Rembuk Nasional

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
26/10/2016 05:31
Rembuk Nasional
(MI/Galih Pradipta)

BERSYUKURLAH pemimpin ketika begitu banyak warganya yang peduli akan masa depan negara. Tanpa harus dipaksa, mereka datang menyampaikan pikiran yang bernas. Mereka berharap pikiran itu bisa menjadi sepercik ide yang bermanfaat untuk membangun negeri ini. Itulah yang bisa kita tangkap dari acara Rembuk Nasional 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Senin (24/10).

Lebih dari seribu orang dari berbagai latar belakang curah pendapat agar kita bisa bergegas membangun Indonesia. Acara sampai harus dimulai setengah jam lebih awal karena ruang diskusi sudah penuh sesak oleh peserta. Semua sadar jalan industri harus menjadi pilihan dalam membangun Indonesia. Sejak lama kita menyadari kekayaan alam yang dimiliki negeri ini begitu luar biasa. Akan tetapi, kita hanya ingin cepat menikmati tanpa mau berkeringat.

Akibatnya, kekayaan alam cenderung menjadi kutukan daripada menjadi berkah. Reindustrialisasi harus dilakukan, tetapi jangan bertumpu di Pulau Jawa. Reindustrialisasi harus mengikuti sumber energi dan sumber bahan baku. Hal itu akan membuat industri lebih efisien sekaligus menghindarkan terjadinya kesenjangan antarwilayah. Kekuatan pasar dalam negeri harus dijadikan modal membangun industri.

Jangan biarkan pasar dibanjiri produk impor karena nilai tambah dan lapangan pekerjaan dinikmati negara lain. Oleh karena itu, insentif terhadap substitusi impor harus diberikan sama seperti kita memberikan insentif kepada produk ekspor. Pembangunan infrastruktur harus searah dengan reindustrialisasi yang hendak dilakukan, termasuk dalam penyediaan manusia berkualitas. Sistem pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan industri dan itu bisa dilakukan apabila pemerintah berkomunikasi dengan kalangan dunia usaha.

Kebijakan fiskal bisa menjadi alat untuk menggerakkan pembangunan agar lebih terfokus. Banyak negara menggunakan insentif pajak untuk pengembangan industri di desa atau daerah baru. Korsel dan Republik Irlandia bahkan menggunakannya untuk mendorong riset dan pengembangan. Memang kepatuhan pajak di tengah masyarakat masih menjadi persoalan. Kesuksesan amnesti pajak tidak mencerminkan kepatuhan pajak.

Rasio penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto yang masih berada di kisaran 11% menunjukkan pekerjaan besar harus terus dilakukan. Namun, hal itu jangan juga membuat kita lupa memberikan insentif bagi pembangunan industri. Hal yang tidak boleh dilupakan dalam melakukan reindustrialisasi ialah sektor pertanian. Angka impor yang terus meningkat menunjukkan kita alpa membangun pertanian. Angka-angka produksi yang penuh rekayasa akan membuat kita semakin jauh membangun ketahanan pangan.

Tingginya orang meninggalkan desa cerminan semakin berkurangnya orang yang mau menggeluti pertanian. Padahal, gejolak pangan akan berpengaruh terhadap stabilitas politik dan sosial. Tidak ada satu pun negara yang meninggalkan sektor pertanian. Jerman dan Amerika Serikat membantu petani dengan memberikan insentif kinerja. Pemerintah langsung memberikan insentif sebesar nilai produksi yang dihasilkan sehingga petani pasti memperoleh 50% pendapatan dari hasil kerjanya yang diberikan negara.

Penguatan ekonomi nasional akan bisa terjadi apabila ada sinergi antara badan usaha milik negara, swasta, serta usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi. Kita harus sadar jumlah pelaku usaha terbesar ialah UMKM. Mereka bisa dikuatkan apabila tergabung dalam koperasi seperti di negara-negara Eropa Barat dan Skandinavia. Mereka jangan diadu langsung dengan BUMN atau swasta besar.

Negara harus hadir untuk mengatur sistem ekonomi yang adil. Sebagai penentu kebijakan, pemerintah tahu ke mana arah pembangunan yang hendak dilakukan. Pembangunan itu akhirnya harus dinikmati semua orang dan peran dari setiap komponen harus dioptimalkan dengan membangun sinergi, bukan malah saling melemahkan.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima