Bunglon

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
24/6/2016 05:31
Bunglon
(AP Photo/Antonio Calanni)

INILAH kebanggaan seorang juru taktik bernama Antonio Conte. Ia bangga dengan strategi bunglonnya (camaleonte) yang membawa timnas Italia melumat tim ber tabur bintang, Belgia, 2-0. Ia kalahkan pula Swedia 1-0. Tim ini pun menjadi jawara Grup E Piala Eropa 2016 meski kalah 0-1 dari Republik Irlandia.

Dengan wajah berbinar Conte mengungkapkan Italia telah menjadi pejuang tangguh di lapangan ketika menghadapi Belgia. "Seperti halnya bunglon, formasi dan strategi akan fleksibel menyesuaikan lawan," kata Conte yang dibayar 2,7 juta pound sterling (setara Rp52 miliar) itu. Di Montpellier, sebuah kota kecil, di selatan Prancis, 'Pasukan Bunglon' itu digembleng.

Kejutan-kejutan dimatangkan. Padahal, kita tahu tim Azzurri kini tak lagi punya Andrea Pirlo yang cerdik, serta dua bomber yang disegani lawan, Mario Balotelli dan Luka Toni. Para bintang seperti Claudio Marchisio dan Ricardo Montolivo juga tak merumput karena cedera. Itu sebabnya Italia tak diunggulkan. Namun, tanpa kehadiran mereka, salah satu anggota 'bunglon', Leonardo Bonuci, mampu memerankan Pirlo secara mendadak.

Secara keseluruhan, pagi dini hari (14/6) keperkasaan 'Tim Bunglon' Conte pun dirasakan pelatih 'Setan Merah' Marc Wilmots. Pelatih Belgia itu pun seperti kehilangan seluruh kata melihat keperkasaan Italia. Saya tak hendak menyoal apakah 'taktik bunglon' Conte nanti mampu mengantar tim Azzurri sebagai juara, tetapi keterusterangan sang pelatih itulah yang saya hargai.

Ia jujur dengan taktik mimikri itu. Umumnya, orang menghindar dari laku serupa bunglon. Conte justru menggunakannya sebagai strategi bermain dengan segenap percaya diri. Ia mengambil karakter bunglon karena memang istimewa. Entah sejak kapan manusia mencari kambing hitam untuk menganalogikan hal-hal buruk dirinya serupa binatang. Orang-orang brengsek disejajarkan dengan buaya, bandot, ular kadut, serigala, belut, bangsat, lintah darat, babi, monyet, anjing, dan keledai.

Salah apa binatang-binatang itu? Bunglon dapat mengatur jarak antarkristal berukuran nano yang berfungsi memantulkan cahaya. Itu sebabnya mereka dapat mengubah warna tubuh secara cepat. Binatang ini juga dapat mengubah penampilannya untuk menyesuaikan diri terhadap suhu, lingkungan, dan suasana hati secara cepat. Tahun lalu Michel Milinkovitch, ahli genetika evolusi dan biofisika dari Universitas Jenewa, membantah pandangan itu.

Ia mengatakan teori itu tidak dapat diterima sebab ada banyak bunglon hijau tapi tidak memiliki pigmen hijau dalam sel-sel kulit mereka. Milinkovitch dan rekan-rekannya di universitas mulai mengelaborasikan fisika dan biologi dalam penelitian mereka. "Kami melakukan fisika dan biologi secara bersama-sama," ujarnya dalam artikel The Colorful Language of Chameleons, National Geographic edisi September 2015.

Saat sampel kulit bunglon terkena tekanan dan mengalami proses kimiawi, para peneliti menemukan bahwa kristal ini dapat 'disetel' untuk mengubah jarak antara mereka. Hal itulah yang meme-ngaruhi warna cahaya yang dipantulkan kisi kristal. Jika jarak antara kristal meningkat, warna yang dipantulkan berubah dari biru ke hijau, ke kuning, ke oranye, lalu ke merah.

Layar kaleidoskopik menunjukkan bahwa hal itu umum terlihat di antara beberapa bunglon karena proses kimiawi dalam tubuh mereka ketika mereka santai, gelisah, atau bergairah. Tak pantas kebrengsekan manusia sendiri, yang konon makhluk tertinggi karena berakal budi, justru selama berabad-abad terus menyudutkan binatang.

Conte setidaknya telah membebaskannya, bahkan memuliakan para bunglon dari salah sangka dan kepicikan manusia. Jika kala ini Italia juara Eropa, mungkin karena berkah bunglon yang ia muliakan itu.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima