PSK

30/4/2015 00:00
PSK
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

MENGAGETKAN, seorang pekerja seks komersial (PSK) mati dicekik pelanggannya di rumah indekos di Tebet Utara, Jakarta Selatan. Terbukalah fakta sosial bahwa prostitusi diam-diam berlangsung di tengah kehidupan warga di permukiman penduduk. Pembunuhan itu terjadi Sabtu (11/4).

PSK bahkan ditengarai terang-terangan bekerja di Apartemen Kalibata City, juga di Jakarta Selatan. Ditengarai, karena pengelola apartemen itu mengaku sulit membuktikannya. Padahal, ada yang menyebut jasa PSK ditawarkan tak hanya di malam hari, tapi juga di siang bolong.

Transaksi seks rupanya tak berkaitan dengan terbit dan tenggelamnya matahari. Orang boleh saja memuji kehebatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang berhasil menutup kompleks prostitusi Dolly pada Rabu (18/6/2014).

Pertanyaannya, ke manakah pergi 1.449 orang PSK Dolly itu menggelandang?

Diduga mereka ke Bali, Batam, dan Jakarta.

Suatu hari saya diberi informasi bahwa PSK itu juga bermigrasi ke Kota Pelajar Yogyakarta dengan menyaru sebagai mahasiswi. Mereka pun hidup berbaur seperti mahasiswi sesungguhnya. Bukan penyamaran baru, tapi tetap mangkus untuk mengelabui penghakiman baik dan buruk oleh masyarakat.

Jauh hari sebelumnya (1999), Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menutup kompleks prostitusi Kramat Tunggak di bilangan Jakarta Utara. Di tempat itu kemudian dibangun Jakarta Islamic Center.

Pertanyaannya sama, ke manakah 1.615 PSK di situ pergi menjajakan pekerjaan mereka?

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI sekarang, ingin mengambil langkah berlawanan. Ia berpandangan akan melegalkan PSK dan memberinya sertifikat. Adakah yang baru di kolong langit?

Sejarah prostitusi melintasi abad kuno dan kultur modern, dari zaman Babylonia hingga Apartemen Kalibata City. Profesi itu diklaim sebagai profesi tertua di dunia.

Tak perlu ragu mengatakan bahwa sekalipun profesi tertua, ia tak bakal punah. Jika demikian halnya, dari segi kesehatan warga, apakah bijak negara membiarkan PSK menjadi pekerjaan liar di tengah ancaman HIV/AIDS?

Sebagai gambaran, sampai akhir 2014, penyakit itu telah tersebar di 390 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Terbanyak (52%) ialah risiko terinfeksi hubungan seks heteroseksual.

Statistik resmi urut kacang berdasarkan provinsi; jumlah infeksi HIV tertinggi DKI Jakarta (34.641), Jawa Timur (20.761), Jawa Barat (13.938), Bali (10.188), dan Papua (7.365). Padahal, yang resmi tidak menunjukkan keseluruhan yang sebenarnya.

Gagasan melegalkan prostitusi menyulitkan pendukungnya karena dituntut memberikan argumentasi yang mampu melampaui pertimbangan moral. Untuk itu, saya menyerah. Bahkan, di tengah kemunafikan sekalipun. Jelaslah lebih gampang beramai-ramai menolaknya dengan atau tanpa argumentasi.

Saya hanya mau berpesan, jika gagasan Gubernur Ahok dapat diwujudkan, jangan lupa di lokalisasi itu disediakan bank kondom gratis dibiayai APBD. Selain rutin memeriksa kesehatan dan harus besertifikat, PSK dan muncikari wajib membayar pajak penghasilan (PPh) untuk kas negara. Jika itu yang menjadi kenyataan, PSK bukan lagi sampah masyarakat, melainkan warga yang sama kedudukannya di hadapan negara.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.