Terkejut

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
28/10/2016 05:31
Terkejut
(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

TERKEJUT memang gejala indrawi yang normal. Namun, sejak banyak orang bercitra baik berlaku korup, sa ya tak terkejut lagi jika ada kasus serupa itu. Termasuk jika suatu saat aparat lembaga antirasywah menangkap sosok berwajah aulia, amat alim, terpelajar, santun, dan selalu memberi advis bagi khalayak. Dalam khazanah Me layu tak ba nyak peribahasa yang menggu nakan kata terkejut.

Dua di antaranya, ‘Bagai kerbau terkejut oleh gong’ yang berarti tercengangcengang keheranan. Yang berikutnya, ‘Takut pada ular, terkejut pada bengka rung’. Artinya, karena takut pada orang yang berkuasa, takut pula pada keluarganya. Ini pasti mental rendah diri. Menristek dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, terkejut setelah Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan ada indikasi suap atas pemilihan rektor di beberapa kampus negeri.

Tentu peribahasa yang pertama itulah yang menggambarkan keheranan Menteri Nasir. Saya justru terkejut karena Nasir terkejut atas permainan fulus di kampus. Saya heran, sudah dua tahun menjadi menteri, ia tak tahu permainan kotor di institusinya itu. Padahal, politik uang di kampus bukan berita baru. Sejak 2006, ada 13 rektor tersandung korupsi, beberapa telah pula dibui.

Mestinya Nasir ketika baru menjadi menteri menginvestigasi kampus yang terindikasi jorok, main politik uang, dalam suksesi. Mestinya, menyapu lantai kotor ialah agenda pertama Pak Menteri. Alangkah bahayanya jika para petinggi kampus lancung lakunya, cacat integritasnya. Kini, politik uang memang telah menjadi virus yang menyebar ke mana-mana. Bahkan, untuk kelas ketua ormas pemuda di sebuah kota, ada yang berani membayar tunai Rp1 miliar.

Pemilihan kepala desa dengan fulus miliaran, telah pula terjadi di banyak tempat. Jalan kotor ini dianggap kelaziman belaka. Kembali soal suksesi rektor, sudah jadi galib rupanya, ada tim sukses, juru kampanye, dan tentu fulus. Mereka itulah yang nanti duduk di kabinet sang rektor terpilih. Seperti diungkap Ombudsman Republik Indonesia, ada dugaan suap yang dilakukan tujuh kampus negeri dalam pemilihan rektor.

Ada indikasi keterlibatan salah satu petinggi partai politik dan oknum di kantor Nasir. Bahkan, di beberapa kampus telah ada penyerahan uang Rp1,5 miliar-Rp5 miliar. Kian hancurlah pendidikan tinggi kita. Jika menteri mempunyai hak 35% suara dan senat 65% dalam pemilihan rektor sesuai UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, ternyata bisa
‘dijualbelikan’, KPK harus segera beraksi.

Dengan pemilihan rektor yang kotor, apa yang bisa dipikirkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan? Energi dan siasatnya pastilah habis untuk mencari fulus yang digelontorkan menuju tangga rektor. Padahal, kampus mestinya bersemboyan: Veritas, probitas, iustitia (Kebenaran, kejujuran, keadilan)? Jika tritunggal nilai itu telah sirna di kampus, apa yang tersisa?



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.