Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
INI jabat tangan paling mengguncang di Malaysia. Dalam sebuah perjalanan tak terjadwal, mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bersua bekas seterunya, Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim, Senin pekan pertama September ini. Mereka bersua di Pengadilan Tinggi Kota Kuala Lumpur. Keduanya hangat berjabat tangan, saling melempar senyum, berbincang, seperti sahabat lama sekian waktu tak bertemu.
Inilah jabat tangan setelah 18 tahun keduanya berseteru. Politik Malaysia pun berdegup. Kita ingat Mahathir memecat Anwar pada 2 September 1998, kemudian aparat negara menjebloskan ke penjara dengan tuduhan asusila (sodomi). Namun, politik jualah yang memberi ruang kemungkinan bersatu ketika kepentingan bertemu. Mahathir baru saja mendirikan Partai Pribumi Bersatu Malaysia dan Anwar memang tokoh penting Partai Keadilan Rakyat yang memimpin Aliansi Harapan melawan PM Najib Razak yang dibelit tuduhan korupsi hebat senilai US$700 juta.
Keduanya nyaring meneriakkan pelengseran Najib. Setelah jabat tangan, nujum pun jadi ramai. Mereka pasti bersekutu. Tak mungkin berhenti sebatas jabat tangan. Seorang petinggi Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) Azalina Othman Said berang. "Sekarang saya persoalkan apakah setelah ini Mahathir akan membuat pengakuan mengenai tuduhan pada Anwar tidak berlaku?" Menteri Multimedia dan Komunikasi Salleh Said Keruak menyebut tindakan itu laku politik terdesak.
"Mahathir's kiss is a kiss of death." "Kalau saya boleh bekerja sama dengan Kit Siang (dari Partai Aksi Demokratik/DAP), kenapa saya tidak boleh bekerja sama dengan Anwar?" kata Mahathir menjawab orang yang ramai berbincang tentang manuvernya. Benar juga. Pada 19 September, kedua bekas petinggi UMNO itu membuat pernyataan yang ditandatangani bersama. Keduanya menentang pemberlakuan Akta Majlis Keselamatan Negara yang dinilai mengancam demokrasi di Malaysia.
Mahathir dan Anwar memang kedua tokoh yang populer di Indonesia. Keduanya dipersepsikan bukan sosok yang kerap diamsalkan serupa politikus burung unta, yang menyembunyikan kepala dan lari terbirit-birit ketika bahaya datang. Banyak orang Indonesia yang menamai anak lelaki mereka Mahathir. Beberapa universitas juga memberikan gelar doktor honoris causa kepadanya. Anwar Ibrahim, ketika itu, siapa yang tak terpesona? Ia nyaris di puncak kuasa, muda, berkarisma, cerdas, dan bersahabat.
Bukunya, The Asian Renaissance (1997), menjadi perbincangan ramai di banyak negara, juga Indonesia. Majalah Time pun menobatkan Anwar sebagai pemimpin muda paling bersinar. "Namun, apakah Mahathir akan memberikan kesempatan kepadanya?" Tidak. Ia bahkan membunuhnya. Kini keduanya bersekutu. Anwar kerap menyeru ke penguasa Malaysia agar belajar demokrasi kepada Indonesia. Pada 2004, setelah enam tahun ia diterungku, Indonesia negara pertama yang dikunjunginya.
Selama lima hari rombongan Anwar disambut layaknya sahabat dekat, digelar acara di banyak kota, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Anwar tetap memesona. Ketika bicara di Gedung Kesenian Jakarta, ia fasih bicara sastra Indonesia. Ia hafal sajak-sajak Chairil Anwar, Amir Hamzah, dan seterusnya. Ia pecinta sastra Indonesia sejati. Ketika masih di pemerintahan, jika ke Indonesia, ia rajin memborong karya sastra dan membagikannya kepada sesama anggota kabinet.
Bagaimana pemimpin Indonesia? Mereka kerja, kerja, kerja? Setelah jabat tangan di mahkamah itu, Mahathir-Anwar kian merapat melawan Najib Razak. Padahal, dari sisi genealogis, Najib paling dekat dengan kita. Ia keturunan Bugis. Namun, ia seperti tak pernah menyapa Indonesia dengan mesra seperti Anwar. Terlebih jika kelak terbukti korupsi, Najib kian menjadi 'orang jauh'. Ia 'saudara sebangsa' yang tak punya pengaruh apa-apa. Untuk Anwar, ia masih menjadi sebuah kerinduan.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved