Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI

SUDAH lama istilah ini didengungkan, tetapi sulit bagi kita untuk melaksanakannya. Begitu susahnya kita melakukan sinergi di antara kekuatan ekonomi yang ada. Kita tidak bisa menetapkan kapan kompetisi itu dijalankan dan kapan kooperasi itu dilakukan.
Tepatlah salah satu bahasan dalam Rembuk Nasional 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, yakni membangun sinergi di antara badan usaha milik negara, swasta, dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Negara harus hadir untuk mendorong sinergi itu agar bisa terjadi.
Sejak 1988 kita menetapkan pembangunan negara ini tidak lagi bertumpu pada negara. Semua negara memang mengalihkan peran pembangunan ekonomi ke swasta. Tiongkok yang menerapkan sistem sosialisme bahkan memilih jalan itu untuk sistem ekonomi mereka. Dengan itu, negara mendorong lahirnya wirausaha.
Dengan paradigma tersebut, pembangunan pertama ditawarkan kepada swasta untuk melaksanakannya. Baru kalau swasta tidak sanggup, peran itu dimintakan kepada BUMN. Apabila BUMN tidak sanggup juga, barulah APBN yang dipergunakan untuk pembangunan.
Kita sebenarnya sudah menerapkan pendekatan itu. Bandar udara di Yahukimo, misalnya, dibangun dengan menggunakan APBN. Demikian pula pembangunan pelabuhan laut di Indonesia Timur. Semua itu dilakukan karena baik swasta maupun BUMN tidak mungkin membangun infrastruktur yang frekuensi perdagangannya masih rendah. Namun, untuk pembangunan jalan tol, pemerintah menawarkannya kepada swasta. Demikian pula dengan pembangkit tenaga listrik.
Baru ketika swasta tidak sanggup, BUMN yang mengerjakan seperti tol di Bali atau sekarang kereta api cepat Bandung-Jakarta.
Hanya, kita sering tidak konsisten. Kadang masih berpikiran negaralah yang harus melakukan pembangunan. Padahal, kebijakan besarnya bisa ditentukan negara, tetapi pelaksanaannya dilakukan swasta.
Salah satu yang membuat Tiongkok bisa cepat membangun karena negara berpikir cerdas. Negara menetapkan bentuk pembangunan yang ingin dicapai. Patokannya, pembangunan itu bisa dirasakan dan dinikmati semua orang. Pelaku pembangunannya bisa siapa saja. Istilah yang dipakai Pemimpin Tiongkok Deng Xiaoping, "Tidak peduli kucing itu warnanya hitam atau putih, yang penting bisa menangkap tikus.
"Memang sering kali muncul godaan bagi pemegang kekuasaan. Dalam pelaksanaannya, peluang itu diberikan kepada kroni. Oleh karena itu, penting bagi pemegang kekuasaan untuk lepas dari konflik kepentingan. Aturan main harus berlaku sama bagi setiap orang dan yang dilihat tingkat profesionalisme dan kompetensinya.
Pengalaman di Korea Selatan, negara memiliki database setiap badan usaha. Pemerintah bahkan memahami bisnis model dan tingkat profitabilitasnya. Perusahaan boleh mendapatkan untung, tetapi jangan menjadi monster yang mencekik rakyat. Negara yang membuat aturan main agar semua dapat diuntungkan.
Ketika negara mampu menjadi pengayom, bukan hanya sinergi antarkekuatan ekonomi yang bisa kita optimalkan. Pembangunan pun bisa kita percepat. Ketika ada divestasi asing yang dilakukan, swasta nasional bisa diminta mengambil alih. Kita apresiasi langkah pemerintah, misalnya, yang memberi kesempatan kepada Medco untuk mengambil alih tambang milik Newmont di Nusa Tenggara Barat. Ketika sekarang ada divestasi pembangkit listrik tenaga panas bumi milik Chevron, sebaiknya kesempatan pertama diberikan kepada swasta. Dengan cara seperti itu, tidak perlu ada tabrakan antara BUMN dan swasta. BUMN bahkan bisa fokus menggunakan sumber daya untuk membangun yang lain. Itulah esensi dari Indonesia incorporated.
Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved