Ahok-Djarot (2)

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
22/9/2016 05:31
Ahok-Djarot (2)
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

INI tulisan saya yang kedua di forum ini mengenai Ahok-Djarot, sebagai pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta, setelah tulisan yang pertama (15/8). Kala itu PDIP belum berkeputusan resmi mengusung Ahok-Djarot. Pokok pikiran tulisan yang pertama itu ialah pasangan Ahok-Djarot kiranya pasangan yang pas untuk dicalonkan kembali memimpin Jakarta. Sebagai petahana, bila terpilih, mereka bisa langsung tancap gas melanjutkan apa-apa yang selama ini telah mereka kerjakan dan rencanakan untuk ibu kota negara yang jauh lebih baik.

Fakta memprihatinkan ialah tidak banyak pasangan petahana kembali berpasangan dalam pilkada berikutnya. Umumnya pekong’, pecah kongsi. Bahkan, bulan madu kemesraan hanya seumur jagung. Selebihnya kepala daerah meninggalkan wakilnya seperti laskar tak berguna. Sang wakil sakit hati, kemudian menjadi pesaing yang tangguh. Fakta ‘pekong’ itu menunjukkan, di satu pihak ketidakmampuan kepala daerah berbagi peranan, di lain pihak sang wakil tidak tahu diri sebagai wakil.

Tidak berlebihan untuk mengatakan lebih sulit menjadi wakil daripada bos. Barang siapa yang bernama orang muda lulus sebagai wakil, orang nomor 2 yang mumpuni, kiranya suksesi berwajah dan bersubstansi regenerasi bakal berjalan efektif. Sekalipun Ahok-Djarot bukan pasangan orisinal dalam pilkada sebelumnya mereka menggantikan posisi Jokowi-Ahok, karena Jokowi terpilih menjadi presiden keutuhan mereka sebagai petahana merupakan modal yang besar dan contoh yang baik. Pemerintahan DKI Jakarta diurus dengan sigap, cekatan, dan bersih, telah dimulai oleh Jokowi-Ahok, kemudian dilanjutkan oleh Ahok-Djarot.

Mereka berani melawan legislatif yang pikirannya sarat proyek. Menjelang injury time, PDIP akhirnya resmi mengusung Ahok-Djarot. Bukan persoalan besar karena segala sesuatu indah pada waktunya. Bukan pula persoalan besar, apakah Ahok itu melamar atau dilamar PDIP. Bangsa ini tidak kelebihan pemimpin, tidak pula kelebihan gubernur bagus, karena itu tidak punya kemewahan untuk berkutat dan berkukuh dalam perkara lamar-melamar. Dalam spirit itulah PDIP mengusung
Ahok, bersama NasDem, Hanura, dan Golkar, yang telah lebih dulu mengusungnya.

PDIP memberlakukan kontrak politik kepada Ahok. Apa yang salah? Apa pula yang baru? Dalam politik, aneh benar mengusung tanpa paham ‘apa dan siapa’ yang diusung, bak membeli kucing dalam karung. Apakah who’s who itu juga berlaku untuk seorang berkarakter seperti Ahok, fi gur yang terlalu gamblang untuk dibaca? Jawabnya, siapa pun yang diusung, apa pun karakternya, harus menjunjung tinggi komitmen membangun masyarakat, bangsa, dan negara.

Apakah wujudnya lisan, ataukah hitam di atas putih berupa kontrak politik, mangga kersa. Yang masih belum terjawab hingga Selasa (20/9), siapa saingan Ahok-Djarot. Belum jelas, Sandiaga Uno bakal berpasangan dengan siapa. Juga belum jelas, apakah Yusril Ihza Mahendra jadi diusung. Kalau jadi, siapa pula wakilnya. Semua itu menunjukkan hebatnya dinamika politik lokal, yang berspektrum nasional.

Warga Jakarta tentu dapat bersabar, menantikan kejutan politik, yaitu Ahok-Djarot mendapat kompetitor yang setanding dalam visi dan misi membangun Jakarta, sebagai ibu kota negara. Bukan jualan kebencian, bukan jualan SARA yang bikin negara dan bangsa ini mundur.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.