Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONVENSI Partai Republik dan Partai Demokrat menetapkan Donald Trump dan Hillary Clinton sebagai calon Presiden AS 2016-2020. Keduanya kini bersiap melakukan kampanye dan debat sebelum rakyat AS menentukan pilihan pada 8 November. Dari dua calon presiden yang telah ditetapkan, ada satu calon Partai Demokrat yang menarik perhatian, yakni Bernie Sanders. Para pendukung Sanders sampai menitikkan air mata ketika calon andalan mereka menyatakan dukungan kepada Hillary Clinton. Sanders telah menarik perhatian rakyat Amerika dengan konsep perbaikan ekonominya.
Sanders melihat kehidupan rakyat Amerika memang lebih makmur. Ketimbang pada 1980, pendapatan rata-rata rakyat Amerika naik 80%. Namun, kenaikan kemakmuran itu harus dibayar dengan biaya sosial yang tinggi. Kesenjangan di Amerika semakin melebar. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan pun mahal biayanya. Kebahagiaan masyarakat Amerika jauh tertinggal jika dibandingkan dengan masyarakat di Skandinavia. Semua itu disebabkan perekonomian Amerika diserahkan kepada mekanisme pasar. Wall Street jauh lebih diperhatikan daripada Main Street.
Akibatnya yang muncul ialah ketamakan dan kerakusan. Atas dasar itulah Sanders mengusulkan ada perombakan besar dalam pendekatan pembangunan di AS. Pendidikan harus menjadi prioritas dan rakyat Amerika harus diberi kesempatan yang sama untuk mengecap pendidikan tinggi. Pembangunan harus berpihak kepada generasi muda dan perempuan. Kelestarian lingkungan harus menjadi perhatian dalam melakukan pembangunan. Rakyat Amerika merasakan kesalahan dalam arah pembangunan selama ini dan mendukung perbaikan yang diusulkan Sanders. Hillary Clinton menangkap suasana batin yang dirasakan rakyat Amerika dan tanpa ragu mengambil tema kampanye Sanders sebagai agenda ekonominya.
Hillary Clinton kini menekankan pendidikan sebagai prioritas program kerjanya. Selain itu, ia setuju membuka lapangan selebar-lebarnya agar generasi muda Amerika memiliki masa depan. Dengan itulah diharapkan kesenjangan yang terjadi di Amerika secara bertahap dikurangi. Tiga hal itu jugalah yang menjadi pekerjaan rumah kita di Indonesia. Bagaimana kita mengurangi angka kemiskinan. Masyarakat harus diberi kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan karena dengan itulah kita bisa mengurangi kesenjangan.
Anggaran pendidikan yang sudah ditetapkan 20% dari APBN harus bisa memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga bangsa ini untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pengalaman Amerika harus menjadi pembelajaran bagi kita bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak boleh dilihat dari angka pertumbuhan semata. Yang tidak kalah penting diperhatikan ialah bagaimana membuat pertumbuhan itu dirasakan seluruh warga bangsa. Negara harus hadir untuk mengintervensi agar pembangunan dirasakan semua orang. Tingginya rasio Gini menunjukkan pembangunan hanya dinikmati segelintir orang. Kekayaan kelompok orang superkaya semakin luar biasa.
Sebaliknya, kemiskinan pada kelompok bawah semakin memprihatinkan. Sementara itu seperti di AS, jumlah kelompok menengah justru berkurang. Kita tidak perlu menunggu seperti masyarakat Amerika dalam mengekspresikan kekecewaan terhadap kesalahan pembangunan. Sebab, berbeda dengan bangsa Amerika, kita cenderung mengekspresikan hal itu dengan kemarahan. Pengalaman 1998 cukup sekali saja kita rasakan. Karena itu, diperlukan pemerintah yang mau mendengar dan merasakan denyut kehidupan rakyatnya.
Kesenjangan yang terjadi sekarang ini sudah pada tingkat memprihatinkan. Kita membutuhkan langkah nyata untuk memperbaikinya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pasti paham bagaimana kita harus menangani keadaan ini. Saat bekerja di Bank Dunia, ia mendapat tugas untuk menangani persoalan pendidikan, kemiskinan, dan kesenjangan yang menjadi masalah utama dunia. Pembangunan yang inklusif harus menjadi agenda utama kita bersama.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved