras'. Orang 'sakit' atau orang 'waras' kiranya sama-sama dapat menjadi penebar kebencian.
Dahulu orang tak bisa menyebar kebencian dan meresponsnya seketika, lalu serentak menyebarkannya ke seluruh penjuru.
Kini, melalui media sosial, itulah yang terjadi.
Sebaliknya, mestinya sama saja, dahulu orang tidak bisa menyebar kebajikan dan meresponsnya seketika, tetapi kini dengan media sosial, mudah sekali.
Nyatanya? Lebih mudah menyebar kebencian ketimbang kebajikan.
Padahal, sesuai dengan namanya, media sosial tidak diciptakan untuk menjadi media asosial, apalagi media antisosial.
Namun, kini orang di mana-mana direpotkan paradoks tersebut.
Situasi itu kayaknya tidak ada relasinya dengan kehebatan suatu bangsa, suatu negara.
Negara supermaju seperti AS pun mengalaminya, sebagai buah pahit dari kebebasan.
Contohnya, berkaitan dengan Donald Trump, melalui hastag #boycottgrubhub, tersebarlah kebencian terhadap Grubhub, perusahaan jasa pengantar makanan via daring.
Isinya agar pendukung Trump memboikot perusahaan itu.
Apa pasal?
Tersebutlah Matt Maloney, bos perusahaan itu, mengirim e-mail kepada karyawannya yang isinya menyarankan karyawan yang setuju dengan perilaku dan kampanye presiden terpilih Donald Trump agar mengundurkan diri.
E-mail itu antara lain terbit dan dibahas seorang jurnalis di Foxnews.com (Rabu, 10/11).
Matt Maloney membantahnya. E-mail-nya telah salah dimengerti.
Kata Maloney, ia tidak meminta siapa pun jika memilih Trump untuk mengundurkan diri.
"Saya tidak akan pernah melakukan hal itu. Sebaliknya, pesan e-mail itu mengatakan bahwa kami tidak menoleransi kegiatan diskriminasi atau komentar kebencian di lingkungan kerja. Kami membela perbedaan perspektif dan inklusif."
Grubhub rata-rata sehari melayani 267.500 pesanan yang diantar meliputi 1.100 kota di seantero AS.
Akibat kebencian itu penjualannya merosot, dalam 24 jam sahamnya anjlok 5%.
Dampak ujaran kebencian terhadap bisnis dapat dihitung.
Akan tetapi, berapa harganya, berapa nilainya, bila sampai menghancurkan persatuan bangsa?
Di dalam pidatonya di acara Silaturahim Nasional Ulama Rakyat dengan tema Doa untuk keselamatan bangsa di Ancol, Jakarta (Sabtu, 12/11), yang diselenggarakan Partai Kebangkitan Bangsa, dihadiri lebih dari 5.000 kiai, Presiden Joko Widodo memprihatinkan ujaran bernada hujatan, ejekan, makian, fitnah, serta ujaran yang mengarah ke adu domba yang tersebar luas di media sosial.
"Bangsa kita punya budi pekerti yang baik, punya sopan santun, punya akhlaqulkarimah. Saling ejek, saling memaki, saling memfitnah, dan adu domba itu bukan jati diri masyarakat Indonesia."
Kiranya bukan pula jati diri bangsa ini menyulut dan membangkitkan perbantahan dan pertengkaran di tengah masyarakat, melalui medium apa pun.
Jati diri itu seperti lenyap seketika gara-gara pilkada Jakarta.
Pilkada Jakarta memberi pelajaran amat penting bagi persatuan bangsa, tidakkah lebih bijak pilkada dilakukan DPRD?
Cukuplah pilres dipilih langsung oleh rakyat.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved