Dan Lain-Lain

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
11/7/2016 06:00
Dan Lain-Lain
()

INILAH fakta mutakhir mengenai media sosial.

Instagram di-hit 500 juta pemakai.

Fakta lain, sebanyak 95 juta foto dan video di-posting di Facebook setiap hari.

Berapa banyak dari fakta itu netizen-nya orang Indonesia?

Seorang penulis buku menjawabnya dengan perbandingan yang amat kontras.

Katanya, Jakarta merupakan kota paling banyak orang ngetweet di dunia.

Sekitar 64 juta orang Indonesia memakai Facebook, yaitu lebih dari jumlah penduduk Inggris Raya.

Akan tetapi, 80 juta penduduk Indonesia hidup tanpa listrik (sebanyak semua orang Jerman), dan 110 juta hidup kurang dari 2 dolar AS per hari (sebanyak semua penduduk Meksiko).

Semua yang kontras itu saya ambil dari buku berjudul Indonesia Etc karya Elizabeth Pisani yang diterbitkan Yayasan Lontar pada 2014.

Elizabeth, koresponden Reuters dan The Economist (1988-1991), kembali lagi ke Indonesia setelah menyelesaikan studi epidemiologi.

Ia bekerja dengan Kementerian Kesehatan (2001-2005) dalam urusan HIV di kalangan pekerja seks, pemakai narkoba jarum suntik, serta gay di kota-kota besar.

Buku itu hasil 13 bulan perjalanan di negeri ini, yaitu menempuh 21.000 kilometer dengan sepeda motor, bus, dan kapal; serta perjalanan lainnya 20.000 kilometer dengan pesawat udara.

Hasilnya? Sebuah buku setebal 404 halaman yang mengeksplorasi Indonesia sebagai improbable nation, bangsa lengkara.

Lengkara artinya mustahil, sesuatu yang tidak mungkin ada.

Atas semua lengkara/mustahil itu, jurnalis perempuan yang menjadi epidemiolog itu kerap mempertanyakannya, dan mendapat jawaban, "Ya, begitulah Indonesia, Bu!"

Angka pengguna Facebook itu menunjukkan betapa 'terdepannya' orang Indonesia.

Betapa 'begitulah orang Indonesia'.

Salah satu yang hebat dalam pemakaian media sosial itu, meluasnya gejala selfie, memotret diri sendiri, lalu menyebarluaskannya ke ruang publik.

Penting benar cinta diri dan pamer diri.

Sudah tentu elite Indonesia termasuk yang 'pandai' bermedia sosial.

Salah satunya Wakil Ketua DPR Fadli Zon, yang memberikan klarifikasi melalui akun Twitter perihal anaknya, Shafa Sabila Fadli, yang minta dilayani Konsulat Jenderal RI selama berkunjung ke New York.

Tak hanya sampai di situ.

Pada 30 Juni 2016, pukul 12.05, Fadli Zon mem-posting video, "Putri saya Shafa Sabila Fadli menyanyikan lagu Tanah Airku."

Apa tujuannya?

Saya tidak tahu.

Saya hanya teringat buku Elizabeth Pisani, ingin meniru dan memodifikasi jawaban yang sering diperolehnya, "Ya, begitulah elite Indonesia."

Yang paling 'menggugat' dari buku itu ialah digunakannya kata 'etc', yang berarti 'dan lain-lain' (dll) sebagai judul buku, Indonesia Etc.

Elizabeth mengambilnya dari teks proklamasi yang ditandatangani Soekarno-Hatta, yang berbunyi, "Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya." Dalam teks asli, tulisan tangan, yang dipakai memang singkatannya, 'dll', alias 'etc.'

Tulis Elizabeth, "Indonesia has been working on that 'etc' ever since."

Sejak proklamasi 70 tahun lebih, Indonesia memang masih berurusan dengan berjibun perkara 'dan lain-lain' yang ternyata tidak dapat diselesaikan dengan cara saksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Dalam konteks itu, pedih mengatakan, begitulah Indonesia, begitulah elite Indonesia, begitulah dll, dan lain-lain.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.