Lebaran Kuda

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
04/11/2016 05:31
Lebaran Kuda
(NTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)

FRASA 'lebaran kuda' kini membubung tinggi. Ungkapan khas tradisi lisan Betawi ini menjadi trending topic Twitter Indonesia, tak sampai dua jam Susilo Bambang Yudhoyono mengangkatnya dalam konferensi pers di rumahnya, Puri Cikeas, Rabu silam. Intinya, ia minta Gubernur DKI Jakarta Ahok yang diduga melakukan penistaan agama (Islam) diproses hukum. Ini agar tidak ada penilaian Ahok kebal hukum.

Proses hukum ini penting, kata SBY, agar negara tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan. Ia pun mendukung demonstrasi hari ini (4 November) yang menuntut Ahok diproses hukum karena demonstrasi dijamin undang-undang. "Kalau tuntutannya (para pedemo 4 November) tidak didengar, sampai lebaran kuda bakal ada unjuk rasa," ujar SBY. Ia minta mereka yang akan berdemonstrasi tertib, jangan melakukan keributan.

Tak hanya di Twitter, frasa 'lebaran kuda' melangit. Pukul 15.12 kemarin, saya memasukkan kata kunci 'lebaran kuda' ke mesin pencari, Google, muncullah 362.000 kali dalam waktu 0,29 detik. Lalu pada pukul 17.45 saya membuka lagi, angkanya telah menembus 409.000 kali dalam waktu 0,33 detik. 'Lebaran kuda' yang berarti kemuskilan atau sesuatu yang entah kapan terjadi, juga menjadi meme yang riuh di media sosial.

Beberapa di antaranya, gambar kalender, tanggal 4 November diberi warna merah, di bawahnya tertulis, '4 November = Hari Lebaran Kuda', dengan gambar SBY yang tangan kanannya tengah menunjuk. Ada lagi meme dengan gambar anak-menantu SBY berbusana lebaran, dengan teks 'Kami dari Abang-Adik Dinasti Cikeas Mengucapkan Lebaran Kuda 4 November'.
Rupanya ungkapan 'lebaran kuda' memang kerap dilontarkan SBY.

Pertengahan 2010, ketika mengomentari sepak bola kita, SBY juga bilang, "Kalau tidak ada langkah konkret, sampai 'lebaran kuda' kita punya sepak bola begini terus." Setahun kemudian di Rapimnas Kadin di Jakarta, pada 1 April, dalam sambutannya ia bilang, "Dalam waktu mendatang Indonesia harus menjadi new emerging economic. Kita tidak bisa diam saja. Kalau diam dan melakukan business as usual, sampai 'lebaran kuda' tidak akan pernah terwujud."

Tentu saja, 'lebaran kuda' kali ini lebih punya makna bagi para pendengarnya. Dalam banyak komentar, SBY pun dinilai kalah arif jika dibandingkan dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang ketika ditemui Jokowi justru memunculkan persepsi yang menyejukkan menjelang demonstrasi 4 November. 'Lebaran kuda' kali ini serupa bumerang, menyerang balik.

Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, meski SBY berupaya mengklarifikasi beberapa hal miring yang dialamatkan kepadanya, publik memilih 'lebaran kuda' sebagai melepas ketegangan, membuat senyum. Konferensi pers selama 48 menit tanpa pertanyaan wartawan itu, terasa penuh intonasi afirmasi. Terasa kental nada kecewa, galau, kesal yang menyatu.
Saya menyimak banyak respons dan perbincangan atas konferensi pers SBY.

Ada banyak yang menyesalkan sebab SBY baru saja menjabat dan anaknya kini tengah maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Ada yang bertanya, kenapa SBY jadi mengecilkan diri sendiri sebagai presiden dua kali? Mestinya SBY tetap dalam kehormatannya yang tinggi. Dalam semiotika, penjelasan SBY dalam konferensi ialah sebuah tanda. Tentu SBY sendiri yang mafhum tentang kejujuran sejati yang terkandung dalam seluruh ucapannya.

Namun, layaknya sebuah tanda, publik boleh menafsirkan sesuai kecakapan dan kepentingannya. Namun, sejujurnya saya sedih. Sedih karena sosok yang telah menjadi presiden--juga wakil presiden--mestinya sosok yang telah selesai melintasi seluruh 'kepentingan'. Ia mestinya tak boleh menjadi olok-olok kita. Ia telah menjadi milik bersama, tempat kita bertanya selaku guru bangsa, tentang aneka sengkarut negara.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima