Pepesan Kosong

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
03/9/2016 05:31
Pepesan Kosong
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

DUA bulan sudah energi kita habiskan untuk membicarakan amnesti pajak. Presiden Joko Widodo berkeliling mulai dari Surabaya, Medan, Bandung, Jakarta, dan Semarang untuk melakukan sosialisasi. Para menteri, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Kepala Kepolisian RI, Jaksa Agung, bahkan direksi bank pemerintah harus ikut mendampingi sosialisasi amnesti pajak.

Sosialisasi memang hal yang penting dilakukan. Hanya saja harus kita ingatkan, persoalan yang kita hadapi bukan hanya amnesti pajak. Banyak hal penting lainnya yang juga menuntut perhatian. Jangan sampai kita terbenam hanya urusan amnesti pajak. Sekarang biarkan aparat Direktorat Jenderal Pajak yang bekerja. Kita cukup awasi saja agar mereka tidak melenceng dari tujuan utama.

Sekali lagi amnesti pajak kita luncurkan untuk mengajak warga yang menyimpan uangnya di luar negeri untuk membawa pulang dan menggerakkan perekonomian nasional. Tujuan utama dari amnesti pajak bukanlah uang tebus untuk menambal APBN. Kalau dana simpanan di luar negeri itu bisa ditarik ke Indonesia, itu akan menjadi modal yang luar biasa untuk menggerakkan perekonomian nasional.

Dengan berbagai investasi yang dilakukan, jutaan lapangan pekerjaan akan bisa dibuka. Kalau lebih banyak rakyat Indonesia menjadi manusia yang produktif, bukan hanya kehidupannya semakin baik, kemampuannya untuk berkontribusi dengan membayar pajak pun semakin besar. Sekarang ini terlalu banyak tenaga kerja yang masuk di sektor informal.

Sepanjang aktivitas yang terjadi berada pada tataran underground economy, maka kontribusinya kepada pembangunan menjadi terbatas. Kita bersepakat untuk menciptakan Indonesia yang lebih maju dengan perekonomian yang lebih formal dan inklusif. Kita ingin mengajak semua pihak untuk memikirkan persoalan yang lebih besar agar tidak terjebak pada pepesan kosong.

Sudah cukup kita dininabobokan dengan akan masuknya uang repatriasi Rp1.000 triliun dan deklarasi aset dari luar negeri sebesar Rp4.000 triliun. Begitu spektakulernya uang yang akan masuk sehingga kita sudah membayangkan ke sektor mana saja uang itu akan diinvestasikan. Kenyataannya, kita harus mengais-ngais agar uang dari luar negeri itu datang.

Saatnya kita kembali ke kehidupan nyata. Sekarang kita harus memikirkan bagaimana bisa melewati empat bulan terakhir dengan aman. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah memotong lagi anggaran sampai Rp137 triliun agar APBN tetap kredibel. Kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sedang berjuang untuk menata kembali pengeluaran tanpa harus terlalu mengganggu kinerja.

Mantan Wapres Boediono sudah memperingatkan kita untuk berhati-hati. Perlambatan ekonomi dunia yang diikuti gejolak politik di berbagai negara akan membuat perekonomian dunia penuh ketidakpastian. Kita tidak boleh lengah untuk mengawasi perkembangan karena terlambat mengambil keputusan akan membuat kondisi semakin memburuk. Melihat motor pertumbuhan ekonomi kita di kuartal II, hanya dua yang bisa diandalkan, yakni konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah.

Kalau belanja pemerintah sudah dikurangi, janganlah masyarakat dibuat nervous. Amnesti pajak jangan menyebabkan kontraksi ekonomi. Kalau itu sampai terjadi, kita akan kehilangan motor pendorong pertumbuhan. Sekarang ini semua harus dituntut untuk kembali fokus bekerja. Kita harus memikirkan bagaimana 13 paket kebijakan yang sudah dikeluarkan bisa diimplementasikan.

Yang bisa membuat kebijakan pemerintah itu berjalan ialah dunia usaha dan masyarakat. Pemerintah hanya bertugas menentukan arah dan membuat aturan, tetapi yang melaksanakannya dunia usaha dan masyarakat. Agar dunia usaha dan masyarakat bisa bekerja, yang mereka butuhkan ialah ketenangan dan kepastian. Saatnya kita ingatkan kembali ajakan Presiden di awal pemerintahan untuk 'Kerja...kerja...kerja'.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima