Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA peringatan ulang tahun emas, pendiri Kalbe Farma Boenjamin Setiawan menyampaikan bagaimana negara-negara di dunia bisa maju. Ia mencontohkan Korea Selatan yang sama merdekanya dengan Indonesia. Mereka kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia karena menjadikan riset sebagai kekuatan. Menurut data Bank Dunia 2013, Korsel merupakan negara dengan persentase dana riset paling tinggi jika dilihat dari produk domestik bruto. Dana riset mereka mencapai 4,1% dari PDB melewati Jepang (3,9%), AS (2,8%), Jerman (2,9%), Prancis (2,2%), dan Tiongkok (2,0%). Tidak usah heran bila Korsel kemudian mempunyai produk-produk unggulan dunia.
Bagaimana dengan kita Indonesia? Dana riset kita hanya 0,1% dari PDB. Kalau PDB kita sekarang sekitar US$900 miliar, itu artinya dana riset yang tersedia hanya US$900 juta atau sekitar Rp10 triliun saja. Tidak usah heran bila berkebalikan dengan Korsel, kita tidak mampu memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah sebagai kekuatan. Selama 32 tahun era Orde Baru, praktis kita hanya mengandalkan minyak untuk ekspor.
Kita jual semuanya dalam bentuk mentah. Sepuluh tahun era reformasi, kita juga hanya mengeksplorasi komoditas sebagai andalan ekspor. Tujuh puluh tahun kita merdeka, kita tidak tergugah untuk mendorong riset sebagai kekuatan. Doktor-doktor hebat yang kita miliki tidak didorong untuk membuat karya besar. Malah banyak doktor yang hanya menggunakan gelar mereka untuk mengejar jabatan politik.
Tidak usah heran apabila orang-orang hebat Indonesia kemudian dimanfaatkan negara lain. Banyak riset pertanian di Malaysia dikerjakan doktor asal Indonesia. Mereka pergi ke sana bukan karena tidak cinta kepada Tanah Air, melainkan karena di negeri jiran mereka diberi kesempatan dan penghargaan untuk mengaplikasikan ilmu mereka. Kalau kita ingin menjadi negara industri baru, yang harus didorong ialah riset. Tidak mungkin kita mempunyai produk berkelas dunia kalau tidak ditopang riset yang andal.
Tidak perlu negara yang melakukan, tetapi swasta harus didorong untuk mau melakukan riset. Republik Irlandia menjadi salah satu yang maju risetnya karena mereka memberikan insentif kepada swasta yang mau melakukan penelitian. Mereka bahkan melindungi karya dari hasil riset yang dilakukan swasta sebagai hak kekayaan intelektual. Pada tingkat tertentu, swasta Indonesia sudah mengembangkan riset. Kalbe Farma merupakan salah satu yang melakukan riset di bidang
farmasi. Karena kekayaan plasma nuftah yang kita miliki, Kalbe Farma melakukan kerja sama dengan swasta dari negara lain.
Di bidang perkebunan, kita melihat riset yang dilakukan perusahaan kelapa sawit. Mulai Sinar Mas, Raja Garuda Mas, hingga Grup Salim melakukan riset untuk mendapatkan bibit kelapa sawit berkualitas. Melalui pengembangan kultur jaringan, mereka bisa mendapatkan bibit kelapa sawit yang dalam setahun sudah berbuah dan hasilnya bisa 10 ton minyak kelapa sawit per hektare.
Kita melihat juga riset di bidang kehutanan. Melalui pengembangan kultur jaringan, ditemukan jenis tanaman yang bisa mencapai ketinggian 30 meter dalam waktu lima tahun. Indonesia akan bisa menjadi kekuatan industri kehutanan dunia karena pohon yang sama butuh waktu 40 tahun ketika ditanam di daerah subtropis. Pertanyaannya sekarang, sampai sejauh mana kita akan mendorong riset di Indonesia?
Apakah kita mau membangun sistem perpajakan yang mendukung pengembangan riset? Ataukah kita puas dengan keadaan sekarang dan tidak mau menjadikan riset sebagai budaya? Kita tidak akan pernah menjadi bangsa maju apabila kita tidak pernah berani berinvestasi di bidang riset. Saatnya bagi kita untuk mengubah orientasi dengan mendorong riset agar kita mempunyai banyak produk unggulan.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved