Negara Pura-Pura

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
15/6/2016 05:31
Negara Pura-Pura
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

SEORANG pengusaha mengagumi cara bekerja Presiden Joko Widodo yang detail dan tuntas. Ia merasakan langsung bagaimana setiap bulan dipanggil untuk melaporkan kemajuan proyek. Laporan yang disampaikan diadu dengan laporan yang disampaikan pejabat teknis. Presiden tidak suka dengan laporan palsu. “Tuh kan, kata menteri saya sudah 100%,” komentar Presiden kalau mendengar laporan yang tidak sesuai. Sang pengusaha sampai tidak enak hati karena Presiden langsung menghubungi sang pejabat dan menanyakan laporan yang tidak sesuai itu.

Sang pengusaha kemudian sering ditelepon pejabat karena dianggap mengadu, padahal yang selalu mengejar pelaksanaan proyek ialah Presiden sendiri. Cara kerja Presiden seperti itu cocok untuk menggerakkan pembangunan. Selama ini kita hanya berhenti pada sekadar omong. Kalau sudah mendapatkan laporan dan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman, dianggap semuanya sudah beres.

Sudah saatnya kita meninggalkan kepurapuraan. Negeri ini jangan jadi negeri pura-pura. Lebih baik kita berpijak pada kenyataan. Lebih baik kemajuan kecil tetapi nyata daripada mimpi besar tetapi tidak pernah bisa terlaksana. Kita berharap sikap itu diterapkan Presiden juga dalam menata harga bahan kebutuhan pokok. Kita menganggap operasi pasar yang marak digelar sekarang ini hanyalah sebuah kepura-puraan.

Presiden jangan terkecoh bahwa semua sudah bisa dikendalikan. Operasi pasar adalah tindakan melawan pasar. Kita tahu bahwa pemerintah tidak bisa melawan pasar. Semakin langkah itu dilakukan akan menjadi bumerang bagi pemerintah sendiri. Pemerintah akan dianggap tidak kredibel ketika masalahnya muncul kembali. Tugas pemerintah dalam menangani harga bahan pokok ialah menciptakan harga yang wajar, bukan harga yang murah. Harga wajar itu di satu sisi harus bisa mendorong petani untuk tertarik meningkatkan produksi, tetapi di sisi lain hasil produksi mereka bisa terjangkau oleh masyarakat.

Dalam kasus harga daging sapi, harga sapi hidup per kilogram sekarang ini sekitar Rp45 ribu. Harga daging sapi dihitung 2,5 kali dari harga berat sapi hidup. Kalau kemudian harga daging sapi dipaksa di bawah Rp80 ribu, peternak tidak pernah akan mau menjual sapi mereka. Kalau mereka dipaksa juga untuk menjual, peternak kemudian tidak akan mau melanjutkan kegiatan.

Sering muncul pertanyaan, mengapa harga daging sapi di Australia bisa lebih murah? Pertama, karena mereka peternakan besar, bukan peternakan tradisional seperti di Indonesia. Bagi peternakan tradisional, sapi lebih dilihat sebagai tabungan, bukan alat produksi. Kedua, cara beternak di Australia ialah menggembalakan di padang rumput, sedangkan kita mengandangkan. Ketiga, populasi dan produktivitas sapi Australia lebih tinggi daripada sapi Indonesia. Seorang pejabat Kementerian Pertanian mengakui populasi sapi di Indonesia terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Rumah potong sapi di Solo, misalnya, berkurang dari tujuh menjadi tiga lokasi karena tidak ada sapi yang dipotong. Jawa Timur yang dikenal sebagai sentra sapi nasional, kini harus mendatangkan juga dari Nusa Tenggara Timur. Lalu apa alternatif solusi yang tidak sekadar melawan pasar? Kita harus memisahkan antara peternakan tradisional dan industri peternakan.

Peternak tradisional biarkan mengisi pasar yang khusus seperti memenuhi kebutuhan Idul Adha. Industri peternakan didorong untuk memenuhi kebutuhan pasar. Agar harganya bisa efisien, pemerintah harus menetapkan beberapa pulau
yang khusus untuk peternakan sapi, seperti mengalokasikan Pulau Bulan untuk peternakan babi. Kita membutuhkan cara pemecahan yang lebih realistis, bukan pura-pura menyelesaikan masalah seperti sekarang.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima