Batu Bara

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
24/9/2016 05:31
Batu Bara
(FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan)

SEKITAR 10 tahun lalu batu bara menjadi komoditas yang menggiurkan. Semua orang berlomba mendapatkan konsesi pertambangan batu bara karena menguntungkan. Permintaan dunia begitu tinggi sehingga membuat harga melambung tinggi sempat di atas US$100 per ton. Banyak orang kaya mendadak karena bisnis batu bara.

Begitu menguntungkannya bisnis batu bara membuat perbankan pun tidak takut mengucurkan kredit. Namun, periode kejayaan batu bara tidak berlangsung lama. Kepedulian masyarakat dunia terhadap persoalan lingkungan membuat batu bara mulai ditinggalkan sebagai sumber energi. Tiongkok yang menjadi konsumen terbesar mulai mengganti ke energi yang lebih ramah lingkungan.

Perubahan yang berlangsung cepat ini mengimbas pengusaha batu bara, terutama para pemain yang masuk belakangan belum menikmati manisnya bisnis ini. Padahal, tidak sedikit investasi yang sudah mereka tanamkan. Persoalan inilah yang sekarang harus dihadapi perbankan. Kredit yang diberikan kepada pengusaha batu bara mulai bermasalah. Non performing loan perbankan untuk sektor ini meningkat mendekati angka 5%.

Terutama pengusaha di Kalimantan Timur, kini menghadapi kesulitan mengembalikan kredit. Pertumbuhan ekonomi di daerah itu masuk kategori merah. Tidak mengherankan apabila perbankan pun ikut terpukul. Pekerjaan rumah bagi perbankan bagaimana mengelola kredit bermasalah itu. Mereka harus mulai menyisihkan sebagian keuntungan untuk mengantisipasi kalau-kalau kredit itu macet. Kepusingan bukan hanya dihadapi perbankan, melainkan juga pemerintah. Pemerintah pusat harus kehilangan sumber penerimaan.

Terpuruknya harga komoditas membuat keuntungan perusahaan menurun tajam dan akibatnya penerimaan negara turun secara signifi kan. Potensi penurunan penerimaan pajak, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bisa mencapai Rp219 triliun. Akibatnya, pemerintah terpaksa melakukan pemotongan anggaran, baik untuk kementerian dan lembaga negara maupun pemerintah daerah.

Pada Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2016, Senin lalu, Menkeu meminta pengertian para kepala daerah. Kepala daerah harus fokus pada program pembangunan infrastruktur dan pengurangan kemiskinan. Program lain ditunda dulu karena pemerintah akan mengurangi dana alokasi khusus dan umum. Pelajaran terpenting yang bisa kita petik, ekonomi tidak pernah berjalan linier. Pasti akan ada siklus dan kita harus hidup lebih hemat serta menggunakan
anggaran secara efektif dan efisien. Kita tidak bisa hidup jorjoran ketika keuangan negara sedang tertekan. Kita bisa mengalami seperti Yunani apabila lebih besar pasak daripada tiang.

Kedua, tidak bisa kita hanya mengandalkan sumber daya alam sebagai kekuatan. Kita harus mengolah sumber daya alam agar bernilai tambah. Untuk itu persiapan sumber daya manusia menjadi penting dan biaya riset serta pengembangan menjadi sebuah keharusan. Selama ini kita terlena oleh kekayaan alam. Di era Orde Baru kita mengandalkan minyak sebagai sumber penerimaan negara. Sepuluh tahun terakhir kita mengandalkan kepada komoditas tambang dan perkebunan.

Sebenarnya kita bisa menggunakan kehutanan dan perkebunan sebagai sebuah kekuatan karena keduanya bisa diperbarui. Kalau saja dikelola dengan prinsip keberlanjutan yang baik, tidak pernah akan ada habis-habisnya yang bisa kita dapatkan dari kehutanan dan perkebunan. Sayangnya, kita tidak punya arah yang jelas. Kita seringkali terlalu mudah didikte oleh pihak luar.

Pemerintah selalu cari selamat kalau sudah dikritik soal lingkungan. Bukan melakukan perbaikan ke dalam, tetapi kemudian melakukan pelarangan. Padahal, kalau pengelolaannya yang diperbaiki, nilai tambah yang didorong, dan riset serta pengembangan yang digalakkan, Indonesia bisa menjadi kekuatan besar di industri kehutanan dan perkebunan.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima