Bukan Orang Lain

22/7/2016 05:31
Bukan Orang Lain
(Ilustrasi Dok Mi)

SUATU siang seorang kepala daerah dengan wajah serius menerima telepon. Dari nada bicara nya, penelepon itu seperti punya kuasa. Ia pengusaha di Jakarta. Kepada sang kepala daerah, suara di seberang sana cukup memanggil namanya. Sang pengusaha yang kabarnya penyandang dana politik sang kepala daerah tentu merasa punya hak istimewa. Dari nada dan raut muka, siang itu sang kepala daerah menjawab agak kikuk.

Dalam peristiswa lain, suatu malam, beberapa politikus yang hendak maju sebagai calon legislator secara beramai-ramai sowan ke rumah seorang pengusaha. Pengusaha itu pernah tersandung kasus suap dan diganjar penjara beberapa tahun. Namun, di daerahnya, nama sang saudagar tetap mencorong. Ia tetap menjadi magnet, terlebih bagi para politikus. Rumahnya yang serupa istana, kata penduduk di situ, tak pernah sepi sejak ia bebas dari bui.

Para politikus datang silih berganti. Relasi yang tak mungkin saling menegasi. Sang pengusaha butuh pengakuan kembali, para politikus butuh fulus untuk membiayai (politik mereka). Di Indonesia realitas seperti itu sesungguhnya biasa terjadi menjelang atau saat pemilu tiba. Seperti hubungan patron-klien jadinya. Wajarlah setelah mereka menjadi pejabat publik, para politikus itu tak risi sowan kepada para pengusah a yang menjadi patron mereka. Mereka ‘bukan orang lain’.

Terlalu banyak jika dihimpun dan terlalu panjang jika direntangkan contoh relasi pengusaha politikus serupa itu. Terungkapnya kasus suap pengusaha Hartati Murdaya kepada Bupati Buol Amran Batalipu beberapa tahun lalu hanyalah satu contoh. Terlalu banyak relasi seperti itu yang tak tercium oleh radar penegak hukum. Hubungan seperti itulah yang sesungguhnya menyuburkan oligarki dan pada akhirnya kleptokrasi.

Karena itu, tak mengherankan dan tak aneh jika Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sering berkonsultasi dengan pemilik Agung Sedayu Grup, Sugianto Kusuma alias Aguan. Tak usah bingung pula jika Prasetio mengatakan pertemuan itu bertujuan konsultasi pembahasan dua rancangan perda tentang tata ruang lahan reklamasi di pantai utara Jakarta. Sebagai konsultan, Aguan diposisikan sebagai orang yang memberi petunjuk, nasihat, dan pertimbangan.

Karena itu, tak merasa menjadi beban pula Prasetio, dan beberapa anggota dewan DKI Jakarta, yakni M Taufi k, Ongen Sangadji, Selamat Nurdin, dan M Sanusi, berkunjung ke Aguan di rumah sang pengusaha itu. “Saya dan Pak Aguan bukan seperti orang lain sebab saya dulu pernah bekerja di salah satu perusahaan milik beliau. Saya mantan karyawan beliau,” kata Edi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan terdakwa mantan Direktur Utama PT Agung Podomoro Land (Tbk) Ariesman Widjaja, Rabu (20/7) lalu.

Tak peduli etis atau tidak etis, Prasetio Edi sebagai pejabat negara konsultasi dengan Aguan, sang pengusaha itu, yang menurut jaksa M Takdir Suhan, punya kepentingan dalam soal reklamasi. Tak peduli pantas atau tidak para pejabat negara itu sowan, yakni menghadap kepada orang yang lebih dihormati itu. Terlebih lagi, Prasetio berte rus terang Aguan bukanlah orang lain. Karena ‘bukan orang lain’, kita bisa bayangkan ‘hubung an tanpa batas’ penguasapengusaha ini.

Dalam relasi ‘bukan orang lain’ ada cerita, seorang pejabat publik itu bisa kapan saja dipanggil menghadap sang patron. Sang patron, pengusaha besar yang uangnya ‘tak berseri’ itu, rupanya ‘menggaji’ secara rutin sang pejabat publik itu. Tak ada yang tabu dalam relasi itu. Semuanya dikemas jadi pantas belaka. Mereka bukan orang lain. Dalam relasi ‘bukan orang lain’, batas urusan privat dan urusan publik jadi membaur, melebur. Terlalu banyak hubungan terlarang ini terjadi. Mereka tak peduli negara jadi tunawibawa.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.