Menyiangi Kabinet

Saur Hutabarat/Dewan Redaksi Media Group
01/8/2016 06:00
Menyiangi Kabinet
(MI/Panca Syurkani)

PEROMBAKAN jilid II Kabinet Kerja kian menunjukkan kepercayaan diri yang sangat tinggi dari Presiden Jokowi. Presiden sepenuhnya memperlihatkan bahwa mengganti dan mengangkat menteri merupakan hak prerogatif presiden.

Dalam masa pilpres, Jokowi tegas mengatakan bahwa ia hanya tunduk pada konstitusi. Hal itu untuk menjawab keraguan bahwa ia bakal didikte partai pengusung. Dalam 21 bulan berkuasa, melalui perombakan kabinet kali kedua, Jokowi membuktikan perkataannya itu.

Sesuai konstitusi, mengangkat dan memberhentikan menteri merupakan hak prerogatif presiden. Hemat saya, Sri Mulyani akhirnya bersedia menjadi menteri di era Presiden Jokowi juga setelah melihat kepemimpinan Jokowi yang kuat dan teguh. Jokowi bukan wayang yang di belakangnya ada dalangnya, yang mengatur, apalagi mendikte.

Melalui forum ini, saya telah mengungkapkan pandangan perihal tingginya level of confidence Presiden Jokowi yang terlihat nyata dalam pengambilan keputusan menetapkan Jenderal Tito Karnavian, junior di antara para jenderal berbintang tiga, sebagai Kapolri. Presiden Jokowi tidak menerapkan prinsip urut kacang. Keputusan politik pengampunan pajak juga bukti ihwal tingginya level of confidence Presiden.

Dalam konteks perombakan kabinet, bukti terkuat kiranya tetap dipertahankannya Menteri Rini sebagai Menteri BUMN. Padahal, tekanan politik melalui Pansus DPR merekomendasikan agar Presiden Jokowi mencopotnya.

Presiden bukan bawahan DPR, dan menteri (siapa pun dia), bukan pembantu parlemen, tapi pembantu presiden. Kita penganut sistem presidensial, presiden duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan DPR. Kiranya merupakan sikap kekanak-kanakan bila DPR bertahan menolak rapat kerja dengan Menteri Rini, menteri yang sah, bukan ilegal.

Kita percaya, perombakan kabinet juga menyiangi kabinet dari menteri yang bersuara gaduh, bertindak miring, serta tidak mencapai kinerja yang diharapkan Presiden. Perombakan kabinet itu juga memperkuat posisi pemerintah di DPR. Masuknya Golkar dan PAN ke dalam kabinet membuat pemerintah didukung kekuatan politik mayoritas di DPR.

Tinggal publik menunggu konsistensi partai. Di masa lalu, partainya mendapat kursi menteri, tapi tidak jarang menjadi oposisi. Berkoalisi, tapi kerap berseberangan.

Golkar dan PAN bukan partai pengusung capres-cawapres Jokowi-JK. Akan tetapi, sekali orang terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, keduanya menjadi milik semua rakyat. Memonopoli kursi kabinet semata milik partai pengusung rupanya bukan pilihan politik yang bijak, baik dari sudut politik praktis di DPR sebagai minoritas, maupun dari sudut substansial berbangsa dan bernegara. Presidenku ialah presidenmu, presiden kita.

Ada yang berpandangan, perombakan kabinet cukup sampai jilid II saja. Lebih dari itu, Presiden dinilai trial and error, coba dan salah. Kalau memang masih ada menteri yang kinerjanya buruk, atau nyelonong sendiri tanpa koordinasi, apalagi maling, Presiden sebaiknya memakai hak prerogatifnya. Menteri seperti itu cepat-cepat saja dicopot. Kabinet jelas perlu disiangi dari benalu, rumput liar.

Hasil menyiangi kabinet telah tampak. Kabinet Kerja sekarang kiranya lebih cepat mengambil langkah strategis yang diperlukan. Contohnya? Dua hari setelah dilantik, Menkeu Sri Mulyani menemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengamankan pelaksanaan pengampunan pajak. Semua itu agar pemilik aset di mancanegara tidak ragu-ragu membawa pulang uangnya ke Tanah Air.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.