Cerdas Berpromosi

02/5/2015 00:00
Cerdas Berpromosi
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

DUA pekan lalu saya mendapat undangan menghadiri World Journalist Forum di Seoul, Korea Selatan. Ada 100 wartawan dari 60 negara di seluruh dunia diundang hadir pada acara yang ketiga kalinya diselenggarakan di Korsel.

Sebagai tuan rumah, wajar bila kepentingan Korsel masuk agenda. Agenda pertama tentang ketegangan yang masih berlanjut di Semenanjung Korea.

Pemerintah Korea berharap pers internasional ikut terus menyuarakan dan mendorong tercapainya rekonsiliasi di antara dua bangsa bersaudara itu.

Setelah sehari penuh melakukan konferensi, para wartawan diajak melihat Korea. Dengan menggunakan empat bus buatan Korea, para peserta diajak jalan-jalan ke Daegu dan Busan.

Kebetulan di Daegu sedang berlangsung World Water Forum, pertemuan dunia untuk membahas ketersediaan air untuk umat manusia.

Berbagai pembangunan yang dilakukan di Korea diperkenalkan kepada para wartawan. Mulai pembangunan monorel di Daegu sampai penataan kawasan kumuh menjadi Kampung Budaya di Busan. Intinya, mereka ingin menyampaikan inilah Korea dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya.

Dengan mengundang para wartawan, informasi tentang Korea diharapkan bisa tersebar ke seluruh dunia. Prinsip yang ingin mereka terapkan seeing is believing. Dengan orang melihat langsung, informasi akan semakin dekat dengan fakta.

Saya melihat cerdasnya bangsa Korea dalam mempromosikan diri. Memang tidak murah untuk mengundang 100 wartawan dari 60 negara. Namun, tidak ada makan siang gratis.

Jika kita ingin mengundang orang untuk datang ke negeri kita, kita harus berani mempromosikan diri. Kita lihat bagaimana pemerintahan Joko Widodo ingin mendorong pariwisata.

Tidak masuk akal Indonesia yang begitu kaya dengan alam dan budaya setiap tahun hanya dikunjungi 8 juta turis asing. Singapura yang kecil saja mampu mendatangkan turis di atas 20 juta tiap tahun.

Jangan bandingkan dengan Spanyol yang turisnya mencapai 80 juta atau Amerika Serikat yang bisa mencapai 200 juta turis tiap tahun.

Pemerintah belum lama ini mengeluarkan kebijakan memberikan bebas visa kepada 30 negara. Namun, itu tidak otomatis mendorong warga di ke-30 negara tersebut mau datang ke Indonesia. Tetap perlu promosi untuk memperkenalkan Indonesia karena tidak semua orang mengenal Nusantara.

Di sinilah kita perlu belajar dari bangsa lain. Bagaimana mereka cerdas dalam mengemas acara sebagai sarana promosi. Mereka tidak pernah tanggung-tanggung mengeluarkan anggaran. Promosi bukanlah biaya, melainkan investasi.

Kalau kita ingin menangkap paus, tidak mungkin kita menggunakan teri sebagai umpan. Kita harus berani menggunakan tuna. Beban biaya tidak harus ditanggung satu lembaga. Seperti yang dilakukan Korea, bus disediakan KIA Motors. Makan ditanggung bersama oleh Pemerintah Kota Seoul, Daegu, dan Busan.

Perjalanan pulang dengan menggunakan kereta api cepat ditanggung Korea Railroad Corporation. Semua dikoordinasikan dan dilakukan untuk kepentingan ekonomi Korea. Kita sering menyebutkan 'Indonesia Incorporated'. Namun, begitu sulit berkoordinasi.

Sulit bagi kita saling mendukung dan bekerja sama demi kemajuan Indonesia. Selalu ada pertanyaan 'Mengapa dia?' dan 'Bukan saya'. Kita membutuhkan momentum untuk membalikkan kondisi ekonomi yang sedang lesu. Pariwisata salah satu yang bisa mendorong pembalikan perekonomian bangsa ini.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima