Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU komoditas yang bisa menimbulkan gejolak politik, bahkan bisa menjatuhkan seseorang dari kekuasaan, ialah beras. Tidak usah heran apabila mantan Presiden Soeharto pernah mengatakan pertahanan politik terakhirnya ialah beras. Begitu seriusnya Pak Harto mengurusi beras.
Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga tata niaganya. Tidak boleh ada yang mengganggu sistem tata niaga karena sekali sistem itu terganggu, yang terpukul petani dan masyarakat sekaligus.
Penataan sistem tata niaga ketika itu dilakukan dengan sempurna. Badan Urusan Logistik dibuat sebagai lembaga penyangga. Ia bekerja menyelamatkan petani ketika harga gabah di bawah harga patokan dan menyelamatkan masyarakat ketika harga beras melambung.
Sayang lembaga itu diamputasi Dana Moneter Internasional karena dianggap sebagai kartel dan sarang korupsi. Akibatnya harga beras lebih ditentukan mekanisme pasar.
Dalam masyarakat yang akses informasinya merata dan tingkat pengetahuannya relatif sama, mekanisme pasar memang ideal dalam pembentukan harga. Namun, ketika yang terjadi informasi asimetris dan ada kekuatan yang seenaknya melakukan distorsi pasar, yang terganggu tatanan sosial. Itulah yang kini kita hadapi.
Harga beras tiba-tiba bergejolak di saat panen raya. Penyebabnya perilaku pedagang yang mengambil untung sebesar-besarnya. Para pedagang sadar bahwa petani kita lemah dalam pendanaan. Mereka masuk untuk mengijon padi petani. Mereka sejak awal sudah membeli produksi petani dengan harga Rp2.300-Rp2.600 per kilogram.
Ketika pemerintah menetapkan harga patokan Rp3.700/kg, petani praktis tidak menikmati apa-apa. Kini, Ramadan segera tiba. Sudah menjadi kebiasaan pada bulan puasa konsumsi masyarakat meningkat.
Para pedagang mencoba memanfaatkan kesempatan dengan mendistorsi informasi agar harga beras bisa didorong ke atas. Kita mendengar harga beras akan dibuat di atas Rp10 ribu per kilogram. Di mana peran negara? Para pedagang tahu negara tidak memiliki kemampuan. Bulog kalah cepat dari para pedagang untuk menimbun stok.
Di saat panen, Bulog boleh dikatakan belum melakukan apa-apa. Stok beras berada di tangan para pedagang. Dengan menguasai stok, para pedagang bisa seenaknya mempermainkan harga.
Mereka tahu pemerintah tak mampu melakukan operasi pasar karena tidak memiliki stok. Mereka berani mendistorsi pasar karena memiliki akses ke kekuasaan.
Sekarang merupakan ujian bagi pemerintahan Joko Widodo untuk bisa mengendalikan sistem tata niaga. Pemerintah jangan terjebak dalam pandangan bahwa harga beras tinggi akan menguntungkan petani. Padahal, petani tidak pernah menikmati harga tinggi itu. Hanya segelintir pedagang yang menikmatinya.
Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mengendalikan gejolak harga beras. Pertama, gunakan jalur hukum dengan jerat persaingan tidak sehat yang diterapkan para pedagang. Kedua, pemerintah memegang stok beras untuk melakukan operasi pasar langsung.
Pertanyaannya, dari mana pemerintah mendapatkan stok ketika produksi petani sudah dikuasai pedagang?
Pemerintah bisa melakukan impor langsung. Izin impor hanya untuk pemerintah dan stoknya dipegang langsung pemerintah. Apakah langkah itu tidak akan merusak Nawa Cita?
Itu langkah sementara sambil menata sistem produksi dan tata niaga. Kita tidak bisa membiarkan masyarakat menjadi korban permainan para pedagang.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved