Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MIMPI buruk itu benar-benar terjadi. Di Stade de Nice, Prancis, Senin (27/6), Inggris dihajar 1-2 oleh Islandia, tim debutan. Ironinya, yang mengalahkan Inggris para 'penggemarnya' sendiri. Spirit 'Laskar Viking' dari 'Negeri Es' sungguh luar biasa, seperti memunculkan memori Perang Kod. Sejarah mencatat, pada 1958-1976, tiga kali selisih paham Islandia kontra Inggris perihal rebutan ikan kod di sekitar perairan Islandia.
Tak ada nasib yang lebih terkutuk bagi Inggris daripada kekalahan memalukan. Inggris pernah dikalahkan Argentina pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, juga dengan memori sejarah, Perang Malvinas. Namun, Argentina bukanlah negeri guram sepak bola. Ketika menjadi pecundang saat itu, Inggris berlaga di kancah dunia dan di final pula.
Di Prancis, Inggris baru babak 16 besar dan langsung tersungkur oleh tim guram. Bola, seperti kerap diungkap para 'pecandunya', ialah olahraga penuh drama. Sarat pesona, penuh tegangan, sihir, ironi, dan kejutan. Namun, tak ada nubuat dari para analis tentang Islandia di Piala Eropa 2016. Timnas Islandia hanya ditulis biasa, sebagai tim debutan Piala Eropa. Mereka seperti juga Albania, Slovakia, Wales, dan Irlandia Utara.
Islandia tak lebih, tak kurang: dipandang sebelah mata. Para legenda sepak bola seperti Franz Beckenbauer (Jerman), Pele (Brasil), Ruud Gullit (Belanda), misalnya, sama sekali tak menyebut Islandia. Tradisi analisis umumnya menyebut Jerman, Spanyol, Prancis, Italia, Inggris yang menuju puncak. Mata analis serupa itu, yang selalu terpaku pada tradisi dan sejarah, jumlah bintang, di klub mana mereka bermain, dan siapa juru taktiknya, pastilah tak akan menembus sisi terdalam keajaiban sepak bola itu sendiri.
'Spiritualitas' bola tak bisa didekati hanya dengan yang serbamaterial. Filosofi bola itu bundar sesungguhnya bermakna beribu kemungkinan. Bagaimana kita menjelaskan Denmark yang menggantikan Yugoslavia menjadi juara Eropa 1992 mengempaskan tim 'Panser' Jerman? Juga Yunani pada 2004. 'Negeri para Dewa' mempermalukan Portugal yang bertabur bintang ketika itu.
Tim ini amat jemawa karena sebelumnya menggilas Inggris dan Belanda. Yunani yang mengalahkan Prancis dan Republik Ceko belum dianggap cukup. Bagaimana pula Irak yang tercabik-cabik perang bisa juara Asia 2007? Kembali ke Islandia, penduduknya hanya 331.000 orang, lebih besar penduduk Kabupaten Pringsewu di Lampung yang 370.157 jiwa. 'Negeri Es' tak punya lapangan layak karena dalam setahun, lebih dari enam bulan lapangan tertutup es.
Tak ada kompetisi teratur. Bahkan, nilai kontrak seluruh pemain Islandia kalah jauh jika dibandingkan dengan seorang pemain Inggris. Inggris versus Islandia ialah duel liliput melawan raksasa. Mimpi dan idola mereka justru para pesepak bola Inggris yang penuh bintang, bermain di liga terbaik dunia. Tak ada pelatih dengan bayaran supermahal seperti juru taktik tim lainnya.
Pelatih utama Islandia, Lars Lagerback asal Swedia, dan Hallgrimson, putra asli Islandia, seorang dokter gigi. Hallgrimson bahkan tak bergaji. Kini masyarakat Islandia bangga dengan timnya yang semula dipandang sebelah mata. Saya selalu suka pada kejutan. Tim-tim papan bawah yang tak dilirik dan kemudian tampil impresif seperti menyimpan rahasia kuda troya.
Mereka inspirasi dalam banyak hal. Bahwa gelimang uang dan bintang, tradisi kompetisi yang mapan, ternyata tak selamanya bisa jadi andalan utama. Kekompakan, semangat tinggi yang terus terjaga, kepercayaan diri yang menjadi sugesti, ternyata mampu membangun karakter juara.
Jika menilik kepercayaan diri Islandia yang amat tinggi saat menggilas Inggris, mestinya hal yang sama bisa terulang ketika menghadapi Prancis di babak delapan besar, Senin (4/7). Namun, apa pun hasilnya nanti, Islandia, negeri para sastrawan itu, telah memperpanjang ukiran keajaiban permainan si kulit bundar. Mereka inspirasi banyak profesi.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved