Ani Kembali

Djadjat Sudradjat
29/7/2016 06:25
Ani Kembali
(MI/PANCA SYURKANI)

SRI Mulyani Indrawati kini kembali. Ia sosok yang dalam pemerintahan Yudhoyono, dulu, menjadi magnet kabinet.

Sri menjadi tumpuan pemerintahan dan inspirasi banyak orang, tetapi sekaligus musuh sebagian politikus di Senayan.

Namun, di tengah perseteruan politik yang banal, ia pun terpental.

Publik melihatnya di bulan-bulan terakhir sebagai menteri keuangan, suatu hari di Januari 2010, dalam sebuah cecaran pertanyaan dan tekanan anggota Pansus Bank Century yang galak.

Ada kehendak Sri harus jatuh, harus roboh.

Empat bulan kemudian ia mengundurkan diri.

Dengan tangis haru ia berpamitan kepada jajaran kantornya.

Ia digantikan Agus Martowardojo.

Ada banyak pendukung yang tak ikhlas melihat sosok yang andal itu dihabisi.

Tahu gelagat buruk di Indonesia, Presiden Bank Dunia Robert Zoellick segera meminang Sri untuk posisi direktur pelaksana di lembaga keuangan dunia itu.

Pastilah ada sorak sore kemenangan dari seteru politiknya, Aburizal Bakrie, sebagai menko kesra dan Ketua Umum Partai Golkar.

Sri versus Bakrie, waktu itu, serupa dua ujung galah.

Kini dalam pemerintahan yang berbeda, konstelasi politik yang tak lagi ricuh, Sri yang akrab dengan sapaan Mbak Ani, diminta kembali.

Kabarnya Jokowi meminang Ani sebelum perombakan kabinet yang pertama.

Perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 itu konon menolak halus.

Kini ia merasa terhormat diminta kembali. Tentu dengan beberapa 'catatan kaki'.

Kepulangan Ani dipuji.

Doktor ekonomi dari University of lllinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat, ini meninggalkan jabatan bergengsi dan gaji tinggi.

Ia kembali untuk menguatkan perekonomian Indonesia yang rapuh.

Perekonomian global dan regional yang belakangan tak menentu, persoalan domestik seperti kesenjangan dan kemiskinan, ialah problem yang harus menjadi solusi.

Ani dengan Bappenas, misalnya, di bawah Bambang Soemantri PS Brodjonegoro, adik kelasnya di Fakultas Ekonomi UI, harusnya lebih mudah berkoordinasi.

Ini penting karena Bappenas menyusun perencanaan pembangunan, Kementerian Keuangan yang mengeksekusi dalam anggaran.

Kita tahu target pertumbuhan ekonomi pada 2016 sebesar 5,2% , tapi triwulan pertama hanya tumbuh 4,92%.

Modal penting kembalinya Ani dalam tim ekonomi ialah antusiasme pasar modal.

Modal kepercayaan tentu amatlah penting. Ani juga dinilai akan mendorong reformasi di bidang moneter lebih kuat lagi.

"Reformasi selama masa jabatan Sri Mulyani pada 2005-2009 membantu pertumbuhan Indonesia yang stabil. Sama pentingnya kami menilai dia sebagai magnet dalam menarik profesional yang kompeten untuk memimpin sektor publik," tulis lembaga riset JP Morgan.

Namun, sentimen jangka pendek kadang tak bisa dipegang selamanya.

Perubahan situasi politik, bias mengubahkan seketika.

Yang terpenting justru bagaimana perekenomian bisa dikelola dalam jangka panjang.

Karena itu, menguatnya dukungan pada pemerintah di parlemen menjadi amat penting.

Merapatnya Golkar dan PAN harusnya tak hanya mengurangi kegaduhan politik, tapi menjadi solusi ekonomi.

Ani ialah ekspektasi tertinggi dalam kabinet Jokowi kini.

Publik akan melihat lagi langkah-langkahnya yang cepat, bicaranya yang tangkas, dan wajahnya yang menebarkan optimisme.

Kita juga akan melihat lobi internasional menjadi 'berkah' lain lagi.

Indonesia penting punya para pemimpin yang cakap, tetapi juga menebarkan optimisme.

Ani saya kira akan tetap galak pada yang ingkar terhadap negara.

Namun, belajar dari pengalaman, ia mungkin akan lebih bijak.

Dalam situasi sekarang, dalam batas tertentu, bagus juga jika memilih seni 'menangkap ikan tanpa harus membuat keruh airnya'.

Selamat kembali, Mbak Ani!



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima