Darurat Anggaran

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
22/6/2016 06:00
Darurat Anggaran
(AP/Joedson Alves)

KONDISI itulah yang disampaikan Gubernur Negara Bagian Rio, Brasil, pemerintah tidak lagi memiliki dana. Pemerintah tidak bisa lagi membayar biaya keamanan publik, kesehatan, pendidikan, transportasi, dan pengelolaan lingkungan. Berbagai pembangunan untuk persiapan penyelenggaraan Olimpiade Rio de Janeiro tidak bisa dilanjutkan.

Pelaksanaan pesta olahraga dunia empat tahunan benar-benar terancam. Padahal api Olimpiade sudah diambil dari Gunung Olympia di Yunani dan sekarang dalam perjalanan keliling dunia. Menjelang Agustus nanti api akan tiba di Brasil dan dibawa lari keliling negeri itu.

Krisis keuangan dan krisis politik yang tengah terjadi di Brasil membuat negeri itu limbung. Angka pengangguran di sana mencapai 11%. Dua tahun terakhir pertumbuhan ekonomi negatif dan Brasil sedang dihadapkan kepada krisis ekonomi terburuk sejak 1930. Negara yang pernah disebut sebagai negara industri baru goyah karena korupsi. Tidak tanggung-tanggung, Presiden Dilma Rousseff dimakzulkan karena terlibat kasus korupsi Petrobras. Wakil presiden yang menggantikannya kini juga dihadapkan kepada skandal korupsi.

Perekonomian Brasil hancur karena maraknya praktik korupsi. Sekitar 30% pejabat negeri itu terlibat skandal yang merugikan keuangan negara. Presiden Dilma menutupi angka defisit anggaran negaranya, padahal kenyataannya sudah mencapai 7% dari produk domestik bruto. Kita belum tahu bagaimana Brasil akan menyelesaikan persoalan keuangan mereka. Di tengah masyarakat yang membutuhkan roti, apakah mungkin pemerintah negeri itu mendahulukan ‘sirkus’? Pelaksanaan Olimpiade Rio dianggap ‘sirkus’ karena hanya membuat orang melupakan sejenak persoalan negara yang dihadapi, tetapi setelah itu mereka harus kembali menghadapi krisis ekonomi.

Memang ada harapan, penyelenggaraan Olimpiade Rio akan membuat turis datang ke kota itu. Akan tetapi, dengan tingkat keamanan yang tidak terjamin dan angka pengangguran begitu tinggi, banyak yang meragukan turis berani datang ke Rio de Janeiro. Pengalaman selama ini, penyelenggaraan event multiolahraga tidaklah menguntungkan. Investasi yang harus ditanamkan untuk membangun fasilitas olimpiade tidak sesuai dengan pendapatan yang diperoleh. Bahkan banyak infrastruktur yang dibangun tidak terpakai lagi setelah para atlet kembali ke negara masing-masing.

Olimpiade Athena merupakan salah satu contoh nyata. Setelah penyelenggaraan Olimpiade, Yunani dihadapkan kepada krisis ekonomi besar. Sampai sekarang Yunani belum pulih dari krisis dan harus mendapat suntikan dana dari negara-negara Uni Eropa.

Apa yang terjadi di Brasil merupakan pelajaran berharga bagi kita bahwa keuangan negara harus dikelola secara berhati-hati. Jangan lebih besar pasak daripada tiang. Keinginan untuk melakukan pembangunan infrastruktur harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Kita tidak menutup mata, kita membutuhkan pembangunan infrastruktur. Sepanjang 17 tahun reformasi kita melupakan hal yang satu itu. Namun, semua pembangunan itu berasal dari uang rakyat. Pajaklah yang bisa dipakai untuk membangun infrastruktur.

Memang benar kita bisa meminjam uang dari negara lain untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Akan tetapi, pinjaman itu akhirnya tetap akan dibayar dari uang rakyat. Kita semua yang akhirnya harus menanggung beban itu. Sekarang ini perekonomian kita sedang tertekan. Konsumsi masyarakat hanya tumbuh 5%. Angka penyaluran kredit hanya tumbuh sekitar 8%, sedangkan kredit bermasalah mulai meningkat.

Dalam kondisi seperti itu, kita harus memilih pembangunan infrastruktur yang perlu dilakukan. Prioritas ditujukan kepada yang memberi kontribusi lebih tinggi pada percepatan roda pembangunan. Yang harus diutamakan, rakyat masih memiliki pekerjaan dan daya belinya ditingkatkan. Itulah yang bisa memutar roda ekonomi.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.