Elite Sontoloyo

Djadjat Sudradjat/Dewan Redaksi Media Group
20/9/2016 06:00
Elite Sontoloyo
(MI/Arya Manggala)

NAMA baik itu berakhir sudah. Inilah kali pertama benteng lembaga tinggi negara bernama Dewan Perwakilan Daerah ambruk.

Ironisnya, yang merobohkannya justru sang ketuanya sendiri, Irman Gusman.

Sosok yang sejak lembaga itu berdiri pada 2004 selalu menjadi pemimpin.

Satu periode menjadi wakil ketua, selebihnya terus menjadi ketua.

Ia bos para senator yang kerap nyaring berteriak betapa bahayanya korupsi.

Ia mengusulkan hukuman mati bagi para pelakunya.

Senyum Irman yang kerap mengembang, ketenangannya yang sering kita lihat, dan citra 'orang baik' yang selama ini melekat, sirna sudah dalam waktu sekejap.

Semua hal bajik serupa bungkus tebal untuk barang buruk: ia tertangkap tangan--juga dua penyuapnya--oleh penyidik KPK karena menerima suap Rp100 juta.

Uang pelicin impor gula.

Kini, orang berdebat soal jumlah uang. Banyak yang bilang tak masuk akal angka itu untuk seorang ketua lembaga tinggi negara.

Tak masuk akal untuk Irman yang kekayaannya lebih dari Rp30 miliar.

Tak mungkin petinggi negara menerima duit recehan.

Silakan berdebat logika angka, tapi logika hukum memaksanya memakai uniform warna jingga.

Para sahabat dekatnya boleh berurai air mata. Para koleganya boleh kaget bak disambar petir.

Jantung para keluarganya boleh berdegup keras seperti mau lepas.

Publik boleh lunglai seluruh sendi-sendi tulangnya.

Namun, kejahatan, terlebih suap, tak lahir dari ruang hampa.

Para pemimpin senator Senayan boleh meminta agar kasus Irman jangan dikaitkan dengan lembaga.

Tentu saja naf. Bagaimana mungkin seorang ketua lembaga tinggi negara bisa dipisahkan dari institusinya?

Irman boleh berkicau di media sosial.

Bahwa status tersangka yang disematkan padanya ialah perbuatan jahat dan fitnah.

Ia mengatakan, tidak bisa menolak ketika orang datang bertamu dan minta tolong. Ia juga bilang tidak bisa melarang orang membawa sesuatu. Mereka mungkin saja ada yang membawa fulus.

"Tapi, saya berhak menolak dan telah saya tolak," kicau Irman di akun Twitter-nya.

Mungkinkah lembaga antirasywah berlaku pandir?

Betulkah Irman bersih dari suap dan juga berbagai spekulasi publik bahwa angka itu hanya pembuka untuk membongkar kartel gula yang telah berlangsung lama?

Mahkamah akan bercerita dan mengungkap apakah Irman benar atau cemar.

Atau angka itu sesungguhnya hanya yang mengemuka, tetapi jauh lebih besar justru yang tersembunyi?

Kasus Irman akan membuat para koruptor girang tak terkira. Mereka punya kawan baru pejabat kakap.

Adapun mereka yang baru calon koruptor jadi kian tak ragu dan tak malu melakukannya.

Publik mungkin akan kian alergi kepada para elite, kecuali mereka yang waktu pemilu memang telah dibeli.

Atau bisa jadi malah tak peduli sama sekali. Faktanya politik hanya keriuhan berebut kuasa antarmereka.

Setelah orang-orang baik memakai rompi jingga, ini bukti seluruh pertahanan yang bernama integritas telah runtuh. Betul kata Abraham Lincoln, "Untuk menguji karakter seseorang, berilah dia kekuasaan."

Ternyata banyak yang mabuk.

Politik yang riuh di negeri ini dengan uang menjadi penopang utamanya, terbukti terus melahirkan elite sontoloyo! Malangnya negara tak tahu kapan harus mengakhirinya.

Kini, teriakan nyaring Irman tentang korupsi sebagai kejahatan luar biasa dan usul hukuman mati seperti menggema kembali.

Saya tak tahu apa yang dirasakan Irman mendengarkan kembali apa yang pernah ia teriakkan ketika ia tengah diterungku sebagai orang rantai?

Sontoloyo, kata saya!



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.