Bernie Sanders

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
03/8/2016 05:31
Bernie Sanders
(AFP PHOTO / dsk)

KONVENSI Partai Republik dan Partai Demokrat menetapkan Donald Trump dan Hillary Clinton sebagai calon Presiden AS 2016-2020. Keduanya kini bersiap melakukan kampanye dan debat sebelum rakyat AS menentukan pilihan pada 8 November. Dari dua calon presiden yang telah ditetapkan, ada satu calon Partai Demokrat yang menarik perhatian, yakni Bernie Sanders. Para pendukung Sanders sampai menitikkan air mata ketika calon andalan mereka menyatakan dukungan kepada Hillary Clinton. Sanders telah menarik perhatian rakyat Amerika dengan konsep perbaikan ekonominya.

Sanders melihat kehidupan rakyat Amerika memang lebih makmur. Ketimbang pada 1980, pendapatan rata-rata rakyat Amerika naik 80%. Namun, kenaikan kemakmuran itu harus dibayar dengan biaya sosial yang tinggi. Kesenjangan di Amerika semakin melebar. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan pun mahal biayanya. Kebahagiaan masyarakat Amerika jauh tertinggal jika dibandingkan dengan masyarakat di Skandinavia. Semua itu disebabkan perekonomian Amerika diserahkan kepada mekanisme pasar. Wall Street jauh lebih diperhatikan daripada Main Street.

Akibatnya yang muncul ialah ketamakan dan kerakusan. Atas dasar itulah Sanders mengusulkan ada perombakan besar dalam pendekatan pembangunan di AS. Pendidikan harus menjadi prioritas dan rakyat Amerika harus diberi kesempatan yang sama untuk mengecap pendidikan tinggi. Pembangunan harus berpihak kepada generasi muda dan perempuan. Kelestarian lingkungan harus menjadi perhatian dalam melakukan pembangunan. Rakyat Amerika merasakan kesalahan dalam arah pembangunan selama ini dan mendukung perbaikan yang diusulkan Sanders. Hillary Clinton menangkap suasana batin yang dirasakan rakyat Amerika dan tanpa ragu mengambil tema kampanye Sanders sebagai agenda ekonominya.

Hillary Clinton kini menekankan pendidikan sebagai prioritas program kerjanya. Selain itu, ia setuju membuka lapangan selebar-lebarnya agar generasi muda Amerika memiliki masa depan. Dengan itulah diharapkan kesenjangan yang terjadi di Amerika secara bertahap dikurangi. Tiga hal itu jugalah yang menjadi pekerjaan rumah kita di Indonesia. Bagaimana kita mengurangi angka kemiskinan. Masyarakat harus diberi kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan karena dengan itulah kita bisa mengurangi kesenjangan.

Anggaran pendidikan yang sudah ditetapkan 20% dari APBN harus bisa memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga bangsa ini untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pengalaman Amerika harus menjadi pembelajaran bagi kita bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak boleh dilihat dari angka pertumbuhan semata. Yang tidak kalah penting diperhatikan ialah bagaimana membuat pertumbuhan itu dirasakan seluruh warga bangsa. Negara harus hadir untuk mengintervensi agar pembangunan dirasakan semua orang. Tingginya rasio Gini menunjukkan pembangunan hanya dinikmati segelintir orang. Kekayaan kelompok orang superkaya semakin luar biasa.

Sebaliknya, kemiskinan pada kelompok bawah semakin memprihatinkan. Sementara itu seperti di AS, jumlah kelompok menengah justru berkurang. Kita tidak perlu menunggu seperti masyarakat Amerika dalam mengekspresikan kekecewaan terhadap kesalahan pembangunan. Sebab, berbeda dengan bangsa Amerika, kita cenderung mengekspresikan hal itu dengan kemarahan. Pengalaman 1998 cukup sekali saja kita rasakan. Karena itu, diperlukan pemerintah yang mau mendengar dan merasakan denyut kehidupan rakyatnya.

Kesenjangan yang terjadi sekarang ini sudah pada tingkat memprihatinkan. Kita membutuhkan langkah nyata untuk memperbaikinya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pasti paham bagaimana kita harus menangani keadaan ini. Saat bekerja di Bank Dunia, ia mendapat tugas untuk menangani persoalan pendidikan, kemiskinan, dan kesenjangan yang menjadi masalah utama dunia. Pembangunan yang inklusif harus menjadi agenda utama kita bersama.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima