Tawa Koruptor

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
02/9/2016 05:31
Tawa Koruptor
(MI/ROMMY PUJIANTO)

TERSANGKA koruptor yang mengenakan rompi warna jingga itu tertawa amat lepas. Saat duduk di mobil tahanan, Guntur Manurung, sang tersangka itu, terlihat amat ceria seusai diperiksa KPK tiga hari lalu. Ia seperti tak tertekan, tak memikul beban. Mungkin ia belajar dari para pendahulunya, orang-orang rantai kasus rasywah. Ada bekas menteri, presiden partai, dirjen, anggota dewan di Senayan, kepala daerah, yang kerap tertawa seusai diperiksa KPK sebagai tersangka.

Benarkah tawa itu bukti mereka tak tertekan? Tak menghadapi beban? Ada yang menafsirkan tawa dan senyum mereka mengejek KPK, menghina kita. Mengejek hukum yang di mata mereka bisa ditransaksikan. “Mereka (tersangka dan terpidana korupsi) tertawa, mungkin mereka bahagia karena uang jarahan banyak. Namun, kami yang menyaksikan amat sakit hati,” kata Ny Lia dari Makassar. Ia rajin me nanggapi acara TV di Jakarta, terlebih jika membahas korupsi.

Namun, benarkah mereka tak tertekan? Benar kah mereka tak punya rasa malu? Siapa tahu tertawa atau senyum bagian dari cara mengatasi tekanan dan rasa malu? Tertawa mungkin sebagai ruang pelepasan. Ada juga, ketika namanya diumumkan sebagai tersangka, ia langsung sakit. Bahkan, kemudian meninggal tanpa pernah merasakan duduk di ruang mahkamah.

Yang pasti, meskipun menurut lembaga Transparency International (TI) indeks persepsi korupsi Indonesia dari tahun ke tahun membaik, sesungguhnya pejabat kita tak takut korupsi. Bahkan, lembaga seperti MA diterpa kasus berkali-kali. Bagaimana kita menyikapi para hakim tipikor yang justru tertangkap tangan seperti di Bengkulu? Bagaimana pula Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam jadi tersangka korupsi karena penyalahgunaan izin tambang, padahal sudah banyak kasus serupa?

Bagaimana kita menyikapi gaya hidup Kepala Subdirektorat Kasasi Perdata Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata MA, Andri Tristianto Sutrisna, yang bergaji sekitar Rp30 juta, tapi memiliki rumah mewah yang cicilannya per bulan Rp70 juta? Ada begitu banyak pejabat yang punya harta di mana-mana, dan dianggap biasa-biasa saja.

Dari mana pula Sekretaris MA Nurhadi bisa membeli rumah di Jalan Hang Lekir yang besar dan bertanah amat luas? Jika tak terkena sebuah kasus, gaya hidup mewah pejabat kita dianggap biasa. Siapa pejabat yang berani menjalani pemeriksaan terbalik terhadap seluruh kekayaan mereka?

Wajarlah ada yang mengatakan senyum dan tawa para koruptor ialah ejekan dan perlawanan serius terhadap hukum. Ini bukti konkret gagalnya negara mempermalukan koruptor. Guru Besar UI bidang psikologi politik Hamdi Muluk memastikan fenomena koruptor senyum tanpa malu itu hanya terjadi di Indonesia. Padahal, pelaku korupsi di Indonesia berpakaian khusus tahanan.

Namun, tidak juga menunjukkan sikap terhina, menyesal, ataupun takut sebab korupsi belum dianggap kejahatan luar biasa, seperti narkoba dan terorisme. Alihalih merunduk, mereka malah berjalan gagah, penuh senyum, tawa, dan melambaikan tangan. Sebuah aksi yang tak salah jika diterjemahkan, “Kabar kami baik-baik saja. Kami bahagia.”

Rupanya jaket warna jingga tak cukup berarti untuk membuat efek jera para pencuri harta negara. Mungkin rompi jingga plus tangan terborgol, hukuman yang berat (pemiskinan), bisa menjadi ‘paket’ yang bisa membuat nyali para koruptor menciut. Mungkin! Tertawa hak setiap warga, juga koruptor. Namun, betul kata Ny Lia, setiap melihat aksi para koruptor dengan aneka tawa, ada jutaan orang yang tersakiti hatinya. Semakin sering koruptor tertawa semakin banyak hati yang tersakiti.

Tawa dan lambaian tangan ekspresi dan aksi yang jamak diartikan kabar gembira. Penjahat korupsi kok berkabar gembira? Perlakuan terhadap koruptor yang keras dan tangan hukum yang bekerja kian tegak lurus salah satu cara yang mungkin bisa mengobati hati rakyat yang terluka. Namun, sejauh korupsi disikapi dengan cara-cara biasa-biasa saja, pasti akan lebih banyak penjahat yang ceria, lebih banyak lagi yang tersenyum dan tertawa.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima