Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMARAK sekali kawasan Danau Toba pada Minggu (21/8). Karnaval Kemerdekaan berlangsung dengan sangat meriah. Seluruh warga di daerah itu seper ti tumpah ruah di Balige. Mereka ingin menikmati pesta kemerdekaan Republik Indonesia dalam pesta rakyat yang bertema Pesona Danau Toba. Danau Toba sendiri sudah dikenal sebagai daerah wisata dunia. Pers asing pun antusias meliput aca ra yang merupakan kegiatan tahunan itu. Festival Danau Toba merupakan upaya kita untuk semakin memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
Kita memiliki segalanya sebagai daerah tujuan wisata. Hanya, kita tidak pandai mengemasnya sehingga semua potensi itu tidak bisa teroptimalkan. Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke negeri ini hanya 10 juta dan itu hanya terfokus ke Bali, Jakarta, dan Batam. Hanya sebagian kecil dari jumlah itu yang berkunjung ke daerah-daerah lain di Indonesia.
Padahal, kita punya Danau Toba di Sumatra Utara, ada Bukittinggi dan Kelok Sembilan di Sumatra Barat, ada pasir putih di Belitung, ada Tanjung Lesung di Banten, ada Candi Borobudur, Prambanan, Mendut, Boko di Yogyakarta, ada Bromo dan Banyuwangi di Jawa Timur, ada kawasan Mandalika di Nusa Tenggara Barat, ada Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan ada Raja Ampat di Papua. Semua itu merupakan potensi yang seharusnya bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat wisata dunia.
Untuk mengejar target 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019, pemerintah sekarang mencoba fokus ke 10 destinasi baru. Danau Toba merupakan salah satu dari 10 daerah wisata yang akan menjadi andalan Indonesia. Dengan pengalaman ketika menjadikan Bali sebagai daerah wisata, harus ada konsistensi dalam pengembangannya. Pertama-tama diperlukan infrastruktur dasar untuk mencapai daerah wisata itu.
Kementerian Pariwisata kemudian harus bekerja sama dengan perusahaan penerbangan dan asosiasi wisata untuk membuat paket-paket perjalanan yang kompetitif agar orang mau datang ke sana. Kedua, budaya pariwisata masyarakat setempat harus disiapkan. Mereka harus terbuka terhadap datangnya wisatawan. Masyarakat harus diedukasi untuk hidup bersih.
Sampah-sampah harus dikelola dengan baik agar kota menjadi bersih dan tidak bau. Tidak perlu serta-merta dibangun hotel-hotel yang modern di kawasan wisata itu. Yang justru harus ditonjolkan ialah hotel dengan sentuhan lokal yang kuat. Apalagi jika dilengkapi kota yang bersih dan nyaman, pasti orang akan suka datang ke Indonesia. Ketiga ialah membuat event tahunan yang baik. Bahkan harus diterjemahkan menjadi event bulanan dan kalau bisa mingguan.
Inilah yang akan membuat wisatawan tahu apa yang bisa didapatkan apabila berkunjung ke tempat tersebut. Kita harus ingat, orang berwisata tidak pernah mendadak, tetapi dengan perencanaan yang panjang. Kita sudah bergegas untuk membangun infrastruktur dasar seperti bandar udara dan pelabuhan laut. Namun, yang lain masih belum cukup dilakukan. Seperti di Danau Toba, kebersihan kota masih jauh dari seharusnya. Di Kota Parapat, sampah masih dibuang sembarangan sehingga terkesan kotor dan bau.
Membangun destinasi wisata membutuhkan waktu. Kalau kita memang serius untuk menjadikan wisata sebagai andalan, kita harus bersungguh-sungguh dan melakukan mulai sekarang. Kita dituntut lebih kreatif untuk membuat event-event karena aneh kalau jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia lebih kecil daripada yang datang ke Malaysia, Singapura, atau Thailand.
Presiden Joko Widodo sudah mengatakan, kalau kita ingin menjadi pemenang dalam era globalisasi, kita dituntut lebih kreatif. Kita sudah diberi sumber daya alam yang tidak terkira beragam dan indahnya, sekarang tinggal bagaimana kita lebih cerdas untuk bisa memanfaatkannya.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved