Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
FREDDY Budiman sudah dieksekusi mati, tapi efek pengakuannya mungkin panjang. Pengakuan kepada Haris Azhar dari Kontras bahwa sepanjang ‘kariernya’ seba gai bandit narkoba ia sedikitnya telah menggelontorkan fulus hingga Rp450 miliar bagi pejabat BNN dan Rp90 miliar untuk pejabat Polri. Freddy pernah pula diminta petugas kepolisian untuk kabur dari tahanan meski sang bandit itu tak hendak kabur. Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Ke kerasan (Kontras), mengungkapkan pengakuan Freddy lewat kicauan Twitter pada 28 Juli, malam hari.
Kenapa disebar ke publik hampir bersamaan dengan ekseskusi mati Freddy? Tentu saja Harislah yang paling tahu, apakah itu atas permintaan Freddy, mengingat Freddy bercerita kepada Haris dua tahun lalu di tengah kampanye Pemilu 2014. Freddy bercerita fulus yang begitu banyak sebagai suap agar ia leluasa memasok barang haram dari Tiong kok ke Indonesia. Menurut Freddy, ia pernah pula menggunakan fasilitas mobil TNI jenderal bintang dua membawa narkoba dari Medan ke Jakarta. “Si jenderal duduk di samping saya ketika saya menyetir mobil tersebut dari Medan sampai Jakarta dengan kon disi di bagian belakang penuh barang narkoba.
Perjalanan saya aman tanpa gangguan apa pun.” Menurut Haris, Kepala LP Nusakambangan (ketika itu), Sitinjak, juga mengungkapkan ada pejabat BNN beberapa kali menyuruhnya mencabut dua kamera CCTV yang mengawasi Freddy. “Para polisi ini menunjukkan sikap main di berbagai kaki. Ketika saya bawa itu barang, saya ditangkap. Ketika saya ditangkap, ba rang saya disita. Tapi dari informan saya, bahan dari sitaan itu juga dijual bebas.” Sungguh sebuah cerita yang bikin panas telinga ba gi yang tak suka. Radio Elshinta pun cepat tanggap. Pada 29 Juli 2016 mulai pukul 16.42 WIB, melalui akun Twitter @RadioElshinta, mereka melakukan jajak pendapat un tuk mengetahui respons publik terhadap tulisan Ha ris yang berjudul Cerita Busuk dari Seorang Bandit itu. Hasil jajak pendapat selama 2 jam dengan responden sebanyak 394 itu ialah 78% percaya, 9%
tak percaya, dan 13% ragu-ragu.
Jajak pendapat ialah fakta publik, tetapi bukan fakta hukum. Kebenaran fakta seperti yang ditulis Haris memang harus dibuktikan. Celakanya, Freddy Bu diman sudah mati. Siapa yang lancung? Freddy Budiman, Haris Azhar, polisi, atau pejabat BNN? Menurut Tito, jika informasi Haris benar, ia akan menindaklanjutinya dengan rapat analisis. Jika sebaliknya, ia menduga itu hanyalah cara untuk menunda eksekusi mati. Bekas Deputi Bidang Pemberantasan BNN Benny Mamoto pun bersuara bahwa ada beberapa kejanggalan di balik cerita Freddy. Waktunya sudah lama, diungkap ketika Freddy sudah mati. Juga, kenapa Kontras tak bisa menemukan pengacara dan pleidoi Freddy yang divonis mati pada 2012. Kepala BNN Komjen Budi Waseso juga meminta Haris membuktikan apa yang ditulisnya. (Bukankah yang harus membuktikan penegak hukum?)
Saya berharap cerita Freddy hanya isapan jempol. Jika betul, menjadi benarlah desas-desus orang ramai di luar, tak mungkin narkoba merajalela beredar tanpa keterlibatan para pemilik kuasa. Aparat yang meniagakan profesinya pasti akan membuat negara celaka, dan cerita Haris tentang pengakuan Freddy memang sebuah guncangan. Tentu yang paling mudah kini orang berbaku bantah. Untuk sampai pada fakta bahwa cerita itu hanya isapan jempol, hukum harus bekerja. Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus ekstra serius bekerja. Inilah mungkin sebuah guncangan yang menjadi ujian pertama Tito se bagai Kapolri baru. Tentu yang paling mudah kini orang berbaku bantah, dan ini tak bisa kita cegah. Na mun, baku bantah yang membawa faedah pastilah di ruang pengadilan. Untuk sampai ke sana, agar tak menjadi fi tnah, Tito dan Presiden Jokowi memang tak boleh menganggap ini cerita sepi. Publik menunggu betul apa kelanjutan cerita Freddy. Inilah ujian bagi Tito sebagai Kapolri ba ru, tentu juga bagi Jokowi. Jangan sampai pepatah ini jadi benar, ‘Sekali lancung keujian, seumur hidup orang tak percaya’.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved