Menteri ESDM

Suryopratomo
01/10/2016 06:06
Menteri ESDM
(ANTARA/Umarul Faruq)

Sering kita menganggap enteng persoalan integritas.

Padahal, itu merupakan faktor penting untuk membuat setiap orang bisa mengoptimalkan kapasitas yang dimiliki dan menghasilkan karya terbaik.

Kita lihat bagaimana Majelis Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat memulihkan nama baik mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus 'papa minta saham'.

Alasannya, Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan rekaman yang menjadi bukti dalam sidang etik MKD tidak sah.

Seakan-akan soal pelanggaran etika pejabat negara itu sekadar masalah hukum.

Padahal, ini lebih berkaitan dengan kepatutan. Semua orang paham ada pelanggaran etika yang dilakukan seorang Ketua DPR.

Pemulihan nama baik yang dilakukan MKD tidak berarti membuat Setya Novanto menjadi kredibel di mata rakyat.

Kalau kita lihat program amnesti pajak bisa sukses, salah satunya disebabkan oleh adanya kepercayaan masyarakat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Orang merasa nyaman dan kemudian mau ikut program amnesti pajak karena tahu integritas Sri Mulyani.

Kita percaya hasil yang diperoleh dari amnesti pajak bisa dipakai untuk membangun negara ini karena Sri Mulyani punya kapasitas untuk mengelola fiskal secara bertanggung jawab.

Dua ilustrasi itu sepantasnya membuat kita tidak main-main dengan masalah integritas.

Kejujuran merupakan hal yang utama, terutama bagi pejabat publik.

Setiap kebijakan publik yang dikeluarkan pejabat yang tidak memiliki integritas pasti tidak pernah akan diindahkan rakyat.

Atas dasar itulah, kita juga ingin mengingatkan tentang jabatan menteri energi dan sumber daya mineral yang sudah 1,5 bulan kosong.

Padahal, kementerian itu merupakan salah satu kementerian yang strategis.

Sekarang ini kita berada dalam situasi krisis, terutama dalam mengantipasi percepatan pembangunan yang akan terjadi.

Bagaimana tidak kritis kalau produksi minyak cenderung menurun, sedangkan investasi baru belum kunjung terjadi.

Di bidang kelistrikan, pembangunan 35 ribu Mw belum menunjukkan kemajuan. Sekarang yang bisa dilakukan hanyalah konservasi energi agar beban listrik bisa dikurangi.

Untuk mengantisipasi krisis yang bisa terjadi, kita tidak bisa terus mengandalkan pelaksana tugas.

Seorang pelaksana tugas hanya mempunyai kewenangan melakukan pengawasan, tetapi tidak bisa mengambil keputusan yang strategis.

Sudah waktunya Presiden Joko Widodo menetapkan menteri ESDM yang definitif.

Hanya saja menteri itu harus yang memiliki integritas yang tinggi.

Jangan sampai Presiden menunjuk pejabat yang keliru dan akhirnya mengganggu kredibilitas pemerintahan seperti yang lalu.

Belajar dari pengalaman, kita membutuhkan menteri ESDM yang spotless clean, benar-benar bersih.

Ia bukan hanya harus jujur, tetapi tidak memiliki kepentingan pribadi.

Berpuluh-puluh tahun kementerian ini dijadikan bancakan dan mesin uang bagi sekelompok orang.

Kalau kita mendengar penilaian pelaku industri energi dan tambang, mereka terkesan dengan sosok Sudirman Said.

Ibaratnya Sudirman membuat sistem yang ada di Kementerian ESDM menjadi tidak bisa dipakai bermain-main.

Tidak ada lubang yang bisa dimasuki, kecuali pintu depan yang terbuka untuk siapa pun yang mau melakukan investasi di bidang energi dan tambang.

Kita bisa lihat bagaimana bisnis Petral yang penuh lika-liku bisa dibersihkan. Upaya kongkalingkong yang coba dilakukan seorang Ketua DPR pun dibongkar.

Meski akibatnya ia harus terpental dari kursi menteri, Sudirman tidak pernah menyesali.

Kita butuh sosok menteri seperti itu agar kekayaan alam ini tidak hanya dinikmati segelintir orang.

Kita percaya masih banyak orang yang bukan hanya pintar, tetapi jujur di negeri ini.

Kita tidak perlu silau oleh mereka yang tinggal di luar negeri, tetapi di Indonesia banyak orang yang cemerlang.

Sekarang tinggal mau atau tidak kita mempercayai mereka.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima