Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA saat menyampaikan proyeksi ekonomi 2015, Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung mengingatkan tantangan berat ekonomi. Apabila sebelumnya ki ta mendapatkan angin buritan (tail wind) yang mendorong laju pertumbuhan, mulai 2015 kita harus menghadapi angin depan (head wind). Peringatan yang disampaikan menjelang pergantian pemerintahan semula dianggap hanya menakut-nakuti.
Kehadiran pemimpin baru, yang oleh majalah Time dikatakan sebagai ‘New Hope’, membuat kita yakin angin depan tidak akan terlalu menghambat. Kini kita harus mengatakan peringatan Chairul Tanjung itu ternyata benar. Turbulensi ternyata benar-benar luar biasa. Perlambatan perekonomian dunia membuat perdagangan menurun tajam. Faktor pemicu pun silih berganti, mulai krisis di Yunani hingga di Brasil.
Belum lagi krisis-krisis itu tertangani secara tuntas, muncul tantangan baru pada Jumat (24/6) lalu. Bangsa Inggris akhirnya memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa (UE). Sebanyak 52% masyarakat Inggris Raya menjatuhkan pilihan untuk keluar dari Uni Eropa dan hanya 48% memilih tetap bergabung dalam ‘Eropa Raya’. Keputusan rakyat Inggris itu mengguncang dunia.
Setidaknya respons ekonomi mereka sangat negatif. Nilai ma ta uang Inggris, pound sterling, turun 10% ke tingkat terburuk sejak 1985. Semua pasar modal dunia pun terguncang. Itu dapat dilihat di antaranya pada indeks Dow Jones yang terkoreksi 650 poin dalam satu hari atau menghapus semua capaian sepanjang 2016. Bank Sentral AS sudah melakukan stress test, khususnya dalam menghadapi kondisi paling buruk. Setidaknya ada tiga bank besar, Well Fargo, Bank of America, dan JP Morgan-Chase, yang akan terpukul keuntungan mereka meski tidak sampai krisis.
Semua negara tidak ada yang berani untuk menganggap enteng dampak dari Brexit karena pengaruh politiknya tidaklah kecil. Di Inggris Raya sendiri, Skotlandia dan Irlandia Utara yang menginginkan tetap bergabung dengan UE mulai memikirkan untuk memisahkan diri. Sebaliknya, bagi kelompok ultranasionalis, Brexit memunculkan sentimen bubarnya UE. Setidaknya tokoh ultranasionalis Prancis Marie Le Pen dan Belanda Geert Wilders mulai menyuarakan referendum.
Isu Brexit sendiri dipicu perbedaan kelas. Besarnya arus imigran yang setiap tahun mencapai 300 ribu orang dan kaum eksekutif yang hanya memikirkan diri sendiri dengan melupakan kesejahteraan buruh membuat kelas bawah Inggris merasa tidak sejahtera. Apalagi kebijakan UE selalu menekankan pengetatan dan kehati-hatian sehingga membuat pengangguran semakin meningkat. Sikap yang lebih mementingkan diri sendiri akan meningkatkan proteksionisme di dunia. Hal itu mengganggu kelancaran perdagangan dan akan semakin menyulitkan dunia keluar dari perlambatan ekonomi.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved