Maaf Maaf Maaf

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
12/7/2016 06:00
Maaf Maaf Maaf
(MI/ARYA MANGGALA)

JUDUL di atas saya ambil dari salah satu pentas Teater Koma karya Riantiarno.

Karya itu, ketika Orde Baru, haram dipentaskan.

Sama-sama sebuah kritik.

Maaf Maaf Maaf Teater Koma merupakan kritik terhadap kekuasaan yang otoriter.

Maaf Maaf Maaf di 'Podium' ini ialah kritik terhadap kinerja pemerintahan demokratis, tetapi minus empati dan kepekaan terhadap perasaan rakyat.

Mudik dengan kemacetan di Brebes yang amat parah itulah pangkal soalnya.

Ini kemacaten terburuk arus mudik di Jawa sejak reformasi. Ia sebuah teror bahkan horor.

Belasan orang meninggal dalam perjalanan dengan kemacetan berhari-hari itu.

Yang mengherankan, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan tak ada mudik yang menyebabkan kematian.

Kematian itu karena penyakit yang mereka idap.

Alih-alih meminta maaf atas infrastruktur yang buruk dan antisipasi yang tak memadai itu, bersimpati pun tidak.

Sepanjang 'horor mudik Brebes' itu, tak ada rasa sesal dari Menteri Perhubungan Jonan.

Tak ada rasa bersalah dari Kapolri Badrodin Haiti. Tak ada permintaan maaf dari Presiden Jokowi.

Padahal, Jokowi-lah yang bersema-ngat mempromosikan tol lintas tengah.

Jalur yang, karena tak dipikirkan lingkar luarnya di Brebes, jadi neraka bagi pemudik.

Berceritalah pemudik asal Bekasi menuju Wangon yang mengalami kemacetan Brebes selama tiga hari.

Rahman, 51, yang baru pertama kali mudik menyetir mobil sendiri, mengatakan ia hampir tak kuat meneruskan perjalanan.

Pinggangnya bengkak karena hampir 60 jam duduk di balik kemudi.

Badannya pun meriang. Dua anaknya jatuh sakit. Ia lelah luar biasa, baik psikis maupun fisik.

Puasa dan Idul Fitri di negeri ini memang kerap menjadi momen mengeruk keuntungan.

Bahkan, dalam penderitaan sekalipun.

Begitulah kemacetan di Brebes.

Masyarakat menjual makanan dengan harga sesuka-sukanya.

Hari kedua macet harga premium eceran dijual warga Rp30.000.

Hari kedua Rp50.000.

Bagi yang kuat fisik untuk berjalan mencari stasiun pengisian bahan bakar, mereka bisa jalan berkilo-kilometer.

Setelah di SPBU mereka pun harus antre berjam-jam.

Bagi yang tak bisa, tak ada pilih-an membeli BBM dengan harga selangit.

Lelaki yang membuka usaha variasi mobil itu juga mengeluhkan soal Tol Cipali-

Pejagan yang terlalu digembar-gemborkan sebelum siap infrastruktur terusannya di Brebes.

Aliran kendaraan begitu banyak bertemu di jalan sempit, pastilah tersumbat.

Padahal, selain jalur tengah (tol), juga ada jalur pantura dan jalur selatan.

Di hari H-3, di jalur selatan amat lancar, sedangkan di Brebes kemacetan menjadi horor.

Yang membuat kian kesal, pemerintah seperti tak bertanggung jawab atas promosi tol itu.

Diskon 20% untuk pembayaran via kartu elektronik memang memotong waktu transaksi, tapi mengundang pemudik melewati jalur tengah dan mengabaikan jalur selatan.

Saya kira kemacetan Brebes ialah contoh buruk kinerja pemerintahan Joko Widodo.

Ketika terjadi kemacetan panjang saat libur Natal 2015, Dirjen Perhubungan Darat Djoko Sasono berani mengundurkan diri.

Kini, jangankan mundur, permintaan maaf pun tidak ada.

Memang dalam cicitan di media sosial Menko Polhukam Luhut Pandjaitan dan Mendagri Tjahjo Kumolo meminta maaf atas kemacetan Brebes.

Mestinya yang mula-mula minta maaf ialah pejabat yang bertanggung jawab urusan mudik yang diistilahkan sebagai 'tragedi Brexit' (Brebes exit) itu.

'Tragedi Brexit' yang memakan banyak korban itu sebuah noda yang amat hitam bagi pemerintahan Jokowi dalam pengelolaan mudik.

Harus ada pertanggungjawaban yang bisa menyembuhkan luka fisik dan luka batin yang amat dalam itu.

Jika tidak, maaf, maaf, maaf, pemerintahan Jokowi sungguh miskin empati pada mereka yang disebut korban.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima