Kemudahan

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
07/9/2016 05:31
Kemudahan
(AFP PHOTO / Greg BAKER)

SETELAH lama tak melakukannya, Presiden Jokowi kembali memasarkan Indonesia. Dalam bagian kegiatan di pertemuan G-20 di Tiongkok, Presiden mengadakan serangkaian pertemuan dengan pengusaha negeri itu. Presiden antara lain bertemu pendiri Ali Baba, perusahaan ritel berbasis daring, Jack Ma.

Presiden kembali mengundang investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Banyak bidang bisnis yang bisa dimanfaatkan karena Indonesia sedang bergegas untuk membangun. Indonesia ingin masuk menjadi negara industri baru dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki. Kita tidak tahu apakah marketing Presiden masih ampuh untuk menarik pengusaha. Di awal pemerintahan, Presiden begitu gencar untuk menarik masuknya investasi. Bahkan dalam pertemuan bisnis memperingati 60 tahun Konferensi Asia-Afrika di Jakarta, Presiden pernah mengatakan, “If you have any problems, please call me.”

Kenyataannya begitu banyak masalah yang muncul, tapi tidak pernah bisa diselesaikan. Contoh paling nyata ialah program Presiden sendiri untuk membangun pembangkit listrik 35 ribu Mw. Sampai sekarang lelang proyeknya maju-mundur. Bahkan, tim percepatan pembangunan kelistrikan dibubarkan Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Luhut Pandjaitan. Tidak perlu jauh-jauh mendengar keluhan pengusaha di Indonesia. Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan P Roeslani mengeluhkan strategi pembangunan yang ingin dilakukan pemerintah.

Sepanjang yang ia tahu, pembangunan itu pertama-tama bertumpu pada dunia usaha. Apabila dunia usaha tidak mampu, baru dilakukan badan usaha milik negara. Kalau BUMN tidak juga mampu, baru pembangunan bertumpu pada APBN. Ketua Kadin Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Yani Motik melihat ketidakjelasan kebijakan sekarang ini. Ada satu BUMN yang membutuhkan seragam bagi pegawainya. Kalau pemerintah mau mendorong kewirausahaan, seharusnya pengadaan seperti itu diserahkan kepada UMKM.

Kenyataannya, pengadaan itu diambil unit usaha di dalam BUMN itu sendiri. Berbicara tentang kemudahan berusaha tidaklah cukup dengan mengatakan bahwa di Indonesia banyak kesempatan. Harus dirumuskan langkah strategis untuk menarik datangnya investasi tersebut. Bahkan pemerintah harus memiliki cetak biru, di mana porsi pengusaha dan di mana BUMN. Bahkan harus diperinci lagi mana yang porsi pengusaha nasional dan pengusaha asing. Kemudahan bukan sekadar urusan perizinan, melainkan juga kepastian lahan, ketersediaan energi, kesiapan tenaga kerja, dan dukungan infrastruktur.

Dalam kolom ini kami bahkan pernah sampaikan soal sistem perpajakan yang kompetitif. Kita lihat langkah yang dilakukan Republik Irlandia. Mereka menjadi negara dengan tarif pajak paling rendah di Uni Eropa. Ditambah dengan perlindungan atas hak kekayaan intelektual dan pajak dividen yang lebih kompetitif, Irlandia mampu menarik perusahaan besar dunia untuk menjadikan negara mereka sebagai basis produksi.

Apa yang didapatkan oleh Irlandia? Arus modal asing langsung masuk dalam jumlah besar. Ini otomatis memperkuat neraca pembayaran Irlandia. Pabrik-pabrik besar yang dibangun membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat Irlandia. Ekspor yang besar keluar dari negara itu membuat kegiatan perdagangan meningkat tajam. Irlandia menjadi surga investasi di Eropa. Pertumbuhan ekonomi mereka melesat 7,8%, tertinggi di Eropa.

Nilai ekspor dari Irlandia juga meningkat 13% sehingga kegiatan bongkar muat pun menjadi hidup. Irlandia mampu menekan tingkat pengangguran. Kalau kita ingin menarik datangnya investasi, tidak cukup hanya berwacana. Apalagi kalau kita
sudah berjanji, kita harus mampu merealisasikannya. “My word is my bond,” itulah prinsip yang harus dipegang kalau kita ingin berhasil dalam berbisnis. Kita tidak bisa terlena bahwa banyak sumber daya alam yang kita miliki. Dalam bisnis, yang lebih dibutuhkan ialah kepastian dan ketenangan.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima